Ulahmu Ulahku

ide2

Tingkah polah anak memang menjadi sesuatu hal yang tidak pernah habis untuk diceritakan. Menjadi sumber inspirasi yang tak pernah ada ujungnya. Kali ini akang ingin menceritakan tentang ulah Akbar yang sayangnya tidak memancing tawa. Ulah Akbar yang ini malah membuat akang turut terlibat atas hasil perbuatannya. Ulah pertama adalah berhasil mematahkan sepeda kawan sepermainannya. Tidak ada yang tahu persis kejadiannya bagaimana sepeda tersebut bisa patah dibagian batang garpu roda depan. Saat memainkan sepeda tersebut Akbar sedang bermain berdua dengan satu teman lainnya. Ketika ditanya Akbar mengatakan sepeda rusak oleh temannya, sementara temannya berdalih Akbar-lah yang memaksanya menaiki sepeda. Mendengar ocehan mereka akang malah tertawa melihat bagaimana dua orang anak kecil saling berargumentasi.

Akang segera membawa sepeda tersebut ke bengkel las yang kebetulan terletak tidak jauh dari rumah. Pemilik sepeda sendiri sebenarnya melarang akang untuk memperbaiki sepeda tersebut. Alasannya karena anaknya telah mempunyai sepeda lain yang lebih baru. Sepeda yang patah malah jarang sekali dipakai karena ukurannya sudah tidak muat lagi dipakai anaknya. Namun selain bertujuan menjaga kebersamaan antar tetangga, hal ini akang lakukan juga agar Akbar bisa mengerti bahwa setiap orang bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Kejadian ini pula mengingatkan akang agar tidak menunda-nunda memperbaiki sepeda akbar yang rusak. Begitulah ulah akbar yang disebabkan oleh ulah akang sendiri.

Kejadian lain yang cukup merepotkan adalah ketika Akbar kencing didalam masjid saat sholat berjamaah. Parahnya lagi Akbar berdiri diatas karpet yang biasa digunakan para jama’ah. Alhasil ketika selesai sholat akang kelimpungan membawa Akbar ke toilet karena selain kencing Akbar juga ingin buang air besar. Untungnya Pak Marbot dengan sigap membersihkan karpet yang basah oleh kencing Akbar. Tentu saja dengan tata cara yang sesuai syar’i sehingga karpet tetap bisa digunakan untuk sholat. Akang pun terpaksa meminta secara khusus kepada Pak Marbot untuk membersihkan karpet tersebut keesokan harinya. Hal ini agar jama’ah lebih tenang melaksanakan kegiatan ibadahnya. Nah ulah Akbar yang satu ini akibat akang sendiri yang lupa memeriksa apakah Akbar menggunakan diapers saat ikut sholat di masjid.

HASIL LAS

Ulah Akbar yang disebutkan diatas pastinya terjadi karena keteledoran akang sendiri sebagai orang tua.
Sehingga memang sepantasnya orang tua yang harus bertanggung jawab terhadap semua akibat dari ulah anaknya. Diusianya yang sekarang ini tidak mungkin Akbar mengerti tentang arti sebuah sanksi. Tapi akang yakin dalam waktu dekat pelajaran tentang sanksi akan segera masuk dalam kurikulum pelajaran hidupnya. Masih teringat akan ulah akang sendiri ketika masih kecil. Saat itu usia akang antara tujuh atau delapan tahun. Bersama beberapa orang teman akang bermain sawah-sawahan diluar kampung. Ketika itu penduduk kampung memenuhi kebutuhan air dengan mengalirkan air dari sumbernya ke rumah-rumah. Hal yang berbeda ketika itu adalah air dialirkan bukan melewati pipa paralon atau selang plastik. Bahan yang digunakan untuk mengalirkan air adalah bambu yang dibuat sambung menyambung dari sumber air hingga ke rumah.

Pipa bambu dibuat dengan cara melubangi sekat diantara ruas-ruas bambu. Hanya saja pipa bambu ini tak akan mempunyai lubang yang rata seperti paralon plastik. Akan terdapat penyempitan disetiap sekat ruas bambu. Demi memudahkan perawatan maka disetiap ruas dibuatlah lubang dengan posisi segaris sepanjang bambu. Posisi bambu diletakkan dengan posisi garis yang berlubang menghadap keatas. Lubang ini dimaksudkan agar mudah membersihkan pipa bambu jika tersumbat dedaunan. Sambungan antara satu bambu dengan lainnya cukup diikat dengan plastik dan tali.

Kembali ke cerita ulah akang saat kecil, permainan sawah-sawahan yang dilakukan dengan menutup aliran air di pipa bambu salah seorang tetangga akang. Air dari pipa bambu inilah yang kami mainkan bersama teman, saking asyiknya kami tak menyadari jika waktu telah lewat tengah hari. Waktu dimana orang dikampung beranjak melaksanakan sholat dzuhur atau memasak. Karena air dirumahnya tidak mengalir maka tetangga tersebut memeriksa saluran airnya hingga ke tempat akang bermain. Melihat saluran airnya ditutup untuk bermain, dia pun marah dan melempar akang bersama teman dengan tanah sawah. Akhirnya perbuatan akang dan teman-teman sampai juga kepada para orang tua kami. Kamipun mendapat hukuman kolektif, setiap anak yang terlibat diharuskan memeriksa saluran air tetangga tersebut dengan bergantian selama seminggu.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Ulahmu Ulahku

  1. lieshadie berkata:

    Anak seusia Akbar emang nggemesin….apapun kelakuanya kadang bikin kita tertawa..

  2. araaminoe berkata:

    Akbar sekarang usianya berapa ya kang? terus klo berulah seperti itu akang menegurnya tidak? caranya bagaimana agar dia mengerti? *asmie nanya kayak interpol ya kang he he he*

    • abi_gilang berkata:

      Akbar skrng usianya 2 thn, kalo berulah gitu biasanya akbar disuruh minta maaf aja. Misalnya dorong temennya sampe jatuh, setelah minta maaf akbar dikasih kua buat diberikan ke temannya. Tak lupa kue buat akbar sendiri. Jadi stlh berantem acara selanjutnya makan kue bersama deh🙂 itu sih cuma satu contoh, pinter2 kita aja ngasih taunya.

  3. pursuingmydreams berkata:

    Anak-anakmungkin “keingintahuannya” besar ya kang, nyoba-nyoba ternyata salah. Contohnya waktu adikku kecil, dia congkelin semenan di lubang jendela (batu), pas bpk ku tau kena hukum deh, disuruh gigit batu yg di congkel. Jadi jedelah dikasih gandelan semen spy pas hujan ga masuk airnya, yaa anak kecil mana ngerti😆 .

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s