Saat Ini

Laila
Dimana kau sembunyikan rembulan. Kali ini aku membawa kabar untuknya. Tentang tunas muda yang bersemi dalam bangunan kokoh. Akarnya menancap kuat kedalam. Hingga bangunan merasa sesak memeluknya. Membuncit menahan tunas dalam dekapnya.

Laila
Bangunkan rembulan itu. Biarkan ia menyungging senyum untukku. Biarkan ia melihat tunas itu. Sebelum awan menghalangi pandangannya. Menurunkan karunia Nya pada tunas bersemi. Membasahi tanah memberi hidup.

Laila
Dengarkan senandung angin menyapaku. Mengantar puja menemani do’a-ku. Pada penjaga tunas muda. Yang tak pernah lengah dan tak pernah tidur. Penggenggam hidup pemilik mati.

Laila
Mengapa kau tak ikut tersenyum. Tak sudikah kau turut bersuka. Pada tunas muda yang mulai bersemi. Menyongsong hidup mengiringi gulir waktu.

Laila
Ah … aku baru teringat. Kau tak pernah berduka. Pada daun-daun yang berguguran. Pada ranting pohon yang meranggas. Pada apapun yang kembali ke tanah.

Laila
Kau selalu hening. Mengawasi daun mengering. Menemani tunas menggeliat. Mendengarku tertawa dan menangis.

Laila
Saat ini aku bersuka.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Saat Ini

  1. duniaely berkata:

    di mana .. di mana … kau Laila ?😛

  2. danirachmat berkata:

    Penasaran siapakah si Laila ini Kang

  3. lazione budy berkata:

    Laila, hanay cinta yg bisa…

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s