Warisan

SEPEDA

Salah satu keuntungan mempunyai anak sama jenis kelaminnya adalah bisa mewariskan barang sang kakak kepada adiknya. Dari mulai baju hingga aksesoris lainnya yang masih layak pakai dan belum dibuang. Begitu pula Akbar yang juga banyak mewarisi barang milik Gilang. Kegiatan terapi Gilang yang pada awalnya mencapai 3 kali dalam seminggu memaksa akang untuk menyediakan stok baju sedikit lebih banyak. Istri akang bilang kasihan Gilang jika terapi memakai baju yang itu-itu terus. Jika di rumah sih nggak masalah bajunya pake yang lusuh atau robek tetapi saat terapi diusahakan memakai baju yang layak pandang.

Baju anak-anak biasanya gampang rusak dan kotor karena dipakai bermain. Hal ini tidak terjadi pada baju-baju Gilang yang tak pernah bermain sehingga baju Gilang tidak dipakai lagi jika memang sudah tidak muat. Baju-baju bekas Gilang kini dipakai oleh Akbar dengan kondisi yang masih bagus. Kami hanya tertawa jika melihat foto Akbar sedang memakai baju Gilang kemudian dibandingkan dengan foto Gilang dahulu dengan baju yang sama. Si Uwa pengasuh bahkan sering protes karena Akbar jarang dibelikan baju baru. Terkadang Akbar disebut “anak sisa” karena apa-apa yang dia pakai kebanyakan memang bekas dipakai Gilang dahulu.

Salahsatu barang lain yang diwarisi Akbar adalah sepeda. Sebenarnya sepeda ini dibeli atas saran terapis sebagai alat bantu untuk melatih kemampuan Gilang berjalan. Saat membuat postingan ini akang mencari tulisan akang tentang sepeda untuk Gilang yang ternyata ber-tanggal 11 juni 2011. Hampir dua tahun usia sepeda ini sejak dibeli pertama kali. Sepeda yang pada mulanya telah akang modifikasi untuk keperluan terapi kini dikembalikan kepada kondisi asal. Sejujurnya proyek sepeda khusus untuk Gilang tidak berjalan sesuai harapan. Modifikasi yang rumit sulit dibuat karena akang tidak menemukan tukang las yang benar-benar mengerti apa yang akang inginkan dengan sepeda tersebut. Sementara itu semakin lama ukuran sepeda menjadi terlalu kecil untuk Gilang. Alhasil sepeda tersebut tidak pernah dipakai samasekali.

Kini Akbar sudah mulai menginginkan sepeda. Si Uwa pengasuh beberapa kali memberi laporan jika Akbar berebut sepeda milik teman bermainnya. Akang pun akhirnya mengeluarkan sepeda Gilang dari “pertapaannya” untuk digunakan oleh Akbar. Tentu saja Akbar merasa senang mendapat sepeda “baru” untuk bermain sehingga sekarang Akbar tidak perlu lagi berebut dengan teman bermainnya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Warisan

  1. bulz berkata:

    Hahaha jadi inget, banyak dpt limpahan barang warisan dari kakak pas jaman kuliah krn jurusannya pakai peralatan yg sama😀

  2. duniaely berkata:

    senengnya jadi Akbar ya Kang😛

  3. Ketykeket berkata:

    sebagai anak kedua saya juga sering dapat warisan abi gilang ^_^

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s