Blog Dualisme

dualisme

Ternyata seminggu sudah akang belum posting lagi diblog tercinta ini. Namun belum ada ide yang terlintas dipikiran akang untuk dituangkan disini. Entahlah, seringkali akang merasa iri dengan sahabat blogger lain yang rajin memposting apapun di blognya. Selalu saja ada ide yang mereka punya untuk dituliskan. Akhirnya akang pun hanya bisa memandangi tampilan blog belajar kehidupan ini. Pandangan akang lalu tertuju pada kolom widget sebelah kanan tempat daftar tulisan terkini dan top post & halaman. Dahi akang mengernyit menyadari ada sesuatu yang kurang sreg dihati. Pada kolom top post ternyata tidak ada satu pun judul tulisan dari sepuluh postingan terakhir. Postingan yang paling banyak dikunjungi di blog ini adalah tulisan2 tentang laboratorium. Padahal ketika akang mengecek kategori laboratorium ternyata tulisan terakhir dibuat tiga bulan yang lalu.

Tulisan tentang laboratorium memang hampir semuanya bersifat “timeless” sehingga tak ada kata kadaluarsa untuk membacanya. Berbeda dengan sepuluh postingan terakhir yang akang buat hanya bercerita tentang keseharian akang bersama keluarga. Akang melanjutkan perhatian terhadap statistik blog, padahal untuk hal ini jarang dilakukan. Benar saja, pengunjung yang nyasar di blog ini kebanyakan mencari informasi tentang laboratorium yang akang tulis. Jenis pemeriksaan narkoba, elektrolit dalam darah, berapa lama ganja bisa hilang dalam urin adalah kata-kata yang menuntun pengunjung ke blog ini. Akang memang harus mengakui bahwa yang paling dicari dari blog ini adalah tulisan2 tentang laboratorium.

Motivasi ngeblog bagi setiap blogger pasti berbeda-beda. Ada yang menjadikan sebagai sarana untuk menjual suatu produk. Ada yang membuat blog selayaknya buku harian digital. Sebagian lainnya senang menampilkan karya sastra pribadi di blog. Apapun motivasi yang membuat blogger merasa kegiatan ngeblog menyenangkan maka dunia blog pasti tak akan sepi peminat. Akang sendiri pernah mengalami saat dimana hal yang paling menyenangkan dari blog adalah dengan banyaknya pengunjung blog. Hampir setiap saat ketika membuka blog hal yang dilakukan pertama kali adalah membuka statistik kunjungan. Postingan pun dibuat sedemikian rupa agar mudah ditemukan mesin pencari. Salah satu cara yang pernah akang lakukan adalah menulis tentang kejadian yang lagi “happening” di media masa. Satu tulisan sempat akang buat saat seorang artis mengalami kecelakaan di jalan tol yang mengakibatkan kematian istrinya. Setelah postingan dipublish kunjungan di blog langsung melonjak keesokan harinya. Hal ini semakin menambah semangat akang untuk membuat tulisan serupa.

Postingan yang membawa kunjungan tinggi di blog ini salah satunya adalah tulisan tentang laboratorium. Walaupun demikian menulis tentang laboratorium bukan hanya untuk menarik pengunjung yang banyak di blog ini. Tulisan tentang laboratorium memang akang maksudkan untuk berbagi wawasan terutama bagi pembaca yang awam medis. Tulisan disajikan diusahakan dalam bahasa yang tidak terlalu sulit untuk difahami. Hanya saja tulisan seperti ini harus selalu berdasarkan sumber yang bisa dipertanggung-jawabkan. Nah mencari sumber inilah menjadi hal yang membuat tulisan tentang laboratorium tidak banyak muncul.

Setelah cukup lama menjadi blogger, motivasi untuk nge-blog perlahan-lahan mulai bergeser. Jumlah kinjungan yang dulu begitu me-motivasi akang untuk terus menulis kini mulai berubah. Kesenangan dalam ngeblog kini akang rasakan dari “kedekatan” dengan blogger lainnya. Walau tidak banyak tetapi seringnya saling berbalas komentar diantara blogger cukup membuat semangat nge-blog tetap ada. Bisa jadi hal ini juga yang turut mempengaruhi jenis tulisan di blog ini yang kini kebanyakan bercerita tentang keseharian akang. Tentu saja tulisan yang seperti ini terkadang cepat terasa “basi” untuk dibaca namun justru tulisan seperti ini yang memancing banyak komentar. Berbeda dengan tulisan tentang laboratorium yang banyak dibaca pengunjung tapi sedikit orang yang meninggalkan komentar disana. Akhirnya muncul dua pilihan bagi akang, banyak pengunjung tanpa komentar atau sedikit pengunjung tapi berkomentar. Dan saat ini akang lebih merasa senang dengan tulisan yang memancing komentar dari sahabat blogger.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

25 Balasan ke Blog Dualisme

  1. Idah Ceris berkata:

    Saya kira mau membangun blog lagi lho, Kang.:mrgreen:

    Ngeblog itu memang menyenangkan, menambah saudara ya, Kang. Kalau dilirik mesik pencari sih untung2an. Hahahahaa

  2. Ketykeket berkata:

    semangad abi gilang…^^

  3. lambangsarib berkata:

    Hehehe… Nih komentar. Kagak komen belum tentu tdk membaca kang…. Tlg di auto share ke twitter kang.

  4. Masya berkata:

    yang penting nulis kang *_*

  5. duniaely berkata:

    Yang penting tetap semangat menulis ya kang😛

  6. bulz berkata:

    Tulisan akang ini ngingetin saya sama seseorang, dia bilang, setiap tulisan itu ada pembacanya…🙂

  7. araaminoe berkata:

    Akang… maaf sudah kirim email ke -mas ryan belum ya? nuhun akang…
    -asmie

  8. hasannote berkata:

    Ayo kang smangat!! Smangat!! Menulis apapun boleh kang. Yang penting itu bermanfaat. He. Tugas kita itu, sebenarnya bukan mengharapkan blogger lainnya berkomentar, tapi yang paling penting itu kita produktif menulis. Soal komentar, itu belakangan…he

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s