Biang Kerok

biang kerok

Pernahkah anda mengalami situasi dimana anda disangka atau setidaknya dicurigai sebagai pencuri?

Postingan ini terinspirasi ketika akang menemukan sebuah benda aneh didalam dompet kunci kendaraan. Sebuah benda berbentuk pipih, berwarna putih dan terdapat barcode dibungkusnya. Benda ini tertempel dengan selotif dibagian yang cukup tersembunyi dari dompet. Hal inilah yang membuatnya baru ditemukan sejak akang membelinya akhir bulan mei lalu. Benda yang ditemukan memang tidak menarik perhatian jika akang tidak ingat peristiwa saat membeli dompet tersebut.

Akhir mei yang lalu akang melakukan perjalanan bersama istri ke kota Jogjakarta. Bahkan sempat bertemu sahabat blogger disana yang ceritanya ada disini. Berkunjung ke jogja tentu tidak terasa afdol jika tidak mengunjungi Malioboro dengan segala keunikannya. Pasar beringharjo, “titik nol kilometer” jogjakarta, benteng Vredeburg dan segala hal yang ada dijalan Malioboro menjadikan para wisatawan selalu mengunjunginya. Salahsatu rekomendasi yang akang dapat dari teman-teman adalah sebuah toko batik terkenal di jalan Malioboro yaitu “M*R*TA BATIK”. Toko ini terdapat di jalan Malioboro berseberangan dengan pasar beringharjo.

Ketika memasuki toko tersebut langsung terasa bahwa toko tersebut memang diminati banyak pengunjung. Semua bagian toko yang terdiri dari dua lantai dipenuhi oleh pengunjung yang sedang memilih barang. Meskipun bernama m*r*ta batik namun bukan hanya kain batik yang dijual disana. Berbagai macam suvenir dari ukuran kecil hingga besar dijual disana. Akang dan istri juga tidak ketinggalan membeli beberapa barang suvenir untuk dijadikan oleh-oleh. Setelah selesai membayar dengan semestinya kami menuju pintu keluar. Namun saat kami melewati alat detektor tiba-tiba alat tersebut berbunyi. Dengan sigap petugas sekuriti menghalangi jalan kami dan meminta untuk mundur. Kemudian kami diminta melewati detektor lagi, sama seperti sebelumnya detektor tersebut kembali berbunyi. Akang seketika merasa sedikit tegang dan tidak nyaman dengan situasi ini. Walaupun akang yakin tidak melakukan hal yang merugikan tetapi situasi tersebut tetap saja membuat khawatir.

Akhirnya petugas sekuriti memeriksa tas belanja yang dibawa akang. Satu persatu benda yang akang beli dikeluarkan dan diperiksa petugas dengan seksama. Struk belanja pun tidak luput diperiksa. Setelah diketahui barang yang dibeli sesuai dengan struk pembelanjaan kami disuruh melewati detektor kembali. Detektor tetap berbunyi namun kali ini petugas mempersilahkan kami untuk berlalu. Mungkin mereka pikir ada yang salah dengan detektornya.

Benda putih didalam dompet inilah yang akang yakini sebagai biang kerok yang menyebabkan akang dan istri sempat dicurigai sebagai pencuri. Benda inilah yang sepertinya terus memicu detektor terus berbunyi. Petugas sekuriti memang memperlakukan kami dengan baik namun pandangan pengunjung lain yang melihat kami diperiksa sekuriti merupakan suatu hal yang memalukan. Sebenarnya akang sempat ingin memposting kejadian ini ketika baru pulang dari jogja. Hanya saja akang merasa tidak nyaman jika membuat postingan berupa umpatan atau menjelekkan pihak lain. Kini dengan ditemukannya “si biang kerok” akhirnya akang merasa sayang jika peristiwa itu tidak ditulis di blog tercinta ini.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Biang Kerok

  1. duniaely berkata:

    wah .. kebayang bagaimana perasaanmu Saat itu ya kang ?

  2. nh18 berkata:

    Wah itu bener-bener biang kerok ya Kang …
    Yang jelas … kejadian yang menimpa kami lain lagi …
    produk pakaian … ada semacam sensor juga … tapi ini terbuat dari logam dan plastik … yang kalau ingin membukanya harus pake alat tertentu
    Waktu itu kami bayar semua barang … sensor tidak berbunyi … pas sampai rumah … justry nemu detektor tersemat keras di pakaian yang kami beli … mau dilepas ndak bisa-bisa (karena ini harus dibuka pake alat khusus) … akhirnya baju itu mangkrak … belum dipakai …
    mau kembali ke toko itu takut dicurigai .. soale bonnya udah ilang … hahahaha

    salam saya Kang

    • abi_gilang berkata:

      Wah kalo kayak gitu repot lagi donk🙂 dipaksa dibuka juga ntar malah bikin barangnya jadi rusak. Mungkin lain kali kalo belanja kita harus rajin mengingatkan petugas kasi untuk membukanya ya Pak. Terima kasih sudah mampir disini🙂

  3. pursuingmydreams berkata:

    Kasus serupa dg aku kang. Ada temanku kupinjamin jaket winter, lalu kami jalan-jalan dan masuk ke bbrp toko, ada toko merek-merek tertentu yg sangat sensitif, jadi ketika temanku mau keluar, bunyilah sensornya. Dia di cek petugas, dikeluarkan semua isi tas. Ke toko lain kejadian sama juga, akhir kita tahu di jaket aku itu ada besinya (merek jaketnya), besi kecil itu yg bikin sensor bunyi, jadi skrng klo pakai jaket itu malas masuk2 toko, repot ngejelasinnya, dan juga pandangan pengunjung serasa kita ngutil sesuatu😆 .

  4. sitiagel berkata:

    Itu semacam RFID mas. CMIIW🙂

  5. Dewi berkata:

    ke *I*O** BATIK ya kang ? (haha malah nglengkapin) ayo ke jgj lgi kang ke Angkringan M*R*TA nya…😀

  6. izzawa berkata:

    barcode nya kok bisa nempel dstu kang???

  7. pak bakul berkata:

    mungkin lagi hari apes ya..
    nanti kalau ke jogja mampir juga ke tempat saya.. hehehe..

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s