Aib Itu Bernama HIV

HIV

Pada postingan akang terdahulu pernah bercerita tentang Lara (kalau belum baca bisa simak disini). Kehidupan sebagai ODHA atau orang dengan HIV / AIDS tidaklah mudah dilingkungan yang dihuni oleh orang-orang dengan pendidikan terbatas. Beberapa orang yang mengetahui Lara mengidap HIV bersikap menjauhi, bahkan dengan cara yang berlebihan. Mereka menganggap orang dengan penyakit HIV adalah barang najis yang tak boleh tersentuh sedikit pun. Padahal sebagian mereka masih kerabat dekat dengan Lara dan bersikap menerima saat dahulu pertama kali diberitahu tentang keadaan Lara dan anaknya.

Sebagai orang yang lebih tahu diantara mereka, akang pun berusaha memberi pemahaman kepada mereka tentang bagaimana menyikapi orang yang mengidap HIV. Akang selalu berusaha meyakinkan bahwa HIV tidak ditularkan melalui sentuhan, bersalaman atau berpelukan. Penggunaan alat makan dan minum yang sama juga tidak menularkan HIV. Mandi di kolam renang atau gigitan nyamuk tidak bisa digunakan sebagai media untuk menularkan HIV. Sehingga kesimpulannya tinggal bersama penderita HIV tidaklah menyebabkan seseorang berpotensi tertular HIV juga.

Menurut para ahli bahwa HIV pada umumnya ditularkan melalui cairan sperma, air mani atau semen dan cairan vagina. Media lain yang menjadi bahan penularan adalah darah. Penularan bisa melalui transfusi darah / produk darah, atau terkena darah penderita pada kulit yang terluka. Penggunaan alat suntik/medis lain secara bersamaan seperti penggunaan narkoba dan tato (belakangan menjadi alat penularan HIV paling tinggi). HIV juga bisa ditularkan melalui transplantasi organ atau jaringan tubuh seperti ginjal, jantung dll. Hal terakhir penularan HIV adalah dari ibu hamil ke janin seta melalui ASI. Penularan dari ibu hamil ke janin sudah mulai bisa dicegah dibeberapa negara maju dengan penanganan yang ketat.

Sedikit keterangan yang berusaha akang yakinkan kepada kerabat Lara diharapkan bisa membuat Lara mendapatkan perlakuan yang bijak. Bagaimana pun tertular HIV (dengan cara apapun) bukanlah merupakan sebuah kutukan. Sikap yang tepat dan dukungan keluarga akan membuat para penderita HIV positif (ODHA) akan bisa menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Semoga pembaca bisa mengambil pelajaran walaupun hanya sedikit dari cerita Lara ini.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

18 Balasan ke Aib Itu Bernama HIV

  1. oomguru berkata:

    HIV itu tidak mudah menular,, jadi nggak ada alasan untuk menjauhi ODHA🙂

  2. Mila berkata:

    bersentuhan bisa menularkan HIV ya kang?

  3. Wah bisa gawat nih harus berhati-hati hmmm……..

  4. bundamuna berkata:

    tanya yaa akang.. ODHA itu butuh obat untuk dikonsumsi rutin gak? mahalkah obat itu?
    menyimak di tulisan-tulisan akang sebelumnya, keluarga Lara dan uwa kan termasuk keluarga yg pas-pasan yaa.. sedih bgt rasanya.. hadirnya bayi (apalagi setelah 2x keguguran) harusnya membawa kebahagiaan, tapi…😦

    • abi_gilang berkata:

      Memang harus selalu minum obat (golongan Retroviral) tujuannya untuk terus menekan pertumbuhan virusnya. Saat ini pemerintah memberi subsidi untuk obat HIV jadi masih gratis asal melalui puskesmas dan institusi kesehatan lainnya.

  5. kebomandi berkata:

    bener. banyak orang yang suka salah paham tentang penularannya🙂
    info nya semoga jadi pencerdasan ya kang🙂

  6. yisha berkata:

    emang aib kan kang?

  7. lambangsarib berkata:

    Terimakasih infonya…

  8. pursuingmydreams berkata:

    Lebih baik lagi jika pemerintah memperbanyak informasi mengenai HIV misal melalui tayangan TV dan media media cetak, jadi masyarakat semakin paham bahwa HIV tidak akan menular dengan hal-hal simpel.

  9. duniaely berkata:

    semoga banyak yg baca postingan ini ya Kang biar byk jg yg lbh ngerti bgmn seharusnya hidup berdampingan dgn mereka

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s