Menunggu Paket

3 Maret 2013
Motor yang akang kendarai sedikit akang paksa untuk melaju lebih cepat dari biasanya. Awan mendung telah menutupi langit yang sejak pagi cerah. Namun tetap saja jika Yang Maha Berkehendak ingin menurunkan hujan maka tak ada yang bisa menahannya . Akang pun menepikan motor untuk mengenakan jas hujan. Perjalanan dalam keadaan hujan memaksa akang memacu motor dengan hati2 sehingga sampai di rumah terlambat setengah jam dari waktu yang diperkirakan. Sore itu akang harus menjemput keluarga yang sedang menginap di rumah mertua. Motor kemudian diganti dengan sepeda lipat. Kebetulan mobil ada dirumah mertua, sehingga akang harus memakai sepeda lipat agar nantinya sepeda bisa dimasukkan kedalam mobil. Walaupun dalam keadaan sedikit terburu-buru akang masih sempat memeriksa tekanan angin ban sepeda lipat akang dan menambahnya. Rantai juga tak lupa dilumasi karena mulai terasa tidak nyaman saat seli digowes.

Seratus meter dari rumah, seperti refleks tangan akang meraba saku celana mencari ponsel. Ternyata ponsel tidak berada disemua saku. Akang hanya bisa menggerutu sendiri dengan sifat akang yang sering lupa membawa ponsel jika bepergian. Namun hal ini tidak membuat akang berputar arah untuk mengambil ponsel. Akang sudah siap mental menghadapi omelan istri yang marah karena telepon dan sms-nya tidak direspon.

Menjelang sampai di rumah mertua terlihat di kejauhan istri akang sedang menemani Akbar bermain. Betul saja sangkaan Akang, wajah istri akang terlihat sedikit cemberut sambil memegang ponsel miliknya.
“Ayah…hape ayah hilang ya??? ” tanyanya
“Enggak koq, ketinggalan dirumah” jawab akang dengan yakin.
“Enggak hilang gimana? Nih orang yang nemu hape ayah barusan telpon..!”

Ternyata akang tidak menyadari jika ponsel telah hilang. Sepertinya jatuh dijalan saat perjalanan pulang. Beruntung orang yang menemukan ponsel akang nampaknya berniat baik ingin mengembalikan ponselnya. Dia bernama Pak Daus dan kami pun bertukar pesan singkat, pertama dia meminta akang untuk mengambilnya malam itu juga di rumahnya. Namun malam itu akang betul2 tidak bisa mengambilnya dan berjanji akan mengambilnya pada hari senin keesokan harinya. Kali ini Pak Daus yang keberatan dengan alasan esok hari dia akan berangkat keluar kota. Akhirnya dia meminta alamat akang dan akan mengirimkan ponsel akang melalui jasa pengiriman.

Akang pun memberikan alamat kantor tempat akang bekerja agar lebih mudah. Tak lupa akang menanyakan bagaimana cara akang nanti membayar ongkos pengirimannya. Namun ternyata Pak Daus tidak ingin ongkos kirim ponsel tersebut diganti. Pak Daus menemukan ponsel tersebut memang di jalan yang akang lewati saat pulang. Menurutnya ponsel tersebut terendam air sehingga tidak bisa berfungsi. Dia pun memindahkan SIM Card-nya ke ponsel miliknya.

Setelah kejadian itu akang berpikir ternyata masih ada orang-orang baik saat ini yang rela mengembalikan sebuah ponsel yang jatuh dijalanan. Padahal ponsel milik akang bukan ponsel pintar yang harganya jutaan. Ponsel tersebut jika ditawarkan di pasar Taman Puring bahkan tak akan berharga lebih dari seratus ribu rupiah. Apalagi setelah terendam air akang merasa yakin ponsel tersebut tak akan pulih lagi. Namun bagaimana pun Akang merasa beruntung ada seseorang yang berbaik hati mengembalikan sebuah ponsel tanpa melihat mahal-murahnya barang yang dikembalikan.

* Hingga tulisan ini dibuat kiriman ponsel belum akang terima. Biasanya sih numpuk ditempat penerimaan surat2, apalagi tiga hari ini akang sedang dinas malam.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

8 Balasan ke Menunggu Paket

  1. Ping balik: Tak Se-smart Ponselnya | Belajar Kehidupan

  2. Ping balik: Terima Kasih Yongki Komaladi | Belajar Kehidupan

  3. Vicky Laurentina berkata:

    Pak, HP itu lebih aman disimpan di saku baju kemeja atau di tas. Tapi yang jelas, bukanlah di saku celana jika Bapak ini naik motor atau sepeda.

  4. Ely Meyer berkata:

    Di sini msh banyaaaaak Kang orang baik spt itu🙂

  5. ~Amela~ berkata:

    Waah untung yang nemuin orang baik ya kang, sampe mau ngirimin segala..
    kalau yang nemuin ga jujur udah ilang pasti itu hapenya

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s