Satu Jejak Sejuta Cinta

JEJAK CINTA

Sebuah kiriman paket buku yang ditunggu-tunggu akang terima hanya beberapa hari menjelang lebaran. Hadiah buku dari Pak Lambang ini diterima setelah sebelumnya kami saling berkomunikasi lewat sms untuk menanyakan alamat akang. Sebuah buku berjudul “Jejak Cinta” dengan pengarangnya tentu saja Pak Lambang Saribuana sendiri. Buku ini diterbitkan oleh Indie Publishing dengan tebal 163 halaman. Sedikit disayangkan karena akang menerima buku ini disaat yang kurang pas. Hari-hari menjelang lebaran akang masih pontang-panting mengejar target tilawah agar diakhir Ramadhan bisa khatam qur’an. Dengan sangat menyesal buku tersebut harus parkir sementara di rak buku akang.

Seminggu sudah lebaran usai, buku dari Pak Lambang akhirnya bisa akang nikmati setelah kesepian dirumah karena ditinggal mudik. Buku Jejak Cinta dikategorikan buku parenting karena berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan anak. Tapi pembaca tidak akan disuguhi kalimat-kalimat petuah yang terkesan menggurui selama menikmati buku ini. Dalam “jejak cinta”, Pak Lambang tidak menggunakan alur maju dalam penulisannya. Tulisan dibuat terpisah seperti dalam postingan di blog. Hal ini membuat akang sebagai pembaca tidak mudah bosan dalam membaca. Terdapat tulisan ringan dan membuat akang tersenyum sendiri saat membacanya. Beberapa tulisan lainnya lebih serius berisi pemikiran Pak Lambang terutama dalam hal mendidik putri tercintanya.

Beberapa judul didalam buku memang telah akang baca didalam postingan blog Pak Lambang. Namun dengan membaca bukunya akang mendapat gambaran lebih utuh tentang pemahaman Pak Lambang dalam hal mendidik anak. Putri Pak Lambang yang berusia tiga tahun memang menjadi sentral dari semua cerita dalam buku. Akang yang juga mempunyai anak berusia dua tahun bisa lebih menikmati tulisan dibuku karena banyak kejadian yang juga dialami akang sendiri. Selain itu ada satu kesamaan dibalik semua tulisan Pak Lambang dalam bukunya. Entahlah tebakan akang ini benar atau tidak hanya penulis yang tahu. Dalam semua tulisannya Pak Lambang tidak sekalipun mencoba mewakili pemikiran Sang Istri (The Rising Star). Hal ini bukan dikarenakan tidak ada peran istri didalam kehidupannya. Akang berpendapat Pak Lambang sengaja membiarkan “lubang” ini tetap terbuka. Bisa saja dengan maksud agar sang istri tercinta suatu saat dapat mengisinya sendiri. Walau telah hidup bersama sekian lama sebagai suami istri tentu saja setiap pasangan tak akan benar-benar mengetahui isi kepala pasangannya.

Buku ini berhasil membuat akang merasa iri. Sudah lama akang berkeinginan untuk menulis dan menerbitkannya dalam bentuk buku. Namun hingga kini akang hanya bisa “menyemai” terus cita-cita tersebut tanpa mampu mewujudkannya. Pak Lambang yang melontarkan ide-nya untuk memiliki sebuah buku karya sendiri beberapa waktu yang lalu sekarang malah telah mewujudkannya. Memikirkan hal tersebut akang semakin menyadari itulah bedanya mental seorang pengusaha dan pekerja. Buku yang lahir dari sebuah keinginan sederhana yaitu sebagai kado ulang tahun bagi putrinya tercinta. Buku memang menjadi sebuah jejak yang sulit dihapus dan lebih berharga daripada sekedar sebuah benda. Buku yang menjadi satu jejak dari jutaan cinta seorang ayah kepada putrinya.

* Catatan :
Postingan ini tidak akang maksudkan sebagai sebuah referensi karena memang akang tidak cakap dalam hal tersebut. Postingan ini hanya sebagai bentuk apresiasi akang terhadap sahabat akang (Pak Lambang).

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Satu Jejak Sejuta Cinta

  1. duniaely berkata:

    ntar direview nggak kang bukunya ?😛

  2. cumakatakata berkata:

    Jejak Cinta…
    semoga saya bisa cepat punya buku ini…

  3. bundamuna berkata:

    bukunya beli atau hadiah ya akang? kalau mau beli ke pak Lambang langsung bisakah? biar ditandatangani beliau sekalian.. hehe..
    kita sama dong akang, punya cita-cita pengen bisa nulis buku, tapi… kebanyakan alesan kan.. haha😀

  4. lieshadie berkata:

    Keren nih Pak Lambang…jadi pengin baca juga saya, Abi🙂

  5. Danni Moring berkata:

    wah selamat kang kiriman paket bukunya udah nyampe, ehehhehe🙂

  6. Erit07 berkata:

    Wah.mantap nih pak lambang..

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s