Trans Tiga

tmb1

Judul postingan kali ini bukan bermaksud menjiplak nama salahsatu stasiun televisi swasta nasional. Akang hanya ingin cerita narsis tentang menikmati tiga macam moda angkutan di tiga kota yang semua namanya mengandung kata “trans”. Pertama adalah cerita akang menikmati bus kota TRANS METRO BANDUNG (TMB). Sepanjang perjalanan mudik Idul Adha kemarin entah kenapa Akbar terus menerus minta untuk naik angkot dan “mbis”. Mungkin saking seringnya akang memperlihatkan bermacam moda transportasi kepadanya lewat laptop. Andong, angkot, bus kota, kereta dan pesawat adalah beberapa diantaranya. Bahkan dalam postingan terdahulu akang sempat menceritakan pengalaman pertama Akbar naik KRL jabodetabek.

Demi memenuhi keinginannya akang bersama istri memutuskan untuk muter-muter di kota Paris Van Java tanpa berkendara sendiri. Beruntungnya cuaca bandung di minggu sore menjelang idul adha sangat mendukung. Matahari terhalang awan namun sang awan enggan menurunkan air hujan. Bus TMB terasa cukup nyaman dengan kursi yang menghadap samping serta berpendingin ruangan. Celoteh Akbar sepanjang perjalanan tak pernah henti mengomentari apapun yang dilihatnya. Namun rencana muter-muter naik bus TMB berubah haluan manakala istri akang tergoda untuk jalan-jalan disekitar alun-alun. Dengan alasan biar akbar bisa naik odong-odong (tampaknya cuma modus) malah dilanjutkan ngubek-ngubek pasar kota kembang dan pulang dengan sebuah tas baru ditangannya (penyakit emak-emak).

Bus TMB menggunakan bus berukuran besar seperti bus antar kota dengan pintu keluar samping yang tinggi. Maksudnya untuk disesuaikan dengan tinggi halte tempat naik-turun penumpang. Namun ternyata halte TMB di sepanjang jalan kebanyakan telah diokupasi para PKL sehingga penumpang pun harus turun diluar halte. Kondisi ini tampaknya telah diantisipasi pihak TMB dengan menyediakan pintu keluar yang rendah dibagian depan. Alhasil penumpang bus TMB bisa naik-turun dimanapun mereka mau, bahkan mungkin ini malah menguntungkan mereka.

transjakarta1

Nah akhir pekan kemarin acara akang adalah menghadiri silaturahim keluarga besar laboratorium tempat akang bekerja. Tempat acara yang berada didaerah rawan macet memaksa akang untuk menggunakan motor. Melihat cuaca yang cukup cerah akang pun berani mengajak Akbar untuk turut serta. Sepulang acara tiba-tiba istri akang punya ide untuk sekalian saja mengajak Akbar naik bus Trans Jakarta. Ide yang langsung akang sambut dengan antusias. Maklum saja setiap hari akang wara-wiri di Jakarta menggunakan motor dan jarang sekali naik bus Transjakarta. Terakhir naik busway (sebutan akang untuk bus transjakarta) adalah ketika pertama kali diluncurkan dengan tarif 0 rupiah alias gratis karena lagi promo:mrgreen: .

Bus Trans Jakarta yang kami tumpangi adalah bus gandengan. Bus yang membuat akbar terkesima dengan panjang ukurannya. Bahkan pertama kali melihatnya dia menyebutnya kereta. Akang pun memberi nama “busway” ini dengan istilah “mbis panjang” biar akbar gampang mengingatnya. Kami naik dari terminal Lebak bulus menuju Harmoni. Jalanan yang dilalui cukup lengang di minggu sore. Bus yang biasanya terlihat penuh sesak pun tampak kosong ketika kami menaikinya. Akang sendiri sempat salah posisi ketika duduk dibagian yang diperuntukkan khusus untuk wanita. Celoteh Akbar kembali tak bisa dihentikan manakala melihat kendaraan lalu lalang terlihat dibawah jalan (underpass) atau ketika melihat kendaraan lain berada diatas bus yang ditumpanginya. Perjalanan tidak akang lanjutkan sampai stasiun harmoni mengingat hari sudah sore. Akang pun berpindah bus yang menuju Lebak bulus kembali. Akbar pun pulang dengan celoteh yang tak henti tentang “mbis panjang” yang baru saja ia tumpangi.

trans jogja1

Untuk cerita bus yang ketiga ini tidak melibatkan Akbar. Akang hanya berdua dengan istri ketika berkunjung ke jogjakarta. Selama berada di kota gudeg tersebut bus trans jogja menjadi transportasi andalan untuk kami berdua. Dengan bus berukuran tiga perempat yang di Jakarta biasa digunakan untuk metromini, bus trans jogja cukup nyaman digunakan untuk berkeliling kota jogja. Halte tempat pemberhentian bus berukuran kecil disesuaikan dengan ukuran bus. Semoga saja suatu ketika nanti akang bisa kembali ke jogja untuk berkeliling merasakan sensasi naik bus trans jogja.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , , . Tandai permalink.

21 Balasan ke Trans Tiga

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akang.

    Senang membaca kisah Akbar yang sangat teruja menaiki bas. Pasti banyak ceritanya di rumah. Untung sahaja akang dan isteri juga senang berwisata kota dengan santainya bersama Akhbar. Inikan satu kenangan hebat buat Akbar apabila dewasa nanti. Makanya, orang tua harus memberi sedikit masa berkualiti buat keluarga. Anak-anak memang suka pengalaman baru dan dedahkan mereka kepada dunia nyata dengan sebaiknya.

    Salam buat Akbar dan didoakan menjadi anak soleh serta cemerlang di kemudian hari. Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.😀

  2. giewahyudi berkata:

    Iya, sekarang bus dengan nama trans sudah ada di beberapa kota. Sebaiknya angkutan massal seperti ini diperbanyak dan terus diperbaiki fasilitasnya agar yang bawa motor dan mobil semakin berkurang..

    • abi_gilang berkata:

      Terus terang akang sendiri setiap hari pake motor, naik transjakarta hanya untuk “hiburan” aja sambil ngasuh anak:mrgreen: jadi belum memanfaatkannya sebagai transportasi sehari-hari.

  3. pursuingmydreams berkata:

    Ooo sekarang sudah ada bangku khusus untuk wanita, dibagian mana Kang? depan atau belakang? trus pintu masuk untuk wanita apa dibedakan?.

  4. kalau disini namanya trans metro pekanbaru, tapi belum pernah naiknya walau udah lama domisili di pekanbaru, mungkin disini gak terlalu macet ya… cuma dulu pernah naik trans jakarta krn menghindari macet, setelah naik tetap aja macet…

  5. nengwie berkata:

    Belum pernah sama sekali naik Beus Kang… mendingan naek Beca abdi mah hehehe
    Pokokna mah selama Mamang..mas-mas beca ngga kecapean danmau..kamana-mana Bebecaan sajaaaah..:)

    Damang Kang?

  6. ainulharits berkata:

    Di tempatkupun juga ada yang trans gini, namanya batik solo trans, tapi aku belum pernah naik

  7. beemukaromah berkata:

    kalo dijakarta emang yang paling aman naik transjakarta, hehheee😉
    tapi seru juga tuh modus mamanya akbar, muter2 biar akbar senang, bisa naik odong2 plus emaknya bisa belanja,..😆

  8. kangharis berkata:

    Wah akang dah nyobain 3 Trans, Akbar dah dua trans, kalau saya mah Trans Pakuan sama Trans Jakarta saja yang dekat belum nyobain. Maklum kuper, tara kamana-mana😀

  9. Orin berkata:

    aku sedikit sakit hati nih kang sama trans yogya, nunggunya lamaaaaaa tapi krn ga punya jalur khusus jadi tetep weh lama >_<

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s