Rantang Terbang Yang Hilang

rantangGambar comot disini

Puasa ramadhan selalu mempunyai cerita bagi siapapun yang menjalankannya. Cerita yang ingin akang bagikan adalah tentang cerita menyambut puasa sewaktu kecil. Salahsatu cerita seru adalah kebiasaan saling memberi makanan antar saudara dan kerabat pada hari-hari menjelang puasa. Mengantarkan makanan menggunakan rantang berisi nasi dan lauk-pauk lainnya. Rantang yang digunakan biasanya bersusun empat. Satu wadah berisi nasi, satu wadah berisi ikan berkuah atau paling bagus daging. Dua wadah lainnya berisi lauk-pauk lainya dan sayuran. Saking banyaknya orang yang mondar-mandir membawa rantang makanan sehingga disebut musim rantang terbang.

Orang tua akang sendiri biasa menyuruh akang dan saudara yang lain untuk mengantarkan makanan ke rumah kerabat. Memberikan makanan ini tidak hanya kepada kerabat yang tinggal satu kampung tetapi juga kepada kerabat yang tinggal di kampung yang cukup jauh. Untuk mencapai rumahnya akang harus naik angkutan umum. Inilah yang membuat akang senang mengantarkan makanan kepada kerabat yang tinggalnya jauh. Naik mobil meskipun hanya angkutan umum adalah kesenangan tersendiri bagi anak kampung seperti akang.

Tetapi ada juga kerabat yang rumahnya jauh di kaki bukit. Untuk mencapainya harus dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Akang dan saudara paling malas jika disuruh mengantarkan makanan ke rumah kerabat yang sepeti ini. Apalagi jika kerabat tersebut sedang tidak berada di rumah maka akang pun harus menunggunya hingga datang. Pernah suatu kali karena merasa kelamaan menunggu, akang bersama seorang kakak sepakat untuk menghabiskan makanan dalam rantang. Sesampainya di rumah kami bilang bahwa makanannya sudah diantarkan. Namun dibelakang hari kelakuan kami ketahuan dan mendapat hukuman dari orang tua.

Seringkali kerabat yang dikirimi makanan akan mengisi lagi rantang tersebut dengan makanan yang tidak jauh berbeda. Sambil berpesan agar disampaikan permohonan maaf kepada orang tua karena tidak bisa mengantarkan sendiri. Akang sendiri sering bertanya dalam hati mengapa orang tua harus repot-repot mengantarkan makanan seperti itu kepada kerabat lain. Apalagi terkesan hanya saling menukar makanan saja. Kejadian lucu pun sering terjadi, terkadang kita menerima dari saudara lainnya naun karena dirumah juga sudah banyak makanan maka makanan tersebut diberikan lagi untuk saudara yang lainnya . Kejadian seperti ini rupanya dilakukan juga oleh saudara lainnya sehingga makanan yang kita masak bisa balik lagi ke tempat kita dengan beda kemasan.

Kini akang menyadari ternyata mengantarkan makanan menjelang puasa merupakan tanda penghormatan kepada saudara dan kerabat. Tanda kasih sayang yang nilainya bukan sekedar makanan belaka.
Akang begitu merindukan kebiasaan saling mengirim makanan dalam rantang. Di kampung akang sendiri sudah jarang ditemukan orang-orang menenteng rantang saling mengantar makanan menjelang bulan puasa. Padahal dengan saling mengantar makanan akan semakin mempererat persaudaraan.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Rantang Terbang Yang Hilang

  1. Ronny Flowers berkata:

    Maleman, adalah tradisi bagi-bagi makanan ke tetangga kiri kanan, dan juga sanak kerabat. Tradisi ini berawal dikarenakan iming-iming pahala yang indah buat siapa saja yang mau memberi makanan orang lain untuk berbuka puasa. Dan iming-iming lain yang tak kalah indahnya, yaitu jika dilakukan bertepatan saat Lailatul qadar maka pahalanya akan berlipat kali seperti beramal dalam seribu bulan.

  2. wahhh….
    akang….saya dah nungguin rantangnya dari kemaren….
    koq gak datang2……. hiks…hiks….😀
    btw…berbagi itu memang indah…!
    salamhangat

  3. sakura suri berkata:

    kaya legenda danau toba ya kang.
    makanannya akang abisin dulu.
    curanggg haha..
    aku malah baru tau ada tradisi ini. unik.😀

  4. duniaely berkata:

    rantangnya cantik ya kang😛

  5. Heru Piss berkata:

    Indahnya berbagai saat Ramadhan,,,
    Semoga lancar dan penuh berkah ibadahnya di bulan ramadhan ini ya kang.. amin

  6. nyapurnama berkata:

    dulu juga aku suka mikir kayak gitu kang “ga penting banget deh tuker-tukeran makanan” tapi sekarang setelah gede dan hampir ga pernah ada lagi tradisi kirim-kiriman makanan, jadi kangen juga…

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s