Sebuah Perjalanan

terapi1

Sudah cukup lama ternyata akang tidak membuat postingan tentang Gilang. Membuat akang sedikit merasa bersalah mengingat kehadiran blog Belajar Kehidupan ini dimaksudkan utamanya untuk berbagi cerita tentang Gilang sebagai anak penyandang Cerebral Palsy. Menyaksikan berita hari ini tentang gubernur Jokowi yang blusukan ke fasilitas publik bersama dengan komunitas difable membuat akang teringat dengan keseharian akang bersama Gilang. Sebagai penyandang Cerebral Palsy telah lama Gilang menggunakan kursi roda. Berbicara tentang fasilitas publik di jakarta khususnya memang sangat tidak mengakomodasi para difable (penyandang cacat). Jika hendak mengajak Gilang ke suatu tempat maka hal pertama yang paling akang pertimbangkan adalah kenyamanan fasilitas untuk orang dengan kursi roda. Sewaktu Gilang masih kecil hal ini tidak terlalu menjadi kendala karena jika di suatu tempat tidak terdapat fasilitas untuk pengguna kursi roda maka akang akan menggendong Gilang. Namun kini akan sulit dilakukan mengingat berat tubuh Gilang yang semakin bertambah.

Sebuah pertanyaan yang berasal dari teman-teman akang dalam keseharian maupun di dunia maya “Gilang sudah bisa apa sekarang?”, selalu saja mendapat jawaban yang sama “Yaa gitu-gitu aja”. Harus akang akui dengan malu-malu bahwa kehadiran Akbar sedikit banyak membagi perhatian akang dan istri terhadap Gilang. Saat ini untuk menjalani terapi Gilang benar-benar bergantung kepada akang. Jika saat jadwal terapi akang sedang masuk kerja dipastikan Gilang tidak bisa terapi karena tidak ada yang mengantar. Dahulu sebelum ada Akbar, si Uwa pengasuh masih bisa membawa Gilang menggunakan angkutan umum jika akang sedang bekerja. Setelah ditempat terapi maka segala urusan administrasi dan lainnya diurus istri akang. Maklum saja tempat terapi Gilang adalah di rumah sakit tempat istri akang bekerja. Saat akang bekerja dengan jadwal shift maka akan lebih mudah mengatur jadwal kerja untuk disesuaikan dengan jadwal terapi Gilang. Tidak seperti jika akang sedang bekerja harian, Gilang hanya bisa terapi di hari sabtu dimana akang sedang libur.

terapi2

Berkendara dengan membawa seorang anak penyandang Cerebral Palsy tidaklah semudah yang dibayangkan. Jika akang terpaksa harus sendirian mengantar Gilang terapi maka Gilang akan ditempatkan di jok tengah. Posisi Gilang ditidurkan karena memang belum bisa duduk. Untuk mencegah Gilang terguling diantara jok tengah dan depan maka dihalangi dengan bantal besar. Hal ini harus dilakukan karena akang pernah membuat Gilang terjatuh ketika melakukan pengereman mendadak. Gilang akan merasa nyaman selama perjalanan jika diberi susu botol namun sayang Gilang akan kesulitan jika botolnya terlepas dari tangannya. Oleh karena itu selama perjalanan akang seringkali harus berhenti untuk membetulkan posisi botol susu jika terlepas. Perjalanan yang dalam keadaan normal hanya ditempuh dalam waktu satu jam bisa molor hingga satu setengah jam. Setelah sampai di tempat tujuan maka tugas pun beralih kepada kursi roda untuk membawa Gilang melakukan terapi.

Sebuah perjalanan yang telah puluhan bahkan mungkin ratusan kali akang lakukan bersama Gilang. Perjalanan yang selama ini selalu mengisi hari-hari dalam kehidupan akang. Perjalanan yang akang harap menjadi bukti bahwa akang tak pernah menyia-nyiakan titipanNya. Perjalanan yang tak pernah tahu sampai kapan akan berakhir.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Sebuah Perjalanan

  1. andhien berkata:

    Perjalanan yang mengantarkan kita ke surganya Allah jika kita ikhlas menjalaninya….
    Semoga…. amien…

  2. yisha berkata:

    gilang terlihat cakep di pic kali ini…….

  3. Orin berkata:

    Sebagian kesulitan adalah penghapus sebagian dosa, begitu katanya ya Kang. Semoga Akang dan Gilang sehat selalu^^

  4. ~Amela~ berkata:

    di indonesia ini fasilitas umumnya memang masih jarang yang ramah terhadap para difable, semoga aja segera ada perbaikan.
    gilang semoga sehat terus, dan perjalanannya semoga lancar terus ya kang, ga ada halangan dan hambatan supaya terapi gilang pun lancar😀

    • abi_gilang berkata:

      Harapan yang cukup muluk2🙂 maklum saja buat orang normal aja sering nggak dipikirin apalagi buat difable😆 Tapi tetap terima kasih atas dukungannya🙂

  5. wahhh….Gilang dah tambah besar…..salam tuk Gilang ya kang….Doa saya untuk Gilang.
    Apapun adanya…cinta akan membuatnya sempurna…..keep smile…..
    salamhangatselalu…..

  6. Ketykeket berkata:

    semoga dedek gilang sehat terus, ketawa terus..cepet gede biar makin cakep,,^^

  7. pak bakul berkata:

    kesabaran akan berbuah manis Sob..

  8. pursuingmydreams berkata:

    Gilang ga gitu-gitu aja kang, tambah besar berarti ada kemajuan dong.
    Semoga Gilang selalu sehat ya🙂.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s