Dongeng Bayangan

bayang

Anak kecil adalah mahluk yang tercipta untuk bermain. Dunia mereka seluruhnya hadir sebagai tempat bermain. Dari sejak membuka mata di pagi hari hingga memejamkan mata di malam hari tak ada waktu terlewat tanpa bermain. Hanya tidur yang mampu menghentikan kegiatan bermain mereka. Bahkan mungkin dunia mimpi mereka pun diisi dengan dunia bermain. Sebagai orang tua yang mempunyai putra berusia dua tahun, akang sering merasa takjub dengan energi yang dimiliki anak kecil untuk bermain. Selain rasa takjub akang juga dipusingkan dengan mengarahkan energi bermain anak agar semua permainan yang dilakukan dapat melatih keterampilannya.

Masih teringat oleh akang kata-kata Dr Luh (dokter-nya Gilang) bahwa seorang anak akan mencapai kesempurnaan dalam berjalan setelah melakukan sekurangnya enam juta langkah. Hal ini juga yang terus memberi semangat akang untuk tetap mengimbangi gerak Akbar jika sedang bermain. Jika menuruti rasa lelah tentu saja akang akan berusaha menghentikan kegiatan Akbar. Namun hal ini akan mengurangi kesempatan Akbar mencapai tumbuh kembang yang baik. Sudah menjadi watak anak-anak jika menyukai sesuatu maka mereka akan meminta berulang kali hingga merasa bosan. Begitupun dengan berbagai macam permainan yang akang perkenalkan kepadanya.

Akhir-akhir ini permainan yang sedang disukai Akbar adalah mendongeng sebelum tidur ditemani bayangan bebek. Hampir setiap malam sebelum tidur Akbar meminta akang untuk bermain bayangan bebek. Pada mulanya akang hanya teringat dengan permainan akang saat kecil. Bersama saudara akang sering bermain bayangan tangan dengan membentuk berbagai macam benda. Bayangan yang dahulu biasa dimainkan adalah bayangan burung, kelinci dan kepala kuda. Sebenarnya akang hanya membentuk sebuah bayangan yang paling sederhana dengan menggunakan sebelah tangan. Saat Akbar melihatnya dengan spontan dia mengatakan itu adalah bebek.

Akang mendongeng dengan diiringi suara yang dibuat mirip dengan suara tokoh kartun Donald Duck. Akang bisa ngoceh nemenin Akbar selama lima belas menit hingga setengah jam sebelum tidur. Terkadang Akbar berusaha menangkap bayangan yang ada di dinding, Akang pun memindahkan bayangan ketempat lain sehingga Akbar akan terus mengejar bayangan bebek yang ada didinding. Jika sudah demikian kami tertawa bersama menyongsong malam. Bermodal senter kecil dan memadamkan lampu kamar maka permainan sederhana ini bisa mengantar akbar tidur tanpa terlebih dahulu bersikap rewel. “…wek…wek….wek…ayo Akbar sekarang waktunya tidur…wek…wek..”

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Dongeng Bayangan

  1. Alahmdulillaah…., penting dan berkesan sekali itu, Kang, mendongeng sebelum tidur, apalagi pake bayangan senter segala.

  2. papapz berkata:

    wah seru juga yaaa hehe anak saya baru 15 bulan dan baru bisa jalan… emang bener kalau anak-anak waktunya bermain dan bermain.. saya juga sering membiarkan anak bereksplor selama itu tidak membahayakan🙂

  3. Noorma berkata:

    aku juga mau dunk di dongengin sebelum tidur.. ahihi

  4. evakasih berkata:

    aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

  5. Mita Alakadarnya berkata:

    akhir2 ini saya sama temen2 sering mainan kayak gitu pak,,,
    tapi pake proyektor,,,
    ide itu muncul pas kita lagi rapat serius gitu, eh tiba2 salah satu teman saya bikin bayangan kepala kuda di layar proyektor, bukannya ke ganggu malah kita bisa seru-seruan, jadinya keterusan dech…🙂

  6. duniaely berkata:

    Beruntungnya Akbar dapat dongeng terus sebelum tidur😛

    • abi_gilang berkata:

      Sebenarnya bukan benar-benar dongeng Mba Elly, akang hanya cerita aja apa yang dilakukan akang siang harinya, tak peduli Akbar mengerti atau tidak dengan yang akang ceritakan🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s