Wheel Chair for Wildan

Another Art Of Life

Bismillahirrohmaniir rohiim

Sobat, coba kita bayangkan jika organ-organ tubuh meng-kudeta perintah otak sehingga semua yang ingin kita lakukan tidak akan pernah terwujud.  Ambil contoh, kita mau berlari menendang bola tetapi apa daya kaki ini tidak bisa bergerak. Atau misalkan, kita mau bilang “i love you” ke someone special tapi apa daya lidah ini kelu tak mengeluarkan sepatah kata pun..

Saya pernah nonton drama jepang, one litre of tears, yang menceritakan seorang anak SMA bernama ikeuchi aya yang menderita spinocerebral degenerations, penyakit otak yang menyebabkan kelumpuhan permanen. (drama ini sukses membuat saya mewek, :p ).  Saya juga telah membaca novel nya Tere Liye, Moga Bunda disayang Allah, yang menceritakan seorang anak penderita buta-tuli semenjak kecil sehingga dia terperangkap dalam dunia nya sendiri sebelum menemukan cara berkomunikasi melalui telapak tangan, getaran bibir dan suara.

Bagi saya, dua cerita tersebut sudah lebih dari cukup menggambarkan apa yang dirasakan penderita penyakit yang berhubungan…

Lihat pos aslinya 474 kata lagi

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Wheel Chair for Wildan

  1. Ping balik: Titipan Salam | Belajar Kehidupan

  2. Iwan Yuliyanto berkata:

    Alhamdulillah, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan urusan bagi semuanya yang membuat Wildan, putranya kang Ade, bahagia. aamiin.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s