Mimpi Millenium

android

Tahun dua ribu
Kerja serba mesin
Berjalan berlari
Menggunakan mesin
Manusia tidur
Berkawan mesin
Makan dan minum
Dilayani mesin

Suatu ketika akang mendengar sekumpulan bocah sedang berbincang. Mereka saling membanggakan kecanggihan gadget milik orang tuanya. Satu sama lain tak ingin kalah. Terkadang obrolan mereka membikin akang tertawa sendiri. Bagaimana tidak, seorang bocah mengatakan jika hape bapaknya bisa dipake main game. Bocah lainnya menimpali bahwa hape miliknya bisa dipake nonton televisi. Dari argumentasi yang nyata “pertandingan” pun berlanjut menjadi argumentasi maya dan imajinatif. Seorang bocah menimpali bahwa tablet miliknya bisa mengeluarkan uang. Obrolan diantara mereka memang khas obrolan anak-anak yang penuh imajinasi dan hal yang tak nyata.

Memperhatikan anak-anak memaksa pikiran akang untuk juga melayang ke masa lalu. Ya … saat itu akang masih berseragam merah-putih. Menyenangi lagu-lagu qasidah yang sering disebut musik gambus oleh orang-orang dikampung akang. Salahsatu lagu yang akang ingat berjudul “Tahun 2000”. Hanya sebagian dari liriknya yang akang ingat dan sudah akang tulis diawal postingan. Lirik lagu tersebut tak akang lupakan karena menjadi “ruang gelap” yang membuat penasaran akang saat anak-anak. Tahun 2000 dalam khayalan akang adalah sebuah gerbang bagi dunia menjadi berubah sebeda-bedanya. Di era itu dunia akan mewujudkan semua imajinasi liar kekanak-kanakan yang selalu menghiasi mimpi.

Berdasarkan lirik lagu tersebut khayalan kecil akang menampilkan sosok robot yang selalu bisa memenuhi apapun keinginan tuan-manusianya. Membantu pekerjaannya, mengambilkan makanan dan minuman, menemaninya tidur serta semua kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari. Berkomunikasi dengan seseorang nun jauh disana sambil menyaksikan wajahnya secara langsung hanya bisa akang saksikan di film kartun. Bagaimana “Flash Gordon” saling berbincang dengan sahabat hero lainnya melalui sebentuk layar televisi untuk menghadapi serangan jahat “Kaisar Ming”. Tak ketinggalan sosok robot berbentuk manusia yang selalu akang saksikan dalam film star wars.

Desember 1999,

Takdir membawa akang memulai hidup di ibukota Jakarta. Gonjang-ganjing ancaman “millenium bugs” terhadap sistem perbankan dan semua hal yang terkait jaringan komputer semakin santer. Begitu pula di rumah sakit yang baru saja akang tergabung didalamnya. Sistem penanggalan komputer yang hanya memberi dua digit untuk perhitungan tahun bisa mengacaukan perhitungan komputer manakala angka 99 berubah menjadi 00. Contoh sederhana saja pasien yang melewatkan malam tahun baru dirumah sakit. Sistem komputer akan memberi nilai minus bagi lamanya pasien menginap diruangan. Bayangkan saja jika permasalahan ini menyangkut bunga deposito atau keuangan lainnya.

Bermalam tahun (millenuim) baru di ibukota sungguh berbeda dibanding suasana dikampung. Kemeriahan terasa dimana-mana. Suara2 kembang api sahut menyahut tiada henti. Akang yang turut larut dengan suasana bahkan tak ingat dengan impian millenium-nya. Ternyata dunia tidak serta merta berubah ketika terompet tahun baru serentak berbunyi diseantero bumi. Tak ada robot-robot pendamping manusia yang siap diperintah apapun oleh tuannya. Sepertinya mereka masih bersembunyi di lorong gelap laboratorium entah dimana.

Waktu terus berjalan, tiga belas tahun sudah gerbang millenium itu akang lewati. Perlahan namun pasti impian millenium yang selalu membayangi pikiran akang menampakkan bentuknya. Bukan dalam bentuk robot berbentuk manusia yang selalu mendampingi tuannya. Robot-robot itu kini satu persatu bermunculan memenuhi sekeliling ruang manusia. Robot penyedia makanan hadir dalam bentuk mesin penanak nasi atau sering disebut magic jar. Air minum selalu tersedia dengan adanya water dispenser yang mampu menyediakan air panas dan dingin. Manusia tidur selalu ditemani mesin pengatur suhu ruangan bernama AC (Air Conditioner). Untuk berjalan dan berlari manusia tidak perlu berpindah tempat jauh-jauh, cukup berjalan dimesin Tread Mill. Bahkan berkomunikasi ala Flash Gordon kini bukan hanya ada di film kartun. Seseorang yang nampak sendirian bisa jadi sedang melakukan komunikasi dengan puluhan bahkan ratusan orang yang terhubung lewat mesin lainnya bernama internet.

Begitulah mimpi millenium akang yang kini mulai berubah jadi kenyataan. Entah apa yang menjadi mimpi anak-anak sekarang. Rasanya penasaran untuk mengetahui ketika mimpi-mimpi mereka menjadi kenyataan. Bahkan “sebuah tablet yang bisa mengeluarkan uang” sepertinya bukan imajinasi berujung kemustahilan. Tahu sendiri kan saat ini uang tak melulu berbentuk fisik kertas atau logam.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

28 Balasan ke Mimpi Millenium

  1. Titik Asa berkata:

    Baca posting ini jadi teringat kembali ribut-ribut soal milenium bug di penghujung 1999. Tapi saat itu saya hanya memantau dari rumah saja lewat berita-berita di media massa. Karena 1999 itu saya sedang nganggur. Masih merasakan pahit derita phk akibat krismon 1998.

    Jadi tahun 2000 itu buat saya bug-nya adalah saya mulai bekerja kembali di salah satu pabrik sepatu di Bogor…hehehe

    Salam,

  2. Imron Rosyadi berkata:

    imajinasi saya (dulu dan sekarang) –> “kantong ajaib doraemon”😀

  3. awan putih berkata:

    teknologi, semakin pesat dalam perkembangannya, semoga saja tidak menjadikan manusia semakin buruk dengan hadirnya teknologi ini… mimpi aku apa yah… (inget2 dlu, dah lupa )😀

    • abi_gilang berkata:

      Harusnya begitu, kehadiran teknologi bisa membantu kita menjadi orang yg lebih baik di mata sang Maha Pencipta. Ayo bongkar lagi file2 memorinya buat mencari mimpi kecilnya🙂

  4. Budi Nurhikmat berkata:

    Masih ngimpi teknologi startrek yaitu alat transportasi memindahkan orang dengan sekejap😀

  5. Iwan Yuliyanto berkata:

    Kita semua merasakan hal yang sama. Bahkan budaya pun juga mengalami pergeseran di era millenium ini.

  6. nengwie berkata:

    Abdi mah impiannya teh Kang..ada yang bisa nyetrika sendiri… cucian masuk mesin cuci, kemuar sudah rapih terlipat dan haruum… hhihi

  7. semuanya serba mesin ya kang, memang mimpi anak-anak masa kini bisa jadi akan menjadi kenyataan di masa depan kelak…

  8. punyaliana berkata:

    nggak jauh2 aq mah nanggepin nya,,,
    Pensil udah mulai nggak laku, tulisan bagus udah nggak ngaruh,,
    cuma suara keybor dan layar komputer dunia maya yang sekarang menjadi tempat menulis kita..

  9. Teguh Puja berkata:

    Banyak yang sudah mulai berubah ya Kang. Mulai dari hal-hal terkecil saja yang menjadi perkakas rumah tangga. Dari yang awalnya mungkin hanya dibuat dari bambu, sekarang sudah lain lagi bentuknya.

    Mungkin, semakin jauh ke depan, semakin banyak hal lain lagi yang berubah.

    • abi_gilang berkata:

      Iya ya, skrg mulai jarang orang menyimpan nasinya di bakul bambu. Mesin penghangat nasi bukan lagi barang mewah yg susah didapat, disetiap rumah rata2 sudah ada.

      • Teguh Puja berkata:

        Seingat saya dulu, beberapa hal seperti tv flat dan internet, apalagi komputer jinjing/laptop, itu masih sangat mahal dan belum bisa dijangkau semua orang.

        Kalau sekarang, gadget dan hal-hal seperti itu sepertinya bisa mudah berganti dengan cepat kang. Terlebih fasilitas kredit, sepertinya yang juga membuat hal-hal itu bisa dengan mudah didapat orang-orang.

      • abi_gilang berkata:

        Hanya saja yang membuat miris semua itu dibuat diluar negeri. Bangsa kita hanya jadi objek saja. Semoga anak2 kita nanti tidak hanya sebagai “pengguna” tapi “pembuat”

      • Teguh Puja berkata:

        Itu juga kang. Kita lebih banyak jadi konsumen memang, bukan produsen. Akhirnya ya, yang membudaya hanya budaya konsumtifnya.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s