Tujuh

ultah 7

Nak…!
Hari ini kembali lagi, hari yang selalu saja tak dapat ku abaikan, menjadi tonggak waktu yang datang berulang setiap tahun, mengingatkan kita bahwa waktu tak pernah menunggu, tak peduli kau selalu tertinggal, semakin tertinggal dan akan terus tertinggal.

Nak …!
Ku mengingat hari ini bukan tuk sesali kehadiranmu, hal itu sudah basi, tujuh tahun berlalu telah mampu membuatku mengubur marah dan sedih, memenuhi catatan hidup, mengajarkan banyak arti, menemukan hikmah yang tersembunyi.

Nak…!
Kau tahu, Alif anaknya Om heri, usianya tiga bulan lebih tua darimu, sekarang sudah hapal banyak surat2 pendek dari qur’an, sedangkan kamu tak sepatah kata pun mampu memuji Nya, tak satu huruf yang kau mengerti, namun selalu ku yakin kaulah jelmaan ayat-ayat Tuhan untukku.

Nak…!
Banyak teman seusiamu yang telah melupakanmu, tak ada namamu dihari-hari mereka, tak ada tawamu disela tawa mereka, perlahan kau menghilang dari dunia mereka, tak ada temanmu yang memanggilku “ayah Gilang”, namamu tergantikan oleh adikmu, namun jangan salahkan mereka, waktu telah membawa mereka meninggalkanmu.

Nak…!
Kau tak tahu betapa bahagianya aku hari ini, merasakan kasih sayang dari orang-orang yang mencintaimu, aki dan nini dikampung mendo’akanmu disela isak tangis, entah sedih entah bahagia, aku tak tahu, tapi satu yang pasti do’a mereka tulus untukmu.

Nak…!
Seminggu yang lalu Om Adi membelikan kaos bola untukmu, sepantasnya diusiamu kini pasti sedang senang bermain bola, mungkin Om Adi ingin nantinya kau pintar bermain bola, harapan yang begitu menggoda, harapan yang tidak berlebihan, bukankah tak ada larangan untuk terus berharap.

Nak…!

Tahukah kau, aku sempat bertekad untuk tak mengingat hari ini, tahun ini, tahun nanti, selamanya, namun ceritaku adalah ceritamu, ceritamu tak banyak yang berubah, hanya waktu yang berjalan, karena itu biarlah aku bercerita tentang waktu, disetiap tonggak yang dilewati waktu, walau selalu meninggalkanmu.

Note: sebuah catatan di hari ulang tahun Gilang yang ke-tujuh.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag , . Tandai permalink.

29 Balasan ke Tujuh

  1. dreamer berkata:

    Huaaaaaaaaa,sedihhhhhhhhh….. insyaallah anak2kita calon penghuni surga, disurga nanti mereka bsa berlari sekencang2nya, bisa main bola, bisa bahagia!

  2. andhien berkata:

    Meski kau tidak bisa mengangkat derajat orang tua mu di dunia nak… Tapi aku yakin kau akan mengangkat derajat orang tuamu dihadapan Allah SWT…. engkau pasti akan bersaksi bahwa orang tuamu ini tidak menyia nyiakan mu… kasih sayang mengalir tanpa henti… mengusahakan yang terbaik untuk mu… semampu sekuat tenaga orang tuamu…

  3. @hijriyan berkata:

    Selamat Milad Gilang.. Semoga menjadi anak seperti doa abi nya🙂

  4. milandari berkata:

    Gilang apa kabar…. (˘⌣˘)ε˘`) dari farhan. Mudah2an kita bisa ketemu yah. 8bulan yg lalu kita sempet mau ketemuan ∂ï bogor cuman Gɑ̤̈ jadi. No hp nya bisa minta Gɑ̤̈

  5. eda berkata:

    baca yg ini mbrebes mili.. sedih…
    bahagia selalu gilang🙂

  6. Ryan berkata:

    selamat ulang tahun Gilang…

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s