Mimpi Tak Sempurna

ngantuk 1

Postingan kali ini masih tentang Akbar dan kelakuannya. Sebagai anak berusia dua setengah tahun Akbar lagi suka-sukanya bermain. Mengingat kondisi Gilang yang tak bisa menemaninya bermain maka Akbar banyak bermain diluar rumah dengan anak lainnya. Saat akang dirumah dipastikan akan sulit menyempatkan diri untuk sekedar “on line” atau nonton televisi dengan santai karena harus menemaninya bermain. Hal yang baru bisa dilakukan hanya jika Akbar sedang tidur. Jika ditanya apakah rasanya bisa bermain dengan anak tentu jawabannya sangat menyenangkan. Hanya saja ketika situasi tidak mendukung maka hal ini bisa membuat tidak nyaman. Misalnya ketika akang sedang bertugas malam hari atau shift malam.

Sebagai seorang yang bekerja di bidang medis tentu bekerja shift malam bukan merupakan hal yang aneh. Maklum saja yang namanya orang sakit tak mengenal waktu sehingga pelayanan kesehatan dituntut untuk siaga 24 jam sehari. Akang sendiri jika sedang shift malam mulai bekerja jam 8 malam hingga jam 7.30 keesokan harinya selama 3 malam berturut-turut. Tiba di rumah biasanya jam 9 pagi dengan disambut senyuman Akbar yang siap tempur untuk mengajak akang bermain. Dihari pertama akang masih bisa “mengimbangi” ajakan akbar untuk bermain dirumah. Hingga akbar tidur siang dipastikan akang tidak akan bisa bermimpi dengan tenang. Rasa kantuk yang berat setelah hanya tidur satu jam di malam hari harus akang tahan demi kesenangan akbar. Pada hari kedua dan ketiga setelah pulang dines malam akan lain ceritanya karena biasanya akang sudah tidak sanggup “mengimbangi” aktifitas akbar bermain.

Jika istri akang sedang libur, akbar akan dengan mudah membiarkan akang tidur sepulang kerja malam. Lain halnya jika istri akang sedang bekerja maka akbar tak akan mudah dijauhkan dari akang. Si Uwa pengasuh tentu saja selalu berusaha membujuk akbar untuk bermain diluar rumah seperti biasanya walaupun akan berakhir sia-sia. Lebih parah lagi jika akbar malah mengajak temannya bermain dirumah maka seketika rumah menjadi seperti play group. Dan akang harus menjadi guru pendamping bagi akbar dan teman2nya. Jika sudah begini maka penderitaan akang semakin sempurna sedangkan mimpi akang menjadi tak sempurna.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

21 Balasan ke Mimpi Tak Sempurna

  1. Semoga senantiasa sehat ya kang … biar bisa nemenin Akbar maen terus🙂

  2. Orin berkata:

    heuheu…kebayang sih kang, tunduuuuuuuh he he.
    Tapi pastinya dinikmati aja ya Kang, mumpung Akbar masih mau ditemenin main.

  3. deby berkata:

    hai, boleh minta emailnya untuk kerjasama?

  4. Meski mimpi tak sempurna, justru dalam prosesnya yang seperti ini menurutku sungguh sempurna, Kang.

  5. Budi Nurhikmat berkata:

    Saya bisa merasakannya, dulu waktu kerja shift dibutuhkan penyesuain dengan keluarga.

  6. duniaely berkata:

    namanya juga ayah tercinta ya kang ? jd dibutuhkan Akbar terus ya ?😛

  7. eda berkata:

    Apa sih yg gak buat anak.. sehat selalu akang..

  8. izzawa berkata:

    jadi kebayang gimana capeknya kang…ntar kalo g dpet istrhat gtu apa gak pusing kerjanya kang?

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s