Tentang Ruang Kosong

kosongSumber gambar : depositphotos.com

Akbar sedang bermain bersama didepan rumah ketika akang pulang. Gilang turut menikmati keriuhan suasana sambil duduk diatas kursi rodanya. Kedatangan akang hanya sejenak saja mengalihkan perhatian Akbar dari teman bermainnya. Akang pun turut menikmati keriangan anak-anak bermain. Akang duduk disamping kursi roda Gilang sambil mengawasi akbar bermain. Keletihan bekerja seharian seolah lenyap begitu saja menyaksikan anak2 kecil berlarian kesana kemari. Menjelang adzan maghrib para orang tua dan pengasuh serentak memanggil anak-anak yang sedang asyik bermain untuk menghentikan kegiatannya. Anak-anak sepertinya sudah maklum jika menjelang maghrib mereka harus segera berhenti bermain dan pulang kerumah masing-masing.

Sadar jika teman lainnya sudah selesai bermain Akbar mengajak akang untuk bermain di dalam rumah. Sebelumnya akang selalu meninggalkan akbar dengan sembunyi-sembunyi untuk berangkat ke masjid. Namun kali ini istri akang menyarankan akang untuk mengajak akbar. Biasanya akang tidak berani membonceng akbar di motor karena kesulitan memegangnya. Akhirnya untuk pertama kalinya akang mengajak akbar ke masjid. Di komplek tempat akang tinggal belum mempunyai masjid sendiri sehingga akang biasa ikut di masjid perkampungan yang paling dekat ke rumah. Jarak dari rumah ke masjid kurang lebih empat ratus meter dan biasanya akang menggunakan sepeda atau berjalan kaki.

Sesampainya di masjid akbar terlihat begitu girang melihat banyak orang dan anak kecil seusianya. Apalagi Ketika mengikuti akang berwudhu, bajunya basah terkena air yang dimainkannya. Selama sholat berlangsung akbar seperti biasanya berusaha mengikuti gerakan sholat yang akang lakukan. Walau pada kenyataannya akbar hanya tengkurap ketika semua orang bersujud. Ketika semua orang berdiri akbar mondar-mandir walau jaraknya tak pernah jauh dari tempat akang berdiri. Mungkin karena ini adalah kali pertama di masjid itu akbar tak ikut-ikutan berlari-lari bersama anak-anak lainnya.

Membawa anak ke masjid mungkin hanya cerita biasa tapi bagi seorang bapak hal ini bisa memberi banyak kebahagiaan. Beberapa tahun sebelumnya akang hanya merasa iri ketika melihat tetangga berangkat ke masjid bersama anaknya. Anak yang minta digendong ketika sholat, menindih ketika bersujud dan membuat berisik ketika semua orang sedang khusyu selalu membuat akang sedih. Jika menyaksikan hal ini pikiran akang langsung teringat Gilang di rumah yang tak pernah diajak ke masjid. Banyak jamaah yang menyangka jika akang belum mempunyai anak sehingga ketika akbar diajak ke masjid untuk pertama kalinya mereka menyangka akbar adalah anak pertama akang.

Kehadiran akbar mulai mengisi kekosongan2 yang belum terisi bersama gilang. Akang seperti seorang bapak yang baru pertama kali mempunyai anak. Kini akang bisa merasakan bagaimana senangnya bermain bola atau bermain petak umpet bersama anak. Rumah yang berantakan dipenuhi mainan anak tidak lagi hanya khayalan. Sosok mungil akbar bisa menjadi penglipur lara yang ampuh setelah sekian lama mengarungi kehidupan bersama gilang. Gilang pun menjadi lebih bahagia karena dirumah selalu saja ada suara akbar yang menemani hari-harinya. Gilang dan akbar seolah sekeping koin yang diberikan Alloh kepada akang yang mempunyai dua sisi yang berbeda dan selalu mengiringi langkah akang kemanapun. Alhamdulillah Yaa Robb.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

28 Balasan ke Tentang Ruang Kosong

  1. Idah Ceris berkata:

    Pasti Masjid jadi tambah ramai karena ada Akbar. . .🙂
    Senangnya Akang, punya mereka yang bisa saling mengisi. .

    • abi_gilang berkata:

      Alhamdulillah…selalu saja ada penghibur yang diberikan Alloh kepada akang🙂 termasuk dukungan dari sahabat blogger seperti Idah🙂 Makasih ya atas dukungannya.

  2. Mita Alakadarnya berkata:

    saya selalu merasa salut sama orang tua yang mengajak anaknya ke masjid,,,

    • abi_gilang berkata:

      Butuh kesabaran mengajarkan anak adab2 di masjid.

      • Mita Alakadarnya berkata:

        iya pak,,,, terkadang saya bingung masalah adab di masjid bagi anak-anak ini,, di satu sisi baik untuk pembelajaran mereka dalam gerakan sholat, di sisi lain keributan yang mereka ciptakan bisa mengganggu jama’ah yang lain…

      • abi_gilang berkata:

        Justru itu butuh kesabaran , ngga apa2 kan Mita pernah dengar cerita Nabi SAW sedang menjadi imam sholat berjamaah, diceritakan cucu beliau Hasan dan Husein menindihnya ketika sedang sujud. Kemudian sahabat2 beliau menganggap Nabi sedang mendapat wahyu. Tetapi ketika selesai sholat Nabi mengatakan bahwa Dirinya tak ingin menyakiti hati Hasan dan Husein. Salah satu hikmah dari hadits tersebut adalah saran mengajak anak2 laki2 ke masjid dan bersabar untuk mengajarkan mereka adab2 di Masjid.

      • Mita Alakadarnya berkata:

        iya pak saya pernah dengar cerita itu,, nabi sujudnya lama karena di tindih cucunya ya…
        masalahnya di masjid dikampung saya ini, klu pas magrib santri yang mengaji di sana di suruh sholat berjamah, tujuannya untuk membiasakan sholat berja’ah di masjid, tapi tanpa pendamping orang tua masing-masing, hanya di dampingi guru ngaji mereka dan itu mereka sering membuat gaduh, dan mengganggu jamaah lain pak, terus itu gimana pak??

      • abi_gilang berkata:

        Terus terang akang juga belum faham cara mendidik anak kecil apalagi mendidik banyak santri🙂 , tapi akang yakin guru mengaji mempunyai cara dan trik yang jitu untuk mendidik anak2 kecil tentang adab2 di masjid.

  3. Orin berkata:

    terharu kang… walaupun kemudian bertanya2, kapan yah rumah Orin diberantakin sama anak2 kecil?🙂

  4. Diffa Imajid berkata:

    Alhamdulillah kang diajarkan ke masjid dari kecil😀

  5. yisha berkata:

    wah, akbar aktif ya kang?
    eh ya, kang, apakah kegiatan gilang apa aja kang? apakah gilang menulis dan menggambar setiap hari? ini kan bagus untuk melatih gerak motoriknya…….

  6. Mas Alifianto berkata:

    Senengnya kalau kemasjid sama anak

  7. oomguru berkata:

    anak-anak menjalani hari tanpa beban..
    gak kaya kita ya kang?! tiap hari pusing mikiran beras pulen
    hwehehehe..

  8. nengwie berkata:

    Mudah2an bisa mengemban amanah ya Kang..
    Eehh kangmas itu paling senang ngajak si bungsu ke mesjid, dibonceng naek sapedah… pokokna mah anak lalaki harus rajin ka mesjid…mudah2an jadi anak anu sholeh..aamiin.

  9. duniaely berkata:

    Senang ya Kang melihat mereka berdua🙂

  10. Mr.Fzx berkata:

    subhanallah, anak – anak mmg memberikan makna ya

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s