Ayah Bimbo

CIMG2274

Nilai sebuah benda memang tidak selalu bergantung kepada harganya. Semurah apapun suatu barang namun jika sering digunakan dan memberikan manfaat yang banyak tentu menjadi berharga nilainya. Bisa juga nilai suatu barang baru terasa saat kita telah kehilangannya. Hal inilah yang sedang akang rasakan dengan sebuah hape milik akang yang kini rusak. Hape ini dipilih karena memang dahulu harganya murah dan mudah penggunaannya. Asal tahu saja akang mempunyai pengasuh yang cukup antik. Si uwa pengasuh adalah salah satu orang yang samasekali tidak bisa menggunakan hape. Tidak seperti kebanyakan pembantu sekarang yang tidak bisa lepas dari hape bahkan saat sedang melakukan pekerjaannya. Jangan harap bisa mengirimkan pesan kepadanya melalui SMS. Yang diketahui si Uwa adalah jika mengangkat telepon tekan tombol hijau dan tekan tombol merah jika telah selesai. Jika ada keperluan untuk menghubungi akang atau istri maka si uwa akan membawa hape kepada tetangga kemudian meminta tolong untuk menghubungkannya. Entah kenapa kini hape akang tersebut rusak sehingga akang tidak bisa menelepon ke rumah jika sedang bekerja.

Dahulu saat Akbar belum lahir jika menelepon ke rumah hanya menanyakan kabar Gilang serta tugas terapi yang biasa dilakukan dirumah kepada pengasuh. Seringkali saat akang menelepon Gilang terdengar menangis hal ini biasa terjadi jika sedang melakukan terapi. Rasa iri sering terasa dihati jika memperhatikan rekan kerja yang menelepon ke rumah kemudian berbicara dengan anaknya. Suatu hal yang tidak bisa akang lakukan bersama Gilang. Kini setelah kehadiran Akbar, kebiasaan menelepon ke rumah disaat kerja punya cerita berbeda.

Pada mulanya Akbar tidak akan bereaksi apapun saat mendengar si uwa pengasuh berbicara di telepon kepada akang atau istri akang. Namun walaupun begitu akang suka meminta pengasuh untuk memperdengarkan hape tersebut kepada akbar agar bisa mendengar suara akang. Semakin lama Akbar mulai mengerti jika dari hape tersebut ada suara orang yang dikenalnya. Tapi tidak serta merta Akbar mau membalas suara dari hape tersebut, paling-paling hanya terdengar suara tertawa Akbar dari seberang telepon. Kata pertama yang diucapkan Akbar kepada akang melalui telepon adalah “yayah….bimbo” . Bimbo yang dimaksud bukanlah grup penyanyi kondang asal bandung yang terkenal dengan lagu-lagu religinya. Saat itu Akbar mulai dikenalkan dengan gambar-gambar kendaraan salah satunya mobil box. Akbar menyebut mobil box terdengar seperti “mbim bo” atau “bimbo”.

Kini jika akang menelepon kerumah, Akbar pasti memaksa pengasuh untuk memberikan hape kepadanya. Setelah itu dipastikan Akbar mulai ngoceh dengan bahasa yang belum begitu jelas artinya. Jenis-jenis binatang yang diketahuinya disebutkan dengan menirukan suaranya. Kini acara menelepon rumah menjadi obat penat jika sedang bekerja karena saat Akbar ngoceh ditelepon biasanya akang tertawa sendiri mendengarkannya. Hingga akang kesampaian mengganti hape dirumah maka kerinduan mendengar “bimbo” saat bekerja harus akang tahan hingga kembali kerumah.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

13 Balasan ke Ayah Bimbo

  1. JNYnita berkata:

    ayooo kang beli hp lagiii!!
    pengasuhnya umur berapa kang? beneran antik ya?? hihihi

  2. Larasati berkata:

    haha seru yah klu di telpon akbar dengan bahasa anak yg ngoceh2

  3. yisha berkata:

    senangnyaaaaaaaaa………….

  4. lambangsarib berkata:

    Gilang diwakili akbar kang, hehe….

  5. bundamuna berkata:

    terkecoh dg judulnya… pikirku akang mau bahas grup vokal Bimbo.. *tepok jidat pake hp😀

  6. Ely Meyer berkata:

    Membayangkan Akbar ngoceh dgn Bahasa yg belum jelas😛

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s