Air Mata Seorang Ibu

gilangku

Hari ini adalah jadwal terapi Gilang yang biasa dilakukan dua kali dalam satu minggu selain hari sabtu. Kali ini Akbar tidak diajak karena sedang batuk sehingga akang pun hanya pergi berdua. Sesampainya di RS Hermina Bogor akang langsung menuju tempat pendaftaran. Petugas pendaftaran dengan cepat melakukan tugasnya karena memang sudah hapal dengan siapa Gilang akan melakukan terapi. Tiba tiba seorang ibu yang sedang mengantri didepan kasir menghampiri kami dan berjongkok disebelah Gilang yang memakai kursi roda. Wajahnya tampak berubah sendu seolah mengingat sesuatu hal yang menyedihkan. Akang menyangka ibu tersebut juga mempunyai anak yang mengalami hal tak jauh berbeda dengan Gilang. Dan ternyata tebakan akang tidak meleset. Sang ibu langsung bilang bahwa anaknya juga memakai kursi roda dan mengalami kelumpuhan. Menurutnya keadaan anaknya lebih parah dibandingkan keadaan Gilang.

Sambil mengelus kepala Gilang, sang ibu menanyakan nama Gilang. Setelah akang sebutkan dia seolah berusaha mengingatkan nama Gilang agar tak mudah hilang dari ingatannya. Sangkaan akang selanjutnya sang ibu juga sedang mengantar anaknya untuk melakukan terapi di RS Hermina Bogor. Namun kali ini prasangka akang salah, ternyata anaknya telah meninggal saat usianya mencapai 9 tahun. Hilmi biasa ia dipanggil namanya mengalami hidrosefalus sejak lahir. Selain itu kadar bilirubin dalam tubuhnya juga tinggi sehingga mengganggu tumbuh kembangnya. Seolah ingin meyakinkan akang dia membuka ponselnya untuk menunjukkan foto almarhum Hilmi. Namun saat membuka-buka ponselnya dia mendadak berhenti dan mengatakan bahwa fotonya berada didalam ponsel yang lain.

Tak lupa dia juga memberikan semangat dan sedikit wejangan agar akang selalu sabar menjalani kehidupan bersama Gilang yang mempunyai keistimewaan. Namun demikian air matanya tak terbendung mengalir membasahi pipinya. Sebagai seorang yang juga dititipi seorang anak istimewa akang bisa merasakan kesedihan yang dirasakan wanita yang berada di depan akang. Selain kesedihan karena ditinggal anak tercinta, kenangan perjuangan menjalani kehidupan besama sang anak selama 9 tahun langsung hadir ketika melihat Gilang. Waktu terapi Gilang makin menjelang namun akang merasa tak enak hati untuk segera meninggalkan sang ibu. Namun ternyata sang ibu mengerti situasi akang yang sedang terburu-buru. Sekali lagi dia menanyakan nama Gilang entah untuk lebih meyakinkan atau berusaha agar tidak hilang dari ingatannya.

Setelah meninggalkanya pikiran akang masih terus saja teringat seorang ibu yang bahkan akang lupa untuk menanyakan namanya. Air matanya yang jatuh tatkala melihat Gilang bisa bermakna banyak bagi akang dan orang tua yang mempunyai anak yang diberkahi dengan keistimewaan. Tidak perlu banyak kata-kata diantara kami untuk saling mengungkapkan perasaan. Air matanya adalah bahasa kami, bahasa kesabaran, bahasa perjuangan, bahasa hidup. Terima kasih Bu atas pertemuan ini dan atas segala do’a yang terpanjatkan untuk Gilang.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang. Tandai permalink.

37 Balasan ke Air Mata Seorang Ibu

  1. milandari berkata:

    Pokonya tiap baca kisah gilang mata ku sudah berkaca2. Sayang kita kemarin Gɑ̤̈ sempet ketemu. Mudah2an bisa Ɣα̇̇̇̊ª. Sya sms ,tlpn ko sm ppanya gilang Gɑ̤̈ nyambung yah. Berap no bvaru nya???

  2. megawati berkata:

    anak saya cp sudah 10 taun, badannya, tangan, kaki, kejang2, posisi kepala dan badan melengkung kebelakang seperti angka c terbalik, hanya bisa tiduran saja, tidak bisa didudukan, adakah informasi dokter spesialis cp di kota medan? anak saya menkonsumsi obat cp sejak lahir, saat ini obatnya sudah tidak mampu lagi mengatasi kekakuan otot pada anak saya. terima kasih yah buat akang yg sudah membuat blog ini, bisa sharing

    • abi_gilang berkata:

      Dokter spesial CP mungkin nggak ada tetapi yang menangani anak Cp biasanya Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik. Coba saja Mba tanya ke rumah sakit terdekat di poliklinik Rehab Medik atau jika di rmh sakit besar biasanya ada Klinik Tumbuh Kembang anak.

  3. Dewi berkata:

    air mata adalah kesabaran,, semangat ya Gilang,,,kamu istimewa di mata Allah

  4. JNYnita berkata:

    sediiiih…😥
    semoga terapi Vilang selalu lancar ya Kang.. :’)

  5. Dhiyas kn berkata:

    Salam bloger blog wa£king ampe dapet 1000 visitor.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s