Ngoprek

ngoprek1

Dalam pengertian bahasa Sunda ngoprek berarti mengotak-atik sesuatu dengan maksud memperbaiki atau hanya mempermainkan saja. Ceritanya akhir pekan kemarin akang hanya dirumah saja karena cuaca yang tidak mendukung untuk bepergian keluar rumah. Seperti kebanyakan kaum bapak jika sedang senggang dirumah maka yang dikerjakan biasanya mencuci kendaraan, membersihkan bak penampung air, memeriksa genteng rumah yang bocor atau sekedar memanjakan hewan peliharaan. Akang sendiri memilih mencuci motor karena kendaraan inilah yang setiap hari mengantarkan akang pulang-pergi bekerja. Hujan yang terus menerus mengguyur ibukota dan sekitarnya membuat motor akang tampak selalu kotor. Walaupun digunakan setiap hari namun dalam urusan “mandi” motor akang hanya tersentuh lap seminggu sekali. Itu juga dilakukan jika akhir pekan tak ada kegiatan keluarga diluar rumah.

Saat membersihkan rantai motor akang mengamati ternyata sudah mulai kendor. Segera saja akang mengambil peralatan untuk menyetel lagi rantai agar lebih kencang. Namun ternyata rantai yang kendor sudah “stadium keterlaluan” sehingga sudah tidak bisa lagi disetel. Dari saran yang pernah akang dengar maka rantai kendor dan sudah mentok tidak bisa disetel maka solusinya adalah dengan memperpendek rantai tersebut. Memperpendek rantai dilakukan dengan melepas sepasang mata rantai. Sebenarnya akang tidak mahir dalam hal ngoprek kendaraan motor maupun mobil. Hanya saja akang berpikir kalo hanya mencopot dan memotong rantai motor sih nggak usah pake ke bengkel.

Usaha pertama adalah membuka rantai dengan cara melepas kunci pada salah satu mata rantai. Untuk melepas rantai ini saja akang butuh usaha yang cukup keras. Ketiadaan peralatan membuat pekerjaan yang tampak sederhana menjadi sulit dilakukan. Benar ternyata pepatah yang mengatakan bahwa alat adalah setengah dari pekerjaan. Setelah rantai terlepas maka langkah selanjutnya adalah melepas sepasang mata rantai untuk memperpendek rantai. Pada tahap inilah akang baru sadar ternyata apa yang dianggap mudah ternyata begitu sulit dilakukan. Segala peralatan yang ada akang coba gunakan untuk memotong rantai. Dan setelah lebih dari satu jam berjuang sekeras mungkin akhirnya usaha akang GAGAL TOTAL. Dengan terpaksa akang harus mengakui keunggulan rantai yang berhasil mempecundangi akang. Sambil memendam rasa kecewa akang pun membawa rantai tersebut ke bengkel untuk dipotong. Hanya butuh waktu lima menit dan membayar lima ribu rupiah rantai tersebut berhasil dipotong. Akang pun pulang kerumah dan memasang kembali rantai yang telah berhasil menghabiskan waktu libur akang dirumah.

ngoprek2

Dalam kesempatan lain, akang mendapat laporan dari Si Uwa pengasuh bahwa mesin cuci rusak. Kesibukan yang padat membuat masalah tersebut tebengkalai hingga tiga hari dan Si Uwa terpaksa harus mencuci secara manual. Setelah tiga hari akang mencoba melihat kondisi mesin cuci yang dilaporkan rusak. Ternyata yang jadi biang keroknya adalah tikus. Kabel-kabel didalam mesin cuci sebagian besar telah putus karena gigitan tikus. Mengetahui hal ini istri akang menyarankan agar segera memperbaiki mesin cuci tersebut ke tukang servis. Namun akang tidak segera menurutinya karena dipikir masih bisa memperbaikinya sendiri. Kabel-kabel yang putus mempunyai warna masing-masing, hanya butuh disambungkan kembali agar mesin kembali bekerja. Lagipula terdapat petunjuk pada mesin cuci yang menggambarkan diagram ke-listrikan(apa sih istilah yang tepat?).

Satu persatu akang menyambungkan kabel sesuai dengan warnanya. Kabel yang tersambung tidak langsung di-solder (dipanasin timah) dengan maksud jika ada yang salah gampang dicopot kembali. Mesin cuci yang akang miliki adalah tipe manual sehingga akang pikir tidak rumit untuk memperbaikinya. Percobaan pertama gagal, kedua gagal hingga beberapa kali mesin tak menunjukkan tanda-tanda bekerja ketika listrik dinyalakan. Pada kesempatan selanjutnya ketika listrik dinyalakan mesin cuci tiba-tiba bekerja. Akang pun sontak merasa bangga dengan kemampuan akang memperbaiki mesin cuci yang rusak. Belum habis akang memuji diri sendiri, seketika listrik rumah padam diikuti dengan bau kabel terbakar. Mengetahui apa yang sedang terjadi istri akang langsung berkomentar
“makanya jangan ke-pede-an, kalo memang nggak ngerti serahkan saja sama ahlinya!”.

Kembali akang harus mengakui bahwa akang memang tidak berbakat dibidang elektronik. Keesokan harinya mesin cuci akang bawa ke tempat servis yang tak jauh dari rumah. Setelah diperiksa ternyata gulungan kabel dynamo-nya harus diganti karena sebagian dimakan tikus. Tukang servis sempat tersenyum melihat kabel-kabel yang tersambung bekas kegiatan “ngoprek” yang dilakukan akang sebelumnya. Mungkin dia berpikir “ah si bapak ini sok ngerti aja urusan servis mesin cuci”. Setelah tiga hari rawat inap di tempat servis akhirnya mesin cuci bisa pulih kembali.

Ngoprek memang bermanfaat untuk menghilangkan rasa penasaran akang terhadap barang yang rusak. Namun seringkali barang yang pada awalnya hanya rusak sedikit setelah di-oprek malah kerusakannya semakin berat dan biaya perbaikannya semakin mahal. Nah sahabat blogger apakah anda atau suami anda termasuk tipe orang yang suka ngoprek barang yang rusak?

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

11 Balasan ke Ngoprek

  1. ha ha ha..ngakak mendengar istilahnya “Stadium keterlaluan”. Beginilah kalau tukang kesehatan tubuh mencoba ngoprek kesehatan mesin. Sebenarnya serupa juga ya Kang. kabel-kabel itu kan serupa dengan pembuluh darah atau syaraf? Harusnya bisa benerin tuh…he he..

  2. lieshadie berkata:

    hihihihi…berani bongkar gak berani pasang ya Kang ? Sama deh sama pak suamiku…🙂

  3. duniaely berkata:

    kalau Kita tetanggan pasti sdh dibenerin tuh kang mesin cucinya sama suamiku, suka ngoprek oprek dan Alhmdulialh sering berhasil🙂

  4. Vicky Laurentina berkata:

    Suamiku lebih seneng panggil tukang reparasi. Soalnya dia males ngurusin barang rusak.
    Kalo aku lebih seneng googling dulu. Jika biaya reparasi = biaya beli baru, mending beli alat yang baru!

  5. pursuingmydreams berkata:

    Hehe saya ketawa baca komentar istri akang😀 .
    Namanya coba2 ya ga ada salahnya ya kang, klo ga berhasil baru kasih ke ahlinya.
    Klo disini alat2 elektrolik rumah tangga spt mixer, pemangfang roti setrikaan, mesin cuci dll mending beli baru krnbiaya reparasi bisa sama dg hargabarunya.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s