Sebuah Persaingan

sakit

Hari sabtu yang seharusnya diisi dengan terapi bersama Gilang kembali tidak bisa dilakukan. Kali ini disebabkan Gilang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Setelah lebih dari tiga hari suhu tubuhnya nggak juga turun akhirnya akang membawa Gilang ke IGD. Selama tiga hari terakhir sedikit sekali cairan yang masuk ketubuh Gilang. Dalam keadaan sehat saja dibutuhkan usaha cukup keras agar kebutuhan cairan tubuh Gilang terpenuhi. Gilang agak sulit minum air putih dalam jumlah banyak sekaligus. Jika dipaksakan biasanya malah membuatnya muntah. Saat tiba di IGD suhu tubuh Gilang 38.2 derajat celcius dengan tubuh yang lemah. Dokter akhirnya memutuskan untuk memberikan infus dan obat penurun panas. Tak lupa dokter meminta agar darah Gilang diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kemungkinan ada penyakit Dengue dan Thypus. Ternyata dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya penyakit Dengue maupun Thypus sehingga setelah cairan infuse habis Gilang diperbolehkan pulang kerumah.

Mempunyai seorang anak penyandang Cerebral Palsy menuntut kesabaran tinggi dalam mengurusnya. Nah saat mengalami sakit seperti panas tinggi maka tuntutan kesabaran itu menjadi harus tambah lagi stoknya. Seringkali akang meminta agar Gilang tak usahlah dikasih sakit yang lainnya cukup sudah Cerebral Palsy satu-satunya masalah yang harus dia hadapi. Namun keinginan kita tak selalu sesuai skenario Sang Pencipta tentunya.

Saat Gilang sakit mau tidak mau perhatian akang juga istri dan pengasuh tentu menjadi lebih besar kepada Gilang. Hal ini ternyata membuat Akbar cemburu. Ada saja permintaan Akbar yang diluar kebiasaan. Jika melihat Gilang digendong, Akbar akan serta merta ingin digendong. Masih mending jika Akbar mau digendong oleh orang lain. Maksudnya jika Gilang digendong Si Uwa pengasuh maka Akbar juga ingin digendongnya. Akbar tak mau digendong oleh akang ataupun istri akang. Diusianya yang menginjak dua setengah tahun agak sulit memberikan pengertian kepada Akbar. Didorong rasa cemburu kepada Gilang tak jarang akbar berusaha menyakiti Gilang dengan cara mencubitnya. Sehari-hari Gilang tidur bersama Si Uwa pengasuh sedangkan Akbar bersama akang dan istri. Saat Gilang sakit ternyata Akbar malah tak ingin dipisahkan tidurnya dari Gilang. Padahal kami berusaha untuk mencegahnya agar Akbar tak tertular sakit dari Gilang.

Masalah sibling (hubungan kakak beradik) antara saudara yang normal saja banyak tantangannya. Kondisi sibling yang melibatkan salahsatu anaknya adalah penyandang Cerebral Palsy tentu lebih rumit lagi. Walaupun tidak selalu tepat, seringkali anak yang lebih besar “dikorbankan” dengan dimintai pengertian yang lebih jika terjadi kesalah-pahaman. Hal ini tentu saja tidak bisa dilakukan jika sang kakak ternyata menyandang cerebral palsy. Begitupun sang adik yang masih kecil juga tak bisa dimintai pengertian karena keterbatasan pemahaman. Orang tua yang menghadapi situasi ini haruslah bisa memuaskan kedua pihak. Seperti itulah kondisi yang menuntut kesabaran lebih dari orang tua yang mempunyai anak penyandang cerebral palsy.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar, Cerita Gilang dan tag . Tandai permalink.

28 Balasan ke Sebuah Persaingan

  1. Ryan berkata:

    Akang… gimana kabar Gilang?

  2. lieshadie berkata:

    Abi…yang sabar yaaa..pasti ada hikmah luar biasa di balik skenario Sang Pencipta….oya kalo mau, bisa sharing ikut di Komunitas Rumah Ramah Rubella Kang..di sana anggotanya para orangtua2 hebat yang mempunyai anak2 istimewa ..intip post saya di sini http://lieshadie.blogspot.com/2014/02/ide-kecil-untuk-rumah-ramah-rubella.html

  3. pursuingmydreams berkata:

    Semoga Gilang lekas sembuh ya Kang.
    Klo Akbar mencubit Gilang, Gilang ga balas kan Kang?.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s