Kita Teman Kan ?

sibling1

“Aa kita temen kan?”
Begitulah kalimat yang akang dengar dari Akbar suatu ketika berbicara kepada kakaknya (Gilang). Entah mendengar dari siapa sehingga akbar bisa mengatakan kalimat seperti itu. Kemungkinan besar sih dari teman bermain akbar yang lebih besar. Seringkali akang mendengar anak2 bermain kemudian tiba-tiba ada perseteruan diantara mereka. Dari yang asalnya satu kelompok mereka kemudian memisahkan diri.

“Kamu nakal aku nggak temenan sama kamu!”
“Akbar jangan temenin Agis ya! Kita temenan sama Kesya aja yuk!”

Kalimat-kalimat seperti inilah yang sering terdengar diantara anak2 yang bermain bersama akbar. Dari sinilah pengenalan akbat terhadap kata “teman” bermula. Hingga akhirnya dia bisa mengatakan kalimatnya sendiri menggunakan kata “teman”.

Pertama kali mendengarnya akang hanya tersenyum karena menyadari semakin banyak kosakata yang diserap akbar dari lingkungannya. Ternyata kalimat tersebut tidak hanya dikatakan akbar kepada Gilang saja. Di kesempatan lain akbar mengatakan kalimat yang sama kepada Istri akang juga kepada Uwa pengasuh. Hingga untuk kesekian kalinya akang barulah mencoba memberi pemahaman lain kepada akbar bahwa kakaknya (Gilang) lebih dari sekedar teman untuknya.

“Akbar, Aa itu sodara akbar bukan teman..!”

Begitulah akang mencoba memberi pengertian kepada akbar. Namun Akbar malah marah dengan tetap mengatakan Gilang adalah temannya. Dalam pemahamannya teman adalah ikatan yang lebih tinggi dari saudara. Bisa juga dia belum mendengar kata “saudara” sebelumnya sehingga belum ada arti apapun dalam otaknya.

Terkadang akang suka memancing komentar akbar terhadap Gilang. Akang merasa ini perlu dilakukan untuk memantau pemahamannya terhadap kondisi Gilang.

“Kalau Aa temen Akbar, koq ngga diajak maen?” tanya akang.
“Abis Aa nggak bisa maen bola” jawab Akbar dengan kepolosannya.

Mendengar jawaban seperti ini akang cukup merasa puas karena Akbar tetap menganggap Gilang sebagai temannya walaupun tidak pernah menemaninya bermain bola. “Teman” dalam pemahamannya bukan hanya orang yang menemaninya bermain bola, berlari-lari, bermain sepeda dan sebagainya. Teman Akbar bukan hanya Agis, Ersa, Icel, Bagas, Naila, Kesya dan lainnya. Ternyata dengan pemahaman yang masih sangat terbatas, didalam hati Akbar selalu ada ruang untuk Gilang.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Kita Teman Kan ?

  1. danirachmat berkata:

    Akbar pinter Kang. Membayangkan cerianya Akbar waktu ngomong. Pemahamannya akan tumbuh dan dia akan sayang banget sama Aa-nya.🙂

  2. duniaely berkata:

    semuanya butuh waktu ya kang🙂

  3. pursuingmydreams berkata:

    Kalau saudara mungkin dirumah kang, tapi klo buat bermain-main walaupun saudara ya jadi teman juga😀 .

  4. Rahmat_98 berkata:

    Mungkin memang demikian adanya kang…
    Teman akan lebih-lebih dari saudara ketika kita berada di rantau seperti yang saya alami😀

  5. Iwan Yuliyanto berkata:

    Step by step belajarnya ya… yang penting ada peningkatan pemahaman, itu sudah baik.

    Kata Upin dan Ipin ke teman-temannya, “Kita khan geng”🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s