Plester

IMG_20140202_172405_0

Mengamati tingkah Akbar diusianya saat ini memang sering membuat tertawa. Saat ini entah apa penyebabnya Akbar senang memakai plester untuk penutup luka walau sebenarnya tidak ada luka apapun. Apalagi kalo plester-nya bergambar tokoh kartun kesukaannya seperti Spiderman. Ketika memintanya seringkali Akbar bertingkah lebay dengan mengatakan kalau dirinya jatuh terus berdarah dan mau pake “tempel2” (maksudnya plester). Setelah plester itu menempel baik ditangannya ataupun di kakinya maka akan sulit untuk menyuruh Akbar agar melepaskannya setelah plester tampak kotor. Biasanya plester tersebut hanya bisa dilepaskan ketika Akbar telah terlelap tidur. Jadilah kegiatan rutin akang sebelum tidur bertambah satu yaitu melepas plester.

Melihat hal ini akang jadi teringat salah seorang keponakan yang juga pernah mengalami hal yang sama. Hanya saja penyebabnya jelas karena saat itu sedang booming film anak-anak berjudul Petualangan Sherina yang diperankan oleh Sherina sendiri. Didalam film tersebut Sherina ditampilkan selalu memakai plester yang bergambar. Sebagai “titipan sponsor” pemakaian plester dalam flm tersebut cukup mencolok. Dan hal ini berhasil menjadi trend dikalangan anak-anak ketika itu. Maklum saja plester penutup luka yang awalnya polos tanpa gambar kini hadir dengan gambar2 yang menarik terutama bagi anak-anak. Akang sendiri menyebut plester tersebut sesuai merknya yaitu hendiplas (handyplast) walaupun saat ini tersedia berbagai macam merk namun akang tetap menyebutnya demikian.

Di laboratorium seringkali pasien yang harus diambil darah adalah anak-anak. Untuk melakukan pengambilan darah pada anak-anak dibutuhkan keterampilan dan kesabaran. Saat melihat jarum (spuit) kebanyakan anak-anak akan merasa takut dan terkadang menangis dan meronta. Mereka perlu dibujuk agar tidak melawan saat ditusuk jarum untuk diambil darah. Terkadang dibutuhkan tiga orang untuk membantu memegang anak yang ngamuk saat diambil darah. Seorang petugas melakukan pengambilan darah dan dua orang lainnya memegang tangan dan tubuhnya. Nah salahsatu bujukan yang seringkali berhasil membuat anak mau diambil darah adalah dengan mengatakan “nanti kalo diambil darah ditutupnya pake plester bergambar lho…!”.

IMG_20140202_172325_0

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Plester

  1. duniaely berkata:

    bergambar apa kang plesternya ?😛

  2. pursuingmydreams berkata:

    Akang klo plesternya dilepas, apa Akbar tidak merasa sakit ya?😀 .

  3. lazione budy berkata:

    hehe…, plester bergambar.
    emang inovatif ya produk sekarang.

  4. danirachmat berkata:

    Hihihi, kebayang lucunya. Aaqil belom sampai di tahap ini Kang. Nanti sembunyiin aja plester jauh-jauh.😛

  5. eda berkata:

    walah…anakku juga kaya gitu kang.. kalo ke supermarket, selalu minta dibeliin plester karakter, trutama yang princess tuh. dari rumah, plesternya abis ditempelin di bbrp anggota tubuhnya. padahal gak luka juga -__-

  6. capung2 berkata:

    sya mau dong diplester, tpi ama duit gobanan ya kang.. he2x

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s