Cerita Sarung

SARUNG

Sarung adalah sebuah benda yang bisa jadi telah bersama akang sejak dilahirkan. Sebagai orang kampung, sejak bayi akang biasa diayun menggunakan kain sarung yang diikat dengan tambang. Tambang kemudian diikatkan pada kusen pintu yang terdapat lubang angin diatasnya. Jika tidak terdapat lubang angin maka tambang diikatkan pada paku yang sengaja dipasang. Bayi-bayi dikampung memang terbiasa diayun dengan maksud agar tidurnya lebih nyenyak. Sementara ibu mereka bisa mengerjakan pekerjaan lainnya selama bayinya tidur seperti mengerjakan pekerjaan dapur atau mengurus anak lainnya yang lebih besar. Ibu akang sendiri seorang ibu rumah tangga dengan lima orang anak yang semuanya laki-laki. Selisih usia kami tidak jauh berbeda yaitu dua atau tiga tahun. Tentu terbayang kerepotan ibu saat kami masih kecil.

Pada saat mulai belajar mengaji, sarung juga menjadi salah satu aksesoris wajib bagi anak-anak. Banyak macam permainan yang kami mainkan dengan alat utamanya adalah sarung. Memainkan karakter ninja adalah permainan yang paling umum dilakukan. Caranya sangat mudah yaitu dengan melebarkan sarung didepan badan. Ikatkan ujung kain atas sarung dikepala dengan tinggi sejajar dengan mata. Setelah terikat kurung badan dengan kain sarung kemudian jadikan ujung sarung atas tadi sebagai lubang untuk penglihatan. Setelah “menjadi” ninja maka permainan selanjutnya bakal tidak jauh dari aksi silat-silatan.

Permainan lain adalah menggunakan sarung sebagai buaya. Caranya sarung ditutupkan ke badan. Ujung sarung dilipat membentuk persilangan di belakang kepala. Ujung lipatan atas dipegang tangan kanan sedangkan ujung lipatan yang lain dipegang tangan kiri. Posisikan kedua tangan didepan dengan memegang ujung sarung sehingga membentuk seperti mulut buaya. Buka-tutup “mulut buaya” dengan cara membuka dan menutup kedua tangan didepan muka ( kalau bingung liat gambar aja deh😆 )

Permainan yang paling kasar tentu saja dengan menjadikan sarung sebagai pentungan. Hanya dengan membuat ikatan disalah satu ujung kain sarung maka sarung pun kini berubah menjadi senjata untuk saling memukul. Ujung sarung yang diikat menjadi bandul yang cukup menyakitkan jika dipukulkan ke tubuh teman lainnya. Seringkali permainan ini berakhir dengan serius ketika salah satu pihak menangis dan kami pun mendapat hukuman dari guru ngaji.

Drum melayang adalah salah satu permainan lain yang menggunakan sarung. Untuk memainkannya cukup sulit sehingga hanya dimainkan oleh anak yang sudah besar. Caranya dengan membuka sarung menjadi lingkaran yang selajutnya diselendangkan dipundak sebelah kanan. Tangan kanan memegang sarung, lepaskan sarung ke udara sambil tangan berusaha membuat sarung tersebut memutar ketika terlepas. Jika lemparan dan putarannya tepat maka di udara sarung akan terbuka dan melebar membentuk drum yang berputar di udara. Semakin sempurna bentuk drum dan semakin lama berputar diudara maka hati kami pasti akan semakin gembira.

Kini dengan sarung akang juga bisa bersenang-senang bersama Akbar dan membuatnya tertawa. Walaupun pada mulanya Akbar takut ketika akang “menjadi” buaya atau ninja. Namun setelah itu malah dia sendiri yang ingin menjadi buaya “sarung” dan ninja “sarung”. Permainan yang paling disukai Akbar adalah menjadikan sarung sebagai perahu. Akang dan Akbar berada dalam satu sarung kemudian kami berpura-pura sedang berada dilaut yang diombang-ambing oleh ombak. Jika telah capek bermain sarung maka Akbar pun akan tertidur dengan cepat dan terkadang tidak mau melepaskan sarungnya. Begitulah kisah akang bersama sarung, akang yakin sahabat blogger juga punya cerita tentang sarung yang lebih seru.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

21 Balasan ke Cerita Sarung

  1. Noer berkata:

    Saya ingat dulu semasa kecil, bagaimana saya harus belajar memakai sarung dengan belajar menggulung di perut dengan gulungan sekecil mungkin. Kalo gulungannya masih besar dan tidak rapih, pak gurungaji bilang belum lulus. Salam dan sukses selalu sobat…

  2. nyapurnama berkata:

    hahaha waktu kecil paling suka mainan sarung jadi pentungan.. *ketahuan barbar nya =))

  3. pursuingmydreams berkata:

    Lucu juga akang😀, saya lagi kecil juga sering main sarung gitu akang, caranya buat sarung buaya persis yg akang tulis😉.

  4. Masya berkata:

    hihihi.aku dulu sering main ninja ninja kang

  5. luxi89soulmate berkata:

    wahhh..asik y kang…kalo aku dulu suka pake sarung ninja..btw, sarung kan j salah satu khas indo…knpa g pernah dijadiin mode gitu ya?tinggal dikreatifin aja “:D

  6. duniaely berkata:

    serba guna ya kang sarungnya🙂

  7. kang Rahmat berkata:

    sarung ya kang?

    jadi inget ini barang pasti dibeiin ortu kalo lagi lebaran tiba..

  8. kangyan berkata:

    kang kapungkur nuju alit tah pami ngagge sarungteh sok di beubeuran da sieun morosot hehe….

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s