Sebuah Amanah

amanah1

Dunia blog yang akang jalani selama ini memang banyak memberi pelajaran hidup yang berharga. Salah satu pelajaran hidup yang akang dapat terakhir ini adalah tentang sebuah kepedulian bagi orang lain yang membutuhkan. Tentang sebuah kepedulian spontan yang menunjukkan keikhlasan pelakunya. Kepedulian yang biasa terlihat pada pribadi-pribadi yang memang telah terbiasa melakukannya. Pribadi yang cepat mengambil sebuah tindakan ketika sebuah kesempatan untuk berbagi datang didepan mata. Tak perlu melakukan investigasi tentang siapa pihak yang hendak diberi bantuan. Tak peduli bahwa orang yang dibantu adalah seseorang yang berada ditempat antah berantah.

Cerita ini bermula dari sebuah giveaway yang diadakan sahabat akang yakni Ryan dan Asmie. Giveaway ini diadakan dengan tema Bersyukur dalam rangka merayakan hidup, begitulah keterangan dari sang empunya lomba. Singkat kata akang terpilih menjadi salah satu pemenang lomba tersebut. Akang pun mendapat sebuah syal sebagai hadiah sesuai yang diumumkan sebelumnya. Ketika hadiah yang dijanjikan datang, akang sedikit heran karena kemasan paketnya berukuran cukup besar. Akang sempat berpikir paket itu bukan dari Ryan dan Asmie karena tidak tertulis nama pengirim dikemasannya. Akang baru yakin bahwa paket itu hadiah giveaway setelah membuka kemasannya. Terdapat surat dari Ryan dan Asmie.

Surat inilah yang membuat akang terharu ketika membaca isinya. Asmi dan Ryan mengirim hadiah giveaway kepada akang ditambah hadiah untuk Wildan dan Rudi. Siapa Wildan dan Rudi? Mungkin pertanyaan ini yang terpikirkan. Wildan adalah seorang anak Cerebral Palsy yang ceritanya akang ikutkan dalam lomba giveaway-nya Ryan dan Asmie. Hal yang membuat akang terharu adalah kepedulian dari Ryan dan Asmie kepada Wildan. Kepedulian inilah yang akang sebut sebagai pelajaran hidup diawal postingan ini. Asal sahabat tahu, akang belum pernah bertemu langsung dengan kedua blogger tersebut. Mereka masih sebagai sahabat maya bagi akang sendiri, sahabat di dunia ngeblog tentunya. Namun hal ini tidak membuat segalanya menjadi benar2 maya dalam arti sesungguhnya. Sebuah kepercayaan membuat mereka “berani” menitipkan amanah kepada seseorang yang hanya dikenal didunia maya. Lebih dari itu mereka memberikan sesuatu untuk seseorang yang lebih “maya” daripada teman mereka yang juga maya.

Mendapat kepercayaan seperti ini akang sendiri merasa tersanjung dibuatnya. Amanah yang membuat akang bertekad untuk memenuhinya dengan sepenuh hati. Segala hal maya yang menjadi sebab adanya kepedulian ini akan akang jadikan pahala yang benar-benar NYATA bagi Ryan dan Asmie berdua. Terima kasih Ryan dan Asmie yang membuat hal seperti ini bisa terjadi dan memberi pelajaran hidup bagi akang dan (semoga) bagi semua yang membaca postingan ini.

Catatan:
Dalam kesempatan ini akang ingin sekalian menawarkan kepada sahabat lainnya jika ingin mengikuti jejak Ryan dan Asmie. Coba klik link-nya cerita tentang Wildan, jika ada keinginan untuk ikut membantu dengan memberi hadiah bisa dititipkan lewat akang (sebelumnya hubungi via email : gilang_abi06@yahoo.com ). Rencanannya akang akan mudik ke Sumedang saat lebaran Idul Adha untuk menyerahkan hadiah dari Ryan dan Asmie secara langsung. Sebaiknya berupa barang yang sekiranya diperlukan (untuk mempermudah laporan pertanggung-jawaban).

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

50 Balasan ke Sebuah Amanah

  1. Ping balik: “My Hero” dari Kota Pahlawan | Belajar Kehidupan

  2. Ping balik: Wheel Chair for Wildan | Another Art Of Life

  3. Ping balik: Another Amanah | Belajar Kehidupan

  4. Pendar Bintang berkata:

    Tidak harus melakukan sesuatu yang wah,, sedikit saja jika bisa membantu memang tersa mententramkan hati🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s