Lets Go PangranGo

pangrango1

Setelah melewati akhir pekan yang lebih panjang dari biasanya akang sekali-kali ingin juga membuat postingan jalan-jalan. Seharusnya postingan ini hadir sekitar awal desember lalu yang berganti menjadi postingan gagal kopdar. Keinginan akang untuk mencoba kereta api pangrango bogor – sukabumi akhirnya terpenuhi. Bahkan kali ini akang mengajak istri dan Akbar sedangkan Gilang seperti biasa harus ditinggal. Pesanan tiket online dilakukan seminggu sebelum keberangkatan. Ternyata minat pengguna kereta ini cukup tinggi. Tiket kelas eksekutif untuk pemberangkatan pertama di hari jumat tanggal 31 Januari sudah habis terjual.

Dihari keberangkatan akang berangkat dari rumah jam 06 pagi. Cuaca cukup mendukung dihari itu sehingga akang tidak khawatir akang kehujanan di perjalanan menuju stasiun bogor walau kami bertiga menaiki motor. Benar saja, suasana di stasiun Paledang bogor cukup ramai oleh penumpang yang sedang menunggu kedatangan kereta Pangrango. Kedatangan kereta tepat waktu hal ini menambah keyakinan akang bahwa saat ini kereta api di Indonesia sedang menuju pembenahan dimana-mana. Tak lupa kami berfoto di stasiun ini untuk menyalurkan hasrat narsis yang tak pernah padam.

pangrango2

Kereta api pangrango mulai berjalan menuju kota Sukabumi. Kesan pertama yang dirasakan adalah kecepatan kereta yang terasa pelan. Bagi akang yang sering menggunakan KRL perbedaan kecepatan ini sangat terasa. Ternyata hal ini disebabkan oleh kualifikasi rel yang berbeda. Jalur rel Bogor – Sukabumi adalah jalur tertua di pulau Jawa bagian barat. Sehingga kereta yang melintas diatasnya harus melaju dalam kecepatan yang telah ditentukan. Namun tampaknya perjalanan kereta seperti ini malah membuat keuntungan bagi kebanyakan penumpang. Melihat gelagatnya para penumpang kebanyakan adalah penumpang wisata. Banyak diantaranya yang juga hanya sekedar memperkenalkan kereta kepada anak-anaknya.

pangrango3

Bila dibandingkan dengan menaiki KRL maka hal yang paling mencolok adalah pemandangan yang bisa dinikmati selama perjalanan. Jika menaiki KRL maka pemandangan yang bisa dilihat hanyalah gedung2 tinggi ataupun rumah2 kumuh sepanjang lintasan KRL. Sedangkan dalam perjalanan menggunakan kereta pangrango kita disuguhi pemandangan alam yang didominasi nuansa hijau. Hamparan sawah dan perkebunan menambah keindahan di kaki pegunungan Pangrango. Tak salah jika kereta ini dinamakan kereta Pangrango. Sepanjang jalan Akbar terlihat begitu menikmati keindahan pemandangan melalui jendela. Pemandangan yang jarang dinikmatinya disekitar rumah. Pemandangan yang hanya didapatinya jika sedang pulang kampung ke Sumedang. Ada satu hal yang mengganjal dalam perjalanan ini saat melihat sebuah kaca kereta yang retak. Menurut petugas kaca retak itu adalah ulah orang tak bertanggung jawab yang melempar kereta ketika melintas. Sungguh sebuah mental sakit yang masih saja ada diantara masyarakat kita.

pangrango4

Tiba di Sukabumi jam 09:50 sedangkan kereta terakhir dari Sukabumi menuju Bogor berangkat jam 15:20. Lima jam waktu yang tersedia bagi akang untuk menikmati kota sukabumi. Pada awalnya akang hendak bersilaturahim dengan sahabat blogger asal kota ini. Hanya saja beliau sedang tidak berada dirumahnya akhir pekan kemarin. Hal ini tidak membuat akang kebingungan untuk menghabiskan waktu di Sukabumi. Akang menemui teman kuliah akang yang tinggal disana dan telah dihubungi sehari sebelumnya. Meskipun ada tempat wisata yang bisa dikunjungi seperti Selabintana namun akang memilih berkunjung kerumah teman. Hal ini karena akang sekalian numpang sholat jumat di tempatnya dan akbar bisa istirahat dengan nyaman.

Menikmati suasana Sukabumi membuat kenangan akang akan kota ini kembali hadir. Tak banyak perubahan mencolok sejak 14 tahun yang lalu ketika akang sempat tinggal dikota ini selama setengah tahun. Satu hal yang baru adalah angkot2 yang memasang speaker berukuran besar yang diletakkan di bagian belakang kabin penumpang. Umuran speaker ini bahkan “memakan” tempat untuk duduk penumpang. Sepanjang perjalanan menaiki angkot, penumpang diiringi suara musik yang cukup keras. Mungkin juga musik ini diperdengarkan agar penumpang tidak gampang protes jika angkot ngetem terlalu lama. Satu hal yang harus disyukuri adalah tak ada hujan selama akang berada di kota ini.

pangrango5

Kembali dari Sukabumi, kereta berangkat hanya telat lima menit dari jadwal (not bad lah). Ternyata banyak penumpang lain yang juga hanya melewatkan waktu sehari di Sukabumi. Tentu saja dengan bawaan oleh-oleh khas Sukabumi yaitu Moci. Celoteh anak-anak bersahutan berbagi cerita menikmati Sukabumi. Kereta seolah ikut tersenyum mendengar celotehan penumpang2 cilik-nya yang tak henti bernyanyi sepanjang perjalanan.
“… Naik kereta api tut…tut…tut…”
“…Siapa hendak turut…”
“… Ke Bogor… Sukabumi…”

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

19 Balasan ke Lets Go PangranGo

  1. Titik Asa berkata:

    Wilujeng wengi Akang…

    Ah ini baru sempat lagi BW malam ini…
    Nyesek banget tidak bisa kita bertemu saat Akang ke Sukabumi. Ah itulah, urusan pabrik yg harus dilaksanakan di luar area pabrik malah jadi menyita hari Sabtu dan Minggu saya.
    Saya belum pernah naik KA Pangrango ini, Kang. Tapi zaman SMA KA Sukabumi Bogor itu sering saya naiki. Malah semacam ada memori indah saat pacaran sama ibunya anak-anak dahulu.
    Malam ini saya berdoa, semoga ada saat yang tepat untuk kelak kita dapat bertemu dalam suasana penuh keakraban dan persahabatan.

    Salam,

  2. capung2 berkata:

    pengen banget nyobain naek Pangrango.. belum pernah nih kang😀
    tarifnya brp ya ?

  3. Ping balik: Pemeriksaan Laboratorium Fungsi Jantung | Belajar Kehidupan

  4. Idah Ceris berkata:

    Kalau long wiken, pesan keretanya H-Dua minggu, KAng. Pasti masih.:mrgreen:
    Kalau terus melihat pemandangan luar, segerr dan gak boseeen ya, Kang.

    • abi_gilang berkata:

      Untuk kereta pangrango ini masih dibatasi pemesanan tiketnya, hanya H-7 baru dibuka🙂 Jadi kepengen naek kereta ke jogja atau surabaya nih, pasti pemandangannya juga seru (eh tapi kalo perjalanan siang dink🙂 )

  5. eda berkata:

    udah sering denger kata pangrango yang katanya cantiiiik banget..tapi belum kesampaian ke sana… pengeeeeen dan postingan ini bikin ngiler😀

  6. oomguru berkata:

    ari akang teh naeknya di gerbong atawa di atap?
    kalo bisa mah jangan di atap kang.. bahaya!
    apalagi kalo di tengah2 jalan kan suka ada yang nimpuk pake batu..
    😀😀

    *pisss

  7. nengwie berkata:

    Moci teh asli ti Sukabumi kang..?? Manawi teh ti Cianjur..

    Tapi paling raos naek kareta teh, pegel calik wae, tiasa jalan2…🙂

  8. danirachmat berkata:

    Aih serunya Kang. Jadi pengen nyobain. Cuman entah kenapa ya kok selalu ditunda-tunda mulu rencana liburannya.😀

  9. duniaely berkata:

    keren ya kang namanya Pangrango .. nggak mudah baca cepet nih hihihi

    kebayang kalau bisa ketemuan sama mas Blogger yg di Sukabumi itu ya

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s