Andai Ayahmu Pelukis

CIMG2169

Seperti kebanyakan orang, selepas maghrib adalah waktu berkumpul keluarga akang. Mungkin waktu yang paling dinantikan Akbar setelah seharian ditinggal bekerja oleh kami kedua orang tuanya. Untuk mengalihkan perhatian dari layar televisi yang biasa ditonton Si Uwa pengasuh kami harus selalu mempunyai ide untuk membuat berbagai jenis permainan. Akang dan istri harus bergantian mengajak Akbar bermain, jika istri mengaji maka akang yang menemani Akbar begitupun sebaliknya. Sementara itu Gilang cukup senang dengan mendengar suara-suara orang yang dikenalnya berada dekat dengannya. Jika akang dan istri berada di rumah maka waktu tersebut digunakan oleh Si Uwa pengasuh untuk rehat sejenak dari mengasuh Gilang dan Akbar.

CIMG2166

Seperti hari ini, sepulang akang dari masjid tiba-tiba Akbar menyambut dengan memegang sebuah pulpen dan notes. “…Yah japah…..yah japah….” Ujar Akbar menyambut akang. Istri akang memberitahu bahwa Akbar ingin dibuatkan gambar jerapah seperti sore hari kemarin. Karena kemarin akang sendiri pulang larut malam maka akang tidak mengerti maksud Akbar. Setelah diberitahu akang pun langsung memenuhi permintaan Akbar. Namun sayang dan sungguh-sungguh sayang!!!!!! Darah “Pak Tino Sidin” yang mengalir dahulu kala ternyata kini menghilang entah kemana. Apalagi
Akbar menginginkan gambar yang menarik perhatiannya seperti gajah, kuda, kereta api, mobil truk dan bebek.

CIMG2165

Dari semua permintaan yang diminta Akbar tidak satu gambar pun yang memenuhi kepuasan akang. Apalagi mendengar komentar istri yang cukup pedas ditelinga “Yah itu gambar kuda apa kelinci sih…?????”. Akang pun tak kehilangan akal, segera saja akang menunjuk gambar tersebut dan mengatakan kepada Akbar “kuda….kuda….kuda”, sambil tersenyum senang Akbar bilang “ nda….nda…nda”. Kemudian akang menyuruh istri akang untuk bertanya kepada Akbar sambil menunjuk gambar yang baru saja akang buat “Akbar ini gambar apa??”. Akbar pun menjawab “nda…nda”. Akang pun tersenyum penuh kemenangan sambil bergumam didalam hati “Maafkan ya Nak karena ayahmu bukan pelukis…!”.

CIMG2167

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Andai Ayahmu Pelukis

  1. JNYnita berkata:

    aku gak bs nahan ketawa pas lihat gambar kudanya…😛

  2. metamocca berkata:

    Itu gambarnya bagus loh kang.😀

    Saya pernah, gambar Kuda dikira Kodok sama Dede😆

  3. Orin berkata:

    aku bisa ngegambar kalo ada contoh gambarnya kang, niru gitu, insyaALLAH mirip walopun ga ngejiplak, tapi kalo berimajinasi pasti ga bisa deh *aneh*

    Yg penting kan Akang nemenin Akbar (dan Gilang) bermain kang, gpp lah kudanya mirip kelinci jg qiqiqiqiqi *kabuuuur*

  4. Ely Meyer berkata:

    Yang di atas itu gambar Akang ya ?

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s