Menjemput Maut Di Negeri Impian

makam1
Tulisan pertama dari dua tulisan
Postingan kali ini akang akan menceritakan tentang keluarga akang sendiri. Akang adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Semua saudara akang laki-laki sehingga sering disebut dengan keluarga pandawa. Seperti keluarga lainnya sudah tidak heran jika tiap orang mempunyai karakter masing-masing. Terkadang karakter kami bisa bertolak belakang antara satu dan lainnya. Seperti kakak kedua akang bernama Aep, dia mempunyai sifat berani dan sayang dengan saudara. Sifat lainnya yang sering membuat akang jengkel adalah sulit diatur dan pelupa. Masih ingat dibenak akang saat dahulu masih sama2 sekolah SD dia sering memakai seragam akang yang bersih sedangkan seragamnya sendiri tidak dicuci. Ini terjadi karena seragam kami ukurannya tak jauh beda. Banyak kenangan bersamanya baik menyenangkan mauun menyebalkan. Kenangan yang kini hanya tinggal kenangan setelah kepergiannya yang tragis.

Tahun 2000 setelah dua tahun krisis yang melanda negeri ini membuat kehidupan keluarga kami begitu sulit. Akang sendiri baru bekerja di sebuah rumah sakit daerah dengan gaji hanya 300 ribu sebulan. Aep akhirnya memutuskan diri untuk mencari pekerjaan di negeri orang. Kesulitan mencari pekerjaan bagi seseorang yang hanya berijazah STM memang bukan isapan jempol belaka. Dengan berhutang kesana-kemari akhirnya dia bisa berangkat untuk bekerja di Malaysia. Entah di bidang pekerjaan apa dia bekerja, Aep adalah orang yang akang tahu tidak pernah ingin membebani keluarga jika menemui masalah apapun. Hanya berita-berita baik saja yang disampaikan jika keluarga menanyakan kondisi di perantauan. Ternyata dua tahun bekerja di Malaysia tidak memberi banyak perubahan kepada keadaan keluarga kami. Setelah lunas segala hutang terdahulu sisa bekerja di Malaysia hanya cukup untuk mendaftarkan adik bungsu akang kuliah di sebuah akademi kesehatan di Tasikmalaya.

Dengan sedikit sisa uang yang ada Aep memutuskan untuk menikah dengan seorang gadis pilihannya. Pernikahan yang tertunda selama kepergiannya ke Malaysia. Pernikahan yang sedikit dipaksakan karena Aep masih punya keinginan untuk bekerja diluar negeri. Kali ini Korea Selatan adalah tujuannya untuk mencari peruntungan. Keluarga dari gadis yang dinikahinya mendesak untuk melangsungkan pernikahan sebelum keberangkatan Aep ke Korea. Pernikahan berlangsung walau dengan sederhana namun penuh kebahagiaan. Tiga bulan berselang istri Aep hamil sementara proses keberangkan ke Korea masih berlangsung. Istri Aep tampaknya mengalami dilema yang berat dengan kehamilan ini. Semakin dekat waktu keberangkatan suami ke Korea semakin gundah pikirannya. Hal ini akhirnya menyebabkan janin yang dikandungnya mengalami keguguran ketika memasuki bulan kelima kehamilan. Aep bukannya tidak memikirkan keadaan sang istri, sempat dia berkata bahwa tekadnya kali ini untuk bekerja ke luar negeri untuk yang teakhir kalinya. Cita-citanya adalah mencari modal usaha yang hendak dirintisnya nanti sepulang dari Korea. Kepergian ke Korea akhirnya terlaksana diawal tahun 2003 melalui suatu perusahaan PJTKI yang ada di Jakarta.

Setahun di Korea, akang dan keluarga selalu mendapat kabar tentang keadaan Aep di Korea. Kabar pertama yang terdengar adalah tentang sulitnya beradaptasi dengan cuaca disana. Kabar lainnya turut menyusul dari mulai bagaimana etos kerja masyarakat Korea yang “gila kerja” serta beratnya beban pekerjaan yang dikerjakan sehari-hari. Belum lagi gaji yang banyak dipotong oleh berbagai pihak yang pada mulanya tidak pernah tertulis didalam perjanjian kerja. Tidak tahan dengan segala pungli yang dialaminya, Aep memutuskan diri untuk kabur dari perusahaan tempatnya bekerja. Kabur dari sebuah perusahaan yang telah mengikat kerjasama dengan PJTKI yang telah mengirimkan TKI ke luar negeri beresiko ditahannya surat-surat penting di perusahaan tersebut. Setelah kabur dari perusahaan otomatis Aep menjadi pendatang haram di negeri ginseng tersebut.

Menjadi pendatang illegal tidak menyebabkan Aep kehilangan pekerjaan. Di Korea banyak perusahaan yang mau mempekerjakan tenaga kerja illegal. Walaupun ada ancaman bagi perusahaan seperti ini namun murahnya upah tanaga kerja illegal, membuat pemilik perusahaan tak bergeming. Bagi tenaga kerja illegal bekerja seperti ini membebaskan mereka dari segala macam potongan dan pungli yang tidak jelas. Gaji yang diterima pun biasanya lebih tinggi setiap bulannya dan inilah yang menjadi pilihan Aep. Gaji lebih tinggi yang harus dibayar dengan perjuangan yang lebih keras. Menjadi pekerja illegal membuat Aep tidak tenang jika bepergian kemana-mana. Seringkali saat sedang bekerja tiba-tiba disuruh bersembunyi oleh pemilik perusahaan karena sedang ada razia dari pihak kepolisian. Kabar-kabar seperti ini tentu saja membuat keluarga akang menjadi khawatir tentang keadaan Aep disana.

14 April 2004
Dilantai dua sebuah masjid, akang sedang khusyu mengikuti kajian Islam yang rutin dilakukan. Tiba-tiba ponsel didalam saku terasa bergetar. Saat dilihat nomer pemanggil adalah kakak sulung akang di Sumedang, akang meminta ijin untuk memisahkan diri dari pengajian yang sedang berlangsung. Kabar yang mengejutkan dari kakak sulung akang bahwa Aep meninggal dunia lima jam sebelumnya. Dunia seolah berhenti berputar, seorang kakak kandung meninggal ditempat yang ribuan kilometer jauhnya dari rumah. Bagaimana keadaan ibu dan keluarga di Sumedang mendengar kabar ini. Bagaimana keadaan Aep yang notabene adalah seorang pendatang haram disana. Bisakah jasadnya dipulangkan ke rumah. Ribuan pertanyaan langsung memenuhi pikiran akang ketika itu. (Bersambung….)

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Menjemput Maut Di Negeri Impian

  1. Idah Ceris berkata:

    Senang ya, kang, punya banyak saudara.
    Aku sangat kagum dengan Aep. Meski masih dibawah kendali PJTKI, tapi dia masih peduli dengan pendidikan adiknya.

    Aep, semoga Kang Aep diberi tempat yang terindah olehNya ya, Kang. Sungguh mulia dia. . .

  2. Ping balik: Kembalinya Bima Kepada Pandawa | Belajar Kehidupan

  3. duniaely berkata:

    Semoga seluruh keluargany aAep diberi kekuatan ya Kang

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s