Langkah Tanpa Jejak

bahtera1

Laila
Hembusan angin membawaku kembali dihadapanmu. Tak seperti daun putri malu yang terlelap dipelukmu. Aku tak akan memejamkan mata sedetik pun bersamamu. Bisikanmu yang melenakan takkan membuaiku dalam kealpaan. Sentuhanmu yang lembut takkan membuat inderaku terlelap. Aku adalah burung hantu yang setia bercengkrama dengan gelap. Menjaga tiap detik yang merambat menuju pagi. Mengendapkan kenangan dalam labirin mimpi.

Laila
Dimana kau sembunyikan jejak itu. Jejak yang kau ambil dari langkah-langkahku. Saat ku terlena dalam belaimu. Satu persatu jejak itu kau renggut. Kau terbangkan bersama angin lembah. Kau hilangkan dalam nyanyian gagak hitam. Membiarkanku melangkah tanpa jejak.

Laila
Hidupku bukan bahtera yang mengarungi samudera. Tempat yang tak menyisakan ruang untuk sebuah monumen. Tak ada laksamana pemenang meninggalkan prasasti disana. Dimana kejayaan hanya cerita disana. Samudera selalu mengubur laksamana pecundang. Bersama kapal dan seluruh awaknya. Kekalahan hanya menjadi kisah tak berbekas. Mengalir bersama angin terbawa ombak. Membawa kabar hingga tersebar. Menjadi hikayat sepanjang pesisir. Sementara itu samudera tetap tanpa jejak.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag . Tandai permalink.

14 Balasan ke Langkah Tanpa Jejak

  1. lindaleenkl berkata:

    Jejaknya membengkas sekali ya?
    Romantis🙂

  2. Lia berkata:

    Jejaknya ada di hati ya, Kang?

  3. lieshadie berkata:

    Aselik Kang saya bacanya ikut terhanyut…puitis banget, ikut proyek buku puisinya Mas Belalang Cerewet gak ? Ini keren banget puisinya…kapan2 aku boleh copas gak ? Nuhun Kang..

  4. farizalfa berkata:

    Kunjungan pertama dan udah kagum ama tulisan nya mas. aku seneng sekali baca sastra yang kayak ini. lebih seger aja ngebaca kata-kata nya. dan aku juga seneng nulis kayak gini. huahahaha

  5. duniaely berkata:

    kira kira Laila baca ini nggak ya kang ?😛

  6. lazione budy berkata:

    Aku adalah burung hantu yang setia bercengkrama dengan gelap. Menjaga tiap detik yang merambat menuju pagi. Mengendapkan kenangan dalam labirin mimpi.

    😀

  7. nengwie berkata:

    Jadi ingat tulisan kang mas buat saya ttg Laila & Majnun, waktu saya tanya “sayangkah kamu sama sayaaa..?” Hehe

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s