Jejak Itu

CIMG1753

Hari ini dan kemarin banyak ibu-ibu rekan kerja akang yang meminta ijin untuk datang terlambat karena hendak mengambil buku laporan pendidikan anak-anaknya atau yang lebih dikenal rapot (report). Mengingat hal tersebut semalam akang begitu merasa terenyuh melihat buku catatan terapi milik Gilang. Sebuah buku yang tampak keriting dan lecek itu merupakan jejak perjalanan Gilang yang sangat berarti buat akang. Sebuah buku yang berisi catatan yang membosankan bagi orang yang membacanya. Namun bagi pelakunya (Gilang dan akang sekeluarga) catatan membosankan tersebut tertulis sebagai hasil perjuangan yang membutuhkan banyak pengorbanan. Akang hanya bisa menghibur diri sendiri membuka-buka halaman demi halaman buku tersebut. Akang anggap ini adalah rapot yang akang terima sebagai laporan perjalanan Gilang mengarungi hidupnya bersama Cerebral Palsy.

CIMG1743

Di halaman ini tertulis kata “fisioterapi” yang pertama kali dalam perjalanan hidup Gilang. Ditulis oleh Dr Jimmy (dokter spesialis anak yg menangani Gilang pertama kali) di Rs Hermina Bogor.

CIMG1745

Di halaman ini tertulis terapi pertama yang dilakukan Gilang pada tanggal 10 Februari 2007.

CIMG1746

Jejak selanjutnya…

CIMG1751

Evaluasi setahun usia Gilang : Motorik kasar = 5.5 bulan. Bahasa = 8 bulan. Motorik halus = 3 bulan.

CIMG1750

Terkadang terapis hanya menulis “hari ini Gilang rewel”

CIMG1749

Jejak itu….

CIMG1748

Jejak itu….

CIMG1754

Jejak itu….

CIMG1755

Jejajk itu….

CIMG1756

Jejak itu…

CIMG1757

Jejak itu

CIMG1759

Jejak itu…..

CIMG1760

Hampir enam tahun perjalanan ini Gilang……. seharusnya kita sudah mendapatkan ijazah. Sahabat blogger yang hari ini menerima rapot anak-anaknya bagaimana hasil rapot-nya? Semoga hasilnya memuaskan yaa….!

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag . Tandai permalink.

17 Balasan ke Jejak Itu

  1. mintarsih28 berkata:

    memandanga anak tumbuh sangat membahagiakan ya kang.
    semoga gilang tumbuh menjadi penyedap mata

  2. HALAMAN PUTIH berkata:

    Alhamdulillah, raport anak saya lebih baik dibanding semester lalu meskipun ada beberapa yang masih perlu ditingkatkan.

  3. Erit07 berkata:

    Saya malah blum trima raport. .

  4. nengwie berkata:

    Mengaamiinkan doa Laras di atas…

    Disini mah ngga punya buku raport, tapi cuma selembar kertas, namanya ijazah, dua kali dalam setahun, kls 1 dan 2 ngga pakai angka, hanya tulisan guru di setiap pelajaran, dan perkembangan umum dan kemajuan anak selama 6 bln. Ndak ada yg namannya UAS UTS hanya ulangan harian biasa.

    • nengwie berkata:

      eehhh maaf..ko doa Laras di atas..,,maklum pas nulis komentar di bawah, taunya naik ke atas😀

    • abi_gilang berkata:

      Bagus donk kalo begitu, membuat anak tidak hanya belajar menjelang ujian saja. Kalo akang dulu mo belajar saat2 menjelang ujian aja (kalo sehari-harinya sih males😆 )

      • nengwie berkata:

        Eeeh atuh sami kang… pokokna mah “pinter”na pas bade ujian we…parantos ujian mah buuurrr…weh eta anu diapalkeun teh kalalabur deui hehehe

        Libur sabaraha lami upami bagi raport teh, eh libur Natal sareng taun baru nya.

  5. Larasati berkata:

    sebuah jejak yg tak kan terlupakan yah kang, semoga gilang bisa tumbuh sehat sampai dewasa yah akang jadi bisa merasa bangga dan bersyukur dengan kehadiran gilang

  6. lambangsarib berkata:

    Saya ingat sebuah percakapan antara bapak dengan temannya disaat mengambil rapot saya. Bapak berkata pada temannya, “rapot anak saya tidak pernah saya baca angkanya pak, paling cuma saya lihat bawahnya, naik atau tidak”.

    Nah, kata itu begitu membekas, sehingga sampai hari ini saya tidak pernah memandang penting sebuah rapot.

    • abi_gilang berkata:

      Terlalu berorientasi kepada pencapaian angka membuat anak jadi orang yang pragmatis, dikhawatirkan mencapai suatu tujuan dengan menghalalkan segala cara dan mengabaikan pentingnya sebuah “proses”.

      • lambangsarib berkata:

        Sepakat. Sebaiknya orang tua menekankan arti pentingnya sebuah proses dan kejujuran. Seharusnya orang tua menekankan pada anak bahw ” nilai lima dengan kejujuran itu jauh lebih mulia dibanding nilai sepuluh dengan mencontek”.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s