Pada Satu Pagi

kuda1

“Ayah! dede mau mutel2” suara akbar terdengar menyambut kedatangan akang diatas roda dua. Akang pun segera berhenti sebelum tiba di depan rumah yang tinggal terhalang lima rumah lagi. Akbar sedang main bersama temannya didepan rumah salah seorang temannya. Rasa lelah setelah semalam bertugas tak membuat akang tega menolak permintaan akbar. Ritual mengajak akbar mengitari komplek sebelum dan setelah pulang kerja telah menjadi kebiasaan. Jaraknya memang tidak jauh hanya mengitari 4 blok sekitar rumah. Apalagi kali ini akang baru saja pulang dari bekerja. Lain ceritanya jika akbar meminta “ritual” ini saat akang hendak berangkat kerja di pagi hari. Pagi hari adalah saat dimana setiap menit terasa begitu cepat untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat kerja. Kemacetan perjalanan menuju ibukota tidak mentolerir akang untuk bisa berleha-leha di pagi hari. Oleh karena itu seringkali akang sering “memaksa” akbar untuk bangun sepuluh menit sebelum berangkat kerja. Tentu saja dengan maksud agar bisa mengajak akbar berkeliling komplek sebelum berangkat. Hal ini terpaksa dilakukan karena jika ritual ini tak dilakukan dipagi hari maka akbar sering rewel ketika bangun tidur.

kuda2

Dalam perjalanan pulang akang sempat melihat seseorang sedang melatih kudanya di lapangan dekat komplek. Akang segera mengarahkan motor kelapangan untuk mengajak akbar melihat kuda yang sedang berlatih tersebut. Betapa senangnya akbar melihat pemandangan didepan matanya. Maklum saja kuda yang dia lihat kali ini tidak seperti kuda-kuda yang dilihatnya di monas. Kuda yang ada dihadapannya terlihat lebih besar dan lebih tinggi. Badannya tegak menjulang dengan bulu yang tampak bersih terawat. Nampaknya kuda ini adalah milik seorang penghobi kuda. Hal ini terlihat dari joki yang melatih kudanya dengan cara yang teratur. Sang joki menunggangi kudanya dengan cara yang tampak elegan. Persis seperti yang akang lihat diperlombaan berkuda yang disiarkan di televisi. Sekali waktu kuda dipacu dengan kecepatan tinggi. Beberapa saat kemudian kuda dipacu lebih lambat bahkan terkadang kuda hanya terlihat berlari ditempat.

kuda3

Naluri blogger narsis membuat akang segera mengeluarkan ponsel untuk memotret kuda tersebut. Namun akang tak menyadari ternyata posisi mode pemotretan ponsel dalam posisi hitam-putih. Sehingga hasil foto yang muncul seperti tampak seperti foto diatas. Akang pun kesulitan untuk memotret kuda agar bisa satu frame bersama akbar. Hal ini karena kuda memang terus bergerak dan akang juga tak mungkin memintanya untuk berhenti sejenak. Akhirnya dengan sedikit keberuntungan akang bisa memotret akbar dalam satu frame dengan kuda yang sedang berjalan. Setelah akbar merasa puas melihat kuda tersebut, kami pun pulang ke rumah dengan kegembiraan masing-masing. Akbar gembira karena telah melihat kuda sedangkan akang gembira karena mendapatkan bahan postingan untuk blog tercinta ini. Asyik … happy blogging sahabat🙂 .

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

9 Balasan ke Pada Satu Pagi

  1. pak joki, boleh fotoin kudanya nggak? anak saya mau minta foto bareng.
    bilang aja sama jokinya gitu.
    tapi malu kali ya?🙂

  2. Justru gambarnya jadi cantik dan antik ya Kang kalau hitam putih begini.. he he

  3. pursuingmydreams berkata:

    Ayah dan anak sama-sama puas😉 .
    Walau foto-fotonya hitam putih, tetap bagus ko kang🙂 .

  4. Pendar Bintang berkata:

    Si Akang suka memanfaatkan Akbar biar ngehadirin tulisan, yaa, he hehe

    Sudah lama gak moto Kang kalau pun jalan, palingan yang sering mencuri perhatian itu adalah warna indah langit senja! kapan-kapan pamerin ah…😀 *naluritukangpamer* :lo:

  5. duniaely berkata:

    keren kang fotony ahitam putih

    di kampungku sini byk kang org berlatih naik kuda dr anak anak sampai dewasa , salah satu hobi org Jerman sini🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s