Saat Panen Tiba

panen1

Suatu ketika akang melihat seorang anak kecil yang sedang asyik bermain sendiri disawah. Tak jauh darinya dua orang ibu sedang sibuk memanen padi. Salahsatunya mungkin ibu dari anak tersebut. Melihatnya akang tersenyum sendiri teringat kebiasaan dulu yang senang bermain disawah. Apalagi ikut kesawah disaat panen tiba. Maklum saja ketika panen tiba, bekal yang dibawa akan berbeda dengan makanan diwaktu lainnya. Makanan istimewa yang disediakan ketika panen biasanya nasi kuning lengkap dengan daging ayam atau ikan mujair. Tidak seperti hari lainnya yang cukup dengan bekal nasi timbel dan ikan asin.

Jika saat panen tiba, orang tua akang sudah sibuk sejak sehari sebelumnya. Mencari orang-orang yang akan membantu panen adalah hal pertama yang dilakukan. Setelah ketahuan berapa jumlahnya maka dipersiapkan makanan yang akan disediakan keesokan harinya. Akang yang masih kecil paling senang mengintip bekal apa yang akan dimasak Ibu untuk panen esok hari. Rasanya tidak sabar menunggu waktu ketika makanan itu sudah siap didepan mata. Sementara itu Bapak akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan seperti karung untuk mengangkut hasil panen, timbangan, giribig (sejenis anyaman bambu) tempat menjemur padi. Sebuah kesibukan yang selalu akang rasakan sebagai kegiatan yang penuh kegembiraan.

panen2

Memanen padi bisa dilakukan dengan dua alat yaitu menggunakan ketam atau sabit. Memanen menggunakan ketam memerlukan keterampilan khusus dari para pemakainya. Pemanen juga harus memilih tangkai daun dan tangkai bulir padi dalam satu rumpun. Daun padi tak akan ikut terpotong jika memanen padi menggunakan ketam. Hasil padi yang dikumpulkan tentunya lebih bersih dari daun padi walaupun masih menyisakan tangkainya. Bulir padi yang terbuang pun akan jauh lebih sedikit. Hanya saja memanen padi menggunakan ketam akan menyita waktu lebih lama dibandingkan menggunakan sabit. Memanen padi menggunakan sabit akan lebih cepat karena satu rumpun padi dipotong seluruhnya. Bulir padi dipisah-pisahkan dari tangkai dan daunnya dengan berbagai cara. Paling mudah dilakukan adalah dengan cara dipukulkan ke palang kayu yang beralaskan karpet plastik. Bulir padi yang terlepas akan berkumpul dikarpet untuk kemudian dimasukkan kedalam karung. Banyak alat perontok padi lain yang bisa digunakan baik yang manual ataupun menggunakan mesin.

panen3

Saat makan bersama disela-sela panen adalah momen yang sangat berkesan untuk akang. Bertempat di saung (sendang) sederhana ditengah sawah biasanya acara makan berlangsung. Disela canda tawa para penggarap akang tak ketinggalan menyantap makanan. Menyantap makanan setelah capek bekerja disawah sungguh terasa nikmat. Apalagi menu panen yang spesial dan lebih banyak dari menu hari lain. Para penggarap pun tambah semangat bekerja hingga panen usai. Mereka mendapat upah dari pemilik sawah berupa padi atau uang. Begitulah cerita saat panen selalu saja menjadi cerita kegembiraan bagi akang. Rasanya ingin sekali berpesan kepada “si anak” digambar tersebut agar menikmati harinya karena bisa jadi usatu saat dia hanya akan bisa menuliskannya seperti yang akang lakukan.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

22 Balasan ke Saat Panen Tiba

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akang….

    Membaca kegiatan masa kecil akang mengingatkan saya juga pernah memanen padi bersama keluarga. Cuma kami memasak di pondok kecil di tengah sawah. Menunya sangat ringkas tetapi menjadi lazat kerana kelelahan iaitu nasi putih bersama ikan masin dan sayur utan sahaja. Lagi asyik apabila dapat memancing ikan lele tetapi dapatnya toman atau belut.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.😀

  2. Titik Asa berkata:

    Kang, pami lokasi desa dina posting ieu dimana? Tapi pas pisan sareng nu kaalaman ku abdi waktos abdi alit keneh. Di Jampang Purabaya pami abdi mah…

    Salam,

  3. Budi Nurhikmat berkata:

    hmmmm…..aroma beulem peda dan sambal tarasi dengan piring beradu enak di bawah teduh saung, teriring angin semilir …… tos weh eta mah🙂

  4. pursuingmydreams berkata:

    Setelah lelah bekerja, nikmat sekali ya kang bisa bersantap siang di tengah sawah😉 .

  5. ditter berkata:

    Aaaah… asyik banget makan siang di sawah bersama rekan-rekan…. Ditemani semilir angin dan suara gemericik air sungai…. Asooooy…..

  6. Sebelum di Jogja, saya juga sering terlibat segala pekerjaan petani. Mencangkul, membantu menanam padi, menyiangi rumput, makan kiriman di sawah, mamupun memanen. Sungguh betapa indahnya.

  7. nengwie berkata:

    Saya gede di kampung, kerjaannya main di sawah, nyari Belut.. Nyari ikan di sungai, mandi di sungai, kalau ada yg panen, senengnya ngacak2 jerami keringnya..😀

  8. Chrismana"bee" berkata:

    Saya waktu kecil juga sering main kesawah, apalagi menjelang panen biasanya sruh kesawah ngusir burung2 kutilang yang makanin padi istilah jawanya “Tunggu Manuk”
    terus setelah panen biasanya sawah dicangkuli, paling seneng kalo suruh nganter makanan buat para pecangkul, karena saya ikut makan sekalian, rasanya nikmaattt banget😀

  9. eda berkata:

    pasti asik ya kang, bisa maen2 di sawah sekalian bantuin orang tua panen.. aku gak pernaah :((

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s