Kesepian Memakan Korban

sibling

Dalam usia yang menginjak dua puluh satu bulan perkembangan Akbar seperti anak lain pada umumnya. Bermain adalah kegiatan utama setiap hari, setiap saat diluar waktu tidur. Memang tidak salah menurut para ahli tumbuh kembang anak bahwa diusia seperti ini otak anak seperti spoon yang menyerap apapun yang ada disekitarnya. Semua hal adalah baru, segala hal adalah ilmu, setiap waktu adalah belajar, seluruh perilaku adalah pengalaman. Pengalaman Akang dalam mengasuh Gilang dengan CP-nya sangat memberi banyak arti dalam setiap pencapaian Akbar disegala aspek tumbuh kembangnya. Akang masih saja takjub dengan perubahan seorang anak yang bisa mencari sendiri cara untuk turun dari ranjang tempat tidur tanpa terjatuh. Akang masih merasa kagum dengan Akbar yang sudah bisa melompat dengan kedua kaki terangkat sedikit tanpa terjatuh. Mungkin hal ini bagi sebagian besar orang tua terdengar berlebihan. Tetapi bagi orang tua yang mempunyai pengalaman mengasuh anak Cerebral Palsy maka sekecil apapun perkembangan yang dicapai terasa bagai mukjijat.

Saat ini Akbar telah mulai memilih teman bermain. Sebelumnya bagi akbar cukup bermain dirumah bersama keluarga yang ada dirumah. Kini Akbar mulai ingin bermain bersama teman sebayanya yang tinggal disekitar rumah. Sepertinya Akbar lebih menyukai bermain bersama teman seusianya daripada dengan orang2 dewasa. Sayangnya bermain besama dengan teman2 disekitar rumah tidak bisa dilakukan setiap waktu. Sore hari adalah waktu yang paling sering dilewatkan Akbar untuk bermain bersama teman lainnya. Masalah akan muncul jika sore hari hujan turun, Akbar pun tidak bisa keluar rumah. Di dalam rumah Akbar akan memainkan semua mainan yang bisa dipermainkan. Saat bosan dengan segala mainan yang ada maka Akbar mulai beralih perhatiannya kepada Gilang. Menurut pengamatan Akang jika sudah mulai merasa bosan bermain baik bersama akang, istri akang dan si uwa pengasuh maka Akbar akan berusaha mengajak Gilang bermain.

Cara Akbar mangajak Gilang bermain adalah dengan menindihnya, karena Gilang tidak bisa memberikan respon apapun mungkin Akbar merasa penasaran. Jika dibiarkan maka Akbar akan mulai mencakar Gilang sebagai usahanya untuk mendapatkan perhatian dari Gilang. Tentu saja apa yang diharapkan Akbar tidak akan didapatkannya karena Gilang hanya bisa menangis jika wajahnya kena cakaran Akbar. Semakin Gilang menangis maka semakin penasaran Akbar dibuatnya. Hal yang dilakukan Akbar selanjutnya adalah mulai berusaha menggigit Gilang. Jika ini telah berlangsung biasanya akang akan segera memisahkan keduanya dengan hati-hati agar tidak ada salahsatu pihak yang merasa disisihkan. Bukan hal mudah jika Akbar sedang merasa kesepian dan ingin mencari teman bermain. Walaupun Gilang telah berada di pangkuan akang maka Akbar akan terus berusaha menggigit kaki Gilang. Semakin Akbar merasa kesepian maka semakin kuat usahanya yang dilakukan. Jika situasi sudah tidak mungkin diatasi maka langkah terakhir yang dilakukan biasanya memisahkan keduanya untuk sementara waktu.

Entah sampai kapan kejadian seperti demikian bisa terjadi antara Akbar dan Gilang. Kebutuhan Akbar untuk berinteraksi dengan banyak orang memaksa akang untuk sangat berhati-hati mengatasi hal-hal demikian yang bagi kebanyakan orang dianggap sepele. Walaupun hal demikian pasti hilang saat Akbar mencapai pemahaman yang cukup tentang keadaan Gilang tetapi penanganan yang salah saat ini bisa berakibat buruk bagi tumbuh kembang Akbar. Hubungan antar dua saudara kandung yang salah satunya berkebutuhan khusus menuntut penganan yang khusus pula dari kedua orang tuanya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

16 Balasan ke Kesepian Memakan Korban

  1. khoirurosida berkata:

    wah .. sampe gitu.. sabar aja ya bang🙂

  2. utie89 berkata:

    keep istiqomah ya kang🙂

  3. della berkata:

    Mungkin itu cara Akbar nunjukin rasa sayangnya ya, Kang. Cuma karena masih kecil jadi menggigit. Mudah-mudahan makin besar makin ngerti, ya🙂

  4. Berarti rasa bersosialisasi Akbar besar banget ya, Kang. Semoga Gilang bisa menjadi teman bermain yang bisa memahami Akbar.

  5. kangyan berkata:

    iya kang Abi ngurus budakteh ning hese… mugiwe sing sabar…..

  6. Mechta berkata:

    Turut mendoakan semoga abi & ummi nya gilang & akbar terus mendapat kesabaran & kekuatan lebih untuk dapat menuntaskan kepercayaan dari Allah dalam pengasuhan anak2 istimewa itu…

  7. bundamuna berkata:

    speechless kang… bingung mau komen apa…
    hanya bs ikut berdoa semoga akang dan istri selalu diberi kesabaran yg seluas-luasnya dan Akbar segera dipahamkan oleh Alloh tentang keadaan kakaknya.. semangat!!🙂

  8. Iwan Yuliyanto berkata:

    Semoga orangtuanya diberi kesabaran untuk merawat dan membangunnya sehingga menjadi insan yang bermanfaat kelak. aamiin.
    Ada film bagus yang mengangkat tema Cerebral Palsy, judulnya: Bill Porter

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s