Pantai Tasik Yang Asyik

Ternyata telah lebih dari seminggu akang tidak menghirup udara blogsphere. Tidak blogwalking, tidak memeriksa komen terlebih lagi membuat postingan. Terhubung dengan internet pada saat ini memang sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Entah itu untuk berinteraksi di sosial media atau memang tuntutan pekerjaan yang mengharuskan seseorang terhubung dengan internet. Begitupun bagi akang yang telah mulai berani mengakui bahwa dirinya adalah seorang blogger, ketiadaan koneksi internet adalah suatu keadaan yang menyiksa. Sehingga begitu keadaan kembali normal yang pertama kali terlintas dalam pikiran saat membuka notebook adalah membuka blog. Memeriksa komen yang masuk dan tentu saja segera membuat postingan.

Postingan kali ini pastinya cerita tentang mengapa akang sampai lost contact dengan koneksi internet. Awal bulan kemarin akang mengantar keluarga mertua silaturahim ke rumah kerabat di Tasikmalaya. Saat pertama diberitahu hendak ke Tasik tidak ada yang aneh bagi akang. Toh sudah beberapa kali akang mengunjungi kota yang berada di selatan Jawa Barat tersebut. Jaraknya pun menurut akang tidak terlalu jauh dan jalannya cukup baik karena jalur tersebut merupakan jalur yang digunakan kendaraan umum yang menuju kota2 di pulau Jawa bagian selatan seperti Ciamis, Cilacap, Jogjakarta dst. Dugaan akang ternyata meleset, tempat yang dituju berjarak sangat jauh dari kota Tasikmalaya. Hampir tiga jam perjalanan kami lalui dari kota Tasikmalaya dengan jalan yang sempit dan berliku. Apalagi perjalanan melalui pegunungan yang membuat jalanan naik-turun adalah hal yang pasti harus dilalui. Delapan puluh kilometer jarak jalan yang ditempuh membawa kami kepada sebuah “kota” kecamatan diujung selatan Tasikmalaya bernama Cikalong.

Dikawasan ini pariwisata tidak dikembangkan dengan baik karena resistensi penduduk lokal yang tinggi dengan istilah tempat wisata. Mereka beranggapan jika dibuka tempat wisata maka dipastikan akan banyak tumbuh penginapan. Nah dengan tumbuhnya banyak penginapan maka dikhawatirkan akan juga tumbuh kawasan prostitusi. Begitulah jalan pikiran yang bisa akang cerna dari cerita yang didapat dari penduduk disana. Apakah hal ini merupakan sesuatu yang merugikan mereka? Entahlah, yang pasti dengan keadaan yang demikian maka keindahan pantai disana begitu alami dan sangat mengasyikan.

Inilah “dunia tanpa internet” versi akang :

CIMG2093
Jalan jelek yang melelahkan.

CIMG2096 Pemandangan yang menyejukkan.

CIMG2066
Berenang…

CIMG2115
Berenang lagi……

CIMG2099
Narsis dikit…..

CIMG2101
Nggak ketinggalan…narsis juga…

CIMG2131
Nggak ada kerjaan….

CIMG2090
Sok jadi fotografer……

CIMG2129
Liatin yang mancing diatas karang…..

CIMG2079
Memperhatikan nelayan pake “sandal katak”

CIMG2081
Nelayan in action….

CIMG2080
Nelayan masih in action…

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Pantai Tasik Yang Asyik

  1. JNYnita berkata:

    pantai milik sendiri ya kang? hihihi…
    tdnya aku pengen abis lulus ptt ke luar pulau jawa gitu, tp setelah mikir bakal susah dpt sinyal internet, jd urung… *nyandu*

  2. Yos Beda berkata:

    pantainya agak sepi ya mas,, pakah setiap hari seperti itu juga..?

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s