Tak Se-smart Ponselnya

TERLAMBAT

Masih ingat waktu akang kehilangan ponsel sekitar sebulan yang lalu ? Walaupun telah dikembalikan oleh Pak Yongki Komaladi namun akang tidak bisa menggunakannya karena ponsel tersebut telah rusak. Sejak saat itu akang tidak memiliki dan menggunakan ponsel samasekali. Setelah sekian tahun terbiasa menggunakan ponsel dan secara tiba-tiba kehilangannya sungguh banyak hal yang bisa diceritakan. Hal pertama adalah protes dari teman kerja akang yang selalu kesulitan jika ingin menghubungi akang diluar jam kerja. Korbannya tentu saja istri akang yang harus selalu menjawab penelepon yang ingin menghubungi akang. Akang sulit dihubungi jika tidak berada dirumah atau tidak sedang bersama istri.

Istri akang sempat protes dan meminta agar akang segera membeli ponsel, namun akang menundanya dengan alasan ingin mencoba tak menggunakan ponsel (padahal aslinya sih nggak punya duit:mrgreen: ). Ada sedikit rasa takut saat pertama kali memutuskan untuk tidak memiliki ponsel. Takut begini –takut begitu menghinggapi pikiran akang. Sebagian besar timbul karena perasaan “sok jadi orang penting” akang yang merasa selalu dibutuhkan orang lain. Kekhawatiran yang muncul pada kenyataannya tidak menjadi kenyataan samasekali. Tidak memiliki ponsel ternyata biasa-biasa saja. Teman yang ingin menghubungi akang bisa menghubungi saat akang di tempat kerja atau di rumah. Memang dikedua tempat itulah sebagian besar waktu yang akang lewatkan. Jadi jika ada yang bilang “hari gini nggak punya ponsel, apa kata dunia? (dengan tanda tanya yang paling besar)” maka akang akan menjawab “ biasa aja tuh” (dengan ekspresi wajah yang lurus selurus permukaan air).

Kesulitan menjadi orang tak ber-ponsel tidak banyak seperti yang dikhawatirkan, salah satunya adalah tentang kesukaan akang ngeblog. Kegiatan ngeblog menuntut akang untuk selalu mencari ide tentang tulisan yang akan diposting di blog. Ide tulisan sendiri seringkali muncul ditempat dan saat yang tidak bisa ditentukan. Bisa disaat berkendara, mengantri atau bahkan saat diam sekalipun. Para penulis sukses banyak memberikan saran bahwa ketika mendapat suatu ide maka ikatlah ia dengan tulisan. Bukan tulisan yang panjang tetapi hanya inti dari ide itu sendiri baik berupa kalimat atau hanya satu frasa sekalipun. Hal ini sangat bermanfaat karena jika ide-ide telah menumpuk terkadang hilang begitu saja ketika hendak dituangkan kedalam sebuah tulisan. Akang sendiri biasa menuliskan ide-ide tersebut didalam layanan draft SMS kemudian jika ada waktu luang untuk menulis maka ponsel tersebut dijadikan contekan. Jadi sejak tidak menggunakan ponsel akang kembali harus membawa buku catatan saku dan sebuah pulpen tentunya jika pergi kemana pun.

Ada pelajaran berharga lain yang akang dapatkan dengan tidak ber-ponsel. Seringkali akang janjian dengan teman dan mengajak bertemu disuatu tempat pada waktu yang ditentukan. Jika terlambat dari waktu yang dijanjikan untuk bertemu maka dengan mudahnya akang memberitahu lewat telepon bahwa akan terlambat ditempat tujuan. Tidak peduli walaupun teman akang telah bosan menunggu lama seolah dengan menelepon kita telah menebus dosa keterlambatan kita. Nah saat tidak menggunakan ponsel akang tidak bisa berbuat demikian sehingga akang dipaksa untuk selalu menepati janji yang telah disepakati. Walaupun dengan resiko jika teman akang yang terlambat maka akang yang harus menunggu tanpa bisa mendapat konfirmasi apapun.

Menyangka akang benar-benar tidak ingin menggunakan ponsel lagi, istri akang diam-diam membelikan sebuah ponsel. Tahu kesukaan akang ngeblog dia pun memilihkan ponsel yang bisa digunakan untuk keperluan tersebut. Mengingat harga ponsel yang bisa digunakan untuk banyak keperluan berharga cukup mahal, istri akang tak kehilangan akal untuk membeli ponsel buatan China yang terkenal murah untuk spek ponsel yang lumayan komplit. Dengan harga yang tak lebih dari sejuta rupiah, sebuah ponsel ber-platform android kini akang gunakan. Senang sekali rasanya dibelikan ponsel yang tidak hanya bisa digunakan untuk menelepon dan SMS-an. Apalagi diberikan sebagai kejutan (walau sedikit terpaksa) dari istri tercinta. Ngeblog menggunakan ponsel ternyata tidak semudah menggunakan komputer seperti yang biasa akang lakukan. Bahkan akang sempat membuat postingan kebablasan di blog akang karena ternyata akang belum sepintar ponselnya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

18 Balasan ke Tak Se-smart Ponselnya

  1. Larasati berkata:

    larass klu lagi males megang hape yah tak tinggal begitu ajah hehe apalagi klu lg sakit, hape tak matiin….😀

  2. bundamuna berkata:

    toss dulu akang.. aku jg pake android😀
    aku juga otodidak kok dari pertama pakai, untungnya gak sampai kebablasan kayak akang..😛
    sekarang malah 80% kegiatan nge blog aku jabanin pake hape, bisa kapan aja aku punya waktu luang soalnya.. upload foto utk melengkapi tulisan bisa cepet, untuk edit tulisan juga bisa cepet, untuk blog walking juga lumayan nyaman.. hehe

  3. bulz berkata:

    Hehe, hp canggih sekarang bkn aku males kang. Males bawa notes karena ada aplikasinya. Males nginget tanggal, waktu dll karena ngerasa punya reminder. Males bawa alat tulis karena ngerasa semua bisa terwakili dengan hp canggih. Sekali waktu mungkin aku perlu waktu “libur” kayak akang. Keuntungannya ketika hp mati, bisa ilang sebentar😀 dari rutinitas.

  4. lambangsarib berkata:

    Ingat masa lalu. Dulu kalau telp mencari seseorang dan tidak mendapatinya paling titip pesen, Sekarang menelpon berulang ulang, sms terkadang malah marah marah sendiri.

  5. duniaely berkata:

    selamat buat ponsel barunya Kang😛

  6. della berkata:

    Karena belum biasa, Kang. Sering-sering latihan aja, nanti juga biasa. Android base itu enak banget lho, hati-hati ketagihan🙂

  7. pursuingmydreams berkata:

    Selamat buat ponsel barunya akang😉. Untuk urusan nulis di blog klo saya lebih nyaman di komputer, klo mau berkunjung ke blog teman-teman baru melalui hp jadi bisa dimana saja baca blog teman2😉.

  8. yisha berkata:

    oooooooooooo…………

  9. ~Amela~ berkata:

    wah.. ponsel baru ya kang.. tar lama2 bisa makenya kok, kan tergantung kebiasaan

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s