Mengingat Hujan

musim hujan

Nak…!
Dengarlah aku bertutur tentang hujan. Hujan yang selalu menghentikan langkah kita. Dari jalan asa dan cita. Ketika itu aku adalah serigala terluka yang tak takut akan hujan. Demi membawamu keujung tujuan. Mengejar asa mengangkasa. Meraih cita jadi nyata. Rintik hujan hanyalah nyanyian jeda. Saat diri sejenak menghela napas. Namun hujan tetaplah hujan. Tak tunduk pada rapalan do’a dan jampi-jampi. Terus berdendang bersama daun. Tanah. Dan semua yang menyambutnya.

Nak…!
Jangan kau bilang pada hujan. Bahwa serigala kini mulai goyah. Menatap asa hilang mengasap. Memandang cita mulai memudar. Tertunduk didepan kenyataan yang pongah tengadah. Jika hujan tahu aku pasti malu. Nyanyian hujan akan semakin riuh mencelaku. Daun-daun berjingkrak kegirangan.

Nak…!
Kumohon jangan salahkan aku. Mengadulah padaNya. Tentang aku yang kalah. Bersembunyi dibalik jubah pasrah. Menutup muka bertopeng sabar. Hanya satu yang aku minta. Percayalah padaku. Asa dan cita itu tak pernah hilang dari dadaku.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang. Tandai permalink.

13 Balasan ke Mengingat Hujan

  1. Baginda Ratu berkata:

    setelah hujan reda, (cepat atau lambat) akan terbit matahari. PASTI.🙂

  2. Ferdy Lpu berkata:

    hujan yang menghentikan asa, hujannya bikin banjir ya…

  3. araaminoe berkata:

    Akang.. Jangan biarkan auman sang serigala menghilang pudar tanpa makna.. Menjadi lelah bahkan untk sang penguasa hutan sekalipun tetaplah diijinkan, namun kembalilah lagi tunjukkan taringmu untk tetap berjuang bersama Gilang…
    Sometimes it’s ok not to be ok. Just come around and live your life back. IMHO …🙂

  4. Titik Asa berkata:

    Kang, hujan apakah gerangan hingga menghentikan langkah. Langkah dari jalan asa dan cita?

    Salam,

  5. tutur tentang hujan yang sarat makna….
    btw- maaf, numpang promo , aku lagi buat GA loh…. siapa tahu berkenan untuk ikutan…
    http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2013/10/masuk-neraka-siapa-takut.html
    salam🙂

  6. nengwie berkata:

    waahh ini mah harus diurai kata-katanya… buat saya yg ngga bisa mengeja makna dibalik kata..jd bertanya2 sapertos kang Budi..”euuhh hujan naon ieu?”
    Tapi kalimat terakhir bikin nyeees ke hati..meni bahagia dan terharu kituh..

  7. Budi Nurhikmat berkata:

    Hmmm hujan apakah gerangan?? sampai2 serigala mengaum ketakutan, mungkin inilah hujan berkah yang berakhir tanda baca koma ….

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s