Pesta Di Alun-alun Negara

MONAS

Pagi hening terhenyak. Mendengar suara meriah membahana. Menyebar bersama angin membawa kabar. Memanggil ke setiap jalan. Gang. Ruang. Ada pesta di alun-alun negara. Anak-anak merengek.  Mengajak orang tuanya turut serta. Sementara sang ibu sibuk mencari topeng. Didalam karung beras tak berisi. Di periuk nasi yang terbalik. Dan sang ayah bergegas menghabiskan teh manis tak bergula. Hidup memang pahit. Tapi ini pesta di alun-alun negara. Tempat yang tak menyisakan ruang untuk wajah murung. Tempat semua wajah menyunggingkan senyum. Walau harus bertopeng. Para topeng saling tersenyum. Melihat topeng lain tak ada beda.

Pesta di alun-alun negara. Tempat anak bercengkrama. Tentu saja mereka tak bertopeng. Topeng yang selalu tersenyum. Pesta ini untuk mereka. Yang tak mengerti arti periuk nasi tanpa isi. Karung beras yang sudah tandas. Tak seperti orang dewasa yang sibuk merapikan topengnya. Padahal semua orang sibuk dengan topengnya sendiri. Sambil berharap semoga pesta tak berakhir. Dan periuk nasi tanpa isi hanya mimpi.

Posted from WordPress for Android

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Pesta Di Alun-alun Negara

  1. duniaely berkata:

    nggak capek ya pakai topeng ?😛

  2. Idah Ceris berkata:

    Ini pesta bertopeng ya, KAng. Hihihi

  3. Heru Piss berkata:

    “Kenapa harus selalu menggunakan topeng..?? sampai kapan topeng itu akan dilepaskan..??
    Apakah tidak lebih bagus tanpa topeng..??”..

    heheee,, sedikit nambahi biar seru..

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s