Do’a Cinta Yang Tega

doasumber gambar : scraf7.blogspot.com

“…. Yaa Robbi andai permintaanku ini tidak berlebihan janganlah Engkau wafatkan hamba sebelum Kau wafatkan putra hamba…..! “

Hanya sekedar menebak, yang dipikirkan banyak pembaca mungkin menyangka bahwa sang Ibu adalah orang yang egois. Ibu yang tidak sayang kepada anaknya atau ibu yang tidak menginginkan kehadiran anaknya di dunia ini. Akan sulit diterima logika jika ada yang mengatakan do’a tersebut adalah do’a cinta dari seorang ibu untuk anaknya. Mana mungkin yang disebut do’a cinta malah menginginkan orang yang dicintainya lebih dahulu meninggal daripada dirinya sendiri. Tidak salah jika banyak orang yang berpikiran seperti itu namun tidak salah pula jika seseorang yang lain mempunyai alasan berbeda untuk menyebut do’a tersebut adalah do’a cinta. Alasan apapula yang menyebabkan seorang ibu tega berdo’a seperti demikian untuk anaknya. Mungkin alasan inilah yang bisa membuat hal ini terjadi.

Seorang ibu dikaruniai anak yang ditakdirkan cacat, walau pada awalnya sangat sulit menerima kehadiran anaknya namun pada akhirnya sang ibu rela dengan amanah Tuhan yang telah dititipkan kepadanya. Namun sayang, Bapak dari anak tersebut tidak kuat menghadapi keadaan yang menimpanya sehingga memutuskan untuk meninggalkan keluarganya. Segala upaya ditempuh untuk mengobati anaknya agar bisa setidak-tidaknya hidup mandiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain. Kecacatan anaknya memang menyebabkan sang anak tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar hidupnya walau hanya sekedar buang air besar. Ketergantungan ini begitu membebani kehidupan sang ibu, beban hidup yang tak akan tuntas jika ditulis hanya dipostingan ini.

Penderitaan bukanlah sesuatu yang harus terus diratapi. Takdir tidaklah ditentukan tanpa ada hikmah dari Sang Maha Bijak. Namun disela berputarnya waktu, seringkali sang ibu memikirkan kehidupan dimasa depan yang akan dialami oleh sang anak. Bukan tak percaya dengan adanya Tuhan yang Maha Mengetahui segala akhir. Bukan pula rasa menyerah mengahadapi cobaan yang membuatnya mengucap sebuah do’a. Kepasrahan seorang hamba yang menyebabkan sang ibu berpikir bahwa amanah Tuhan ini memang untuk dirinya. Kecintaannya kepada sang anak menyebabkan dia berpikir tak akan ada orang lain yang bisa mencintai anaknya seperti dirinya. Rasa cinta-lah yang menyebabkan dia begitu khawatir andai Tuhan memanggilnya terlebih dahulu, sementara sang anak yang tak berdaya entah bergantung kepada siapa. Ada ketakutan andai tugasnya memelihara sang anak tidak “tuntas” hingga akhir, karena harus diteruskan oleh orang lain. Terpanjatlah “DO’A CINTA” yang begitu tega dimata manusia.

* ” aku hanyalah manusia ” (Mamah Husein)

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

20 Balasan ke Do’a Cinta Yang Tega

  1. Mang Darman berkata:

    Subhanallah…….tulisan nya luar biasa….mengingatkan saya pada adik ipar saya yang memiliki “kebutuhan khusus”. Semenjak saya sebelum menikah dan saya sering berkunjung kerumah istri saya…..dia selalu merespon saya…sampai hati saya tergetar dan bener2 “nyaah” sama dia. Kami semua sangat menyayangi Ani…..dan suatu waktu, istri saya pernah sekali memanjatkan doa ini….dan saya meng-amin kan…….dan Tuhan Maha Penyayang ternyata mengabulkan doa’nya………….saat saya baca tulisan ini, jadi teringat lagi……. terima kasih kang

  2. pradiskavindy berkata:

    Subhanallah…. Untuk mama…
    ini kunjungan balik ^^

  3. rinasetyawati berkata:

    jadi sedih bacanya, kasih sayang ibu yang tak pernah ada ujungnya

  4. HALAMAN PUTIH berkata:

    Hanya Allah yang tahu dan Maha Mengatur segalanya. Saya terharu membacanya kang.

  5. hasan_AA berkata:

    Setuju dengan ainulharits, kadang kita merasa bahwa kalau tak ada kita maka tak ada orang lain yang peduli pada anak kita (padahal khan nggak begitu). Yakinlah bahwa Allah yang akan menjaganya. Bukannya saya nggak respek terhadap doa tersebut, umumnya memang manusia akan selalu dihinggapi rasa kekhawatiran yang berlebihan. Semoga semua ibu di dunia bisa berdoa pada yang kuasa untuk diberikan jalan yang terbaik bagi anak-anaknya. Amiiin.

    • abi_gilang berkata:

      Memang begitulah sifat manusia yang selalu menyesal dengan apa yang terjadi dengan masa lalu dan selalu khawatir dengan yang akan terjadi dimasa depan. Terima kasih atas dukungannya🙂

  6. danirachmat berkata:

    Saya nangis Kang bacanya. Subhanallaah ya Kang rasa cinta Ibu memang..

  7. Orin berkata:

    Doa yg wajar kalo buatku mah kang, coz mamahku jg pernah bilang gitu..

  8. della berkata:

    Menurutku nggak tega ah, Kang. Wajar🙂

  9. lambangsarib berkata:

    Mamah husein itu yang pernah di kick andi pak ?

  10. ainulharits berkata:

    Serahkan semua pa Allah subhanahu wa ta’ala karena Dialah yang akan memelihara makhluqnya. Sesungguhnya yang memelihara anak Anda selama ini adalah Allah jua, bukan siapa-siapa. Jangan khawattirkan kehidupannya nanti karena Allahlah yang akan menanggung. Semoga Allah membalas kesabaran Anda dengan kebaikan dan pahala yang tak terbatas

    • abi_gilang berkata:

      Amiiin…! Pastinya Alloh yang selalu menyayangi setiap manusia lebih dari manusia lainnya. Namun akang bisa mengerti sampai do’a seperti itu bisa terpanjatkan. Cinta manusia memang tak sebesar cinta Sang Kholiq. Terima kasih atas dukungannya🙂 .

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s