Sepi

“Salam untuk semua keluarga dirumah, Pak Basir!”
Itulah kalimat terakhir yang diucapkan sipir penjara. Basir melangkah melewati gerbang penjara yang telah dihuninya selama dua puluh tahun karena tuduhan subversif. Tak seorangpun sanak saudara yang menjemputnya. Basir bahkan sudah lupa kapan terakhir dijenguk saudaranya belasan tahun yang lalu. Diusia yang menginjak angka enam puluh tiga, warna rambutnya memudar seiring pudarnya harapan menjalani sisa hidupnya.

banner-kontes-unggulan-63-300x214

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

54 Balasan ke Sepi

  1. nandobase berkata:

    Ini untuk GA ya, Kang? Saya udah liat beberapa cerita super pendek di blog lain. Mudah-mudahan menang ya, Kang…🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s