Tentang Gunung Kelud dan Kumbang

gambar1Sumber gambar: kaskus[dot]co[dot]id

Bagi akang sendiri Gunung Kelud termasuk nama yang paling dikenal sejak kecil. Masa dimana saat itu akang masih kanak-kanak yang senang bermain. Bermain kartu bergambar adalah salahsatunya. Sebenarnya bisa dibilang yang dimainkan bukan benar2 kartu. Kartu gambar adalah hasil potongan dari satu lembar kertas bergambar yang dipotong kecil-kecil. Dalam satu helai gambar awal biasanya memuat satu tema misalnya tokoh kartun, cuplikan adegan suatu film, dll. Satu hal yang pasti jumlah kotak dalam sehelai gambar adalah tiga puluh enam. Terdapat nomor urut disalah satu pojok setiap gambar. Nah mainan kertas gambar seperti ini ternyata di produksi oleh sebuah perusahaan bernama PT Gunung Kelud. Logo perusahaan biasa dicetak dibagian belakang kertas bergambar. Hebatnya lagi dibagian belakang kertas biasanya terdapat gambar rambu-rambu lalu-lintas beserta artinya.

Maraknya pemberitaan di media masa ataupun media sosial lainnya tentang letusan gunung kelud membuat kata “gunung kelud” terdengar setiap hari ditelinga akang. Lini masa di twitter dipenuhi pemberitaan, ucapan belasungkawa dan berbagai ajakan untuk membantu kesulitan masyarakat yang terkena dampaknya. Disaat membaca berita2 twitter tiba2 akbar menghampiri akang dengan sebuah mainan ditangannya. Tampaknya akbar kesulitan memainkan mainan yang satu ini. Akang sendiri cukup kaget melihat mainan yang dibawa akbar. Maklum saja, mainan tersebut sama dengan mainan yang biasa akang mainkan semasa kecil dulu.

KUMBANG

Mainan ini dulu akang biasa menyebutnya “bangbara” yang dalam bahasa Indonesia berarti kumbang. Mainan yang terbuat dari kawat yang dipilin membentuk tusuk sate. Sebentuk kumbang dibuat dari kaleng dengan sayap terikat. Bagian tengah “kumbang” dilubangi dengan lubang yang ukurannya sebesar pilinan kawat. Kawat dimasukkan ke lobang pada kumbang tak lupa juga sedotan dengan panjang dua sentimeter. Ujung kawat ditekuk agar kumbang tak mudah lepas.

BANGBARA

Cara memainkan mainan ini sangat sederhana. Kawat dipegang tegak menghadap ke atas sehingga kumbang turun dan bertumpu pada sedotan. Pegang ujung bawah kawat dengan satu tangan dan tangan lainnya memegang sedotan. Dorong sedotan keatas, kumbang akan terdorong keatas dan berputar. Sayapnya yang terikat akan mengembang saat berputar. Putaran kumbang bisa terjadi karena kawat berpilin mamaksa kumbang berputar mengikuti alur kawat berpilin. Hentakkan dorongan tangan pada sedotan membuat kumbang berputar keatas. Semakin pelan kumbang akan turun lagi ke pangkal kawat. Saat kumbang turun kembali kita bisa mendorongnya lagi keatas. Begitulah seterusnya kumbang akan berputar-putar dan naik-turun pada kawat. Saking mudahnya memainkan mainan ini membuat akbar langsung bisa setlah diajarkan beberapa kali saja.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Tentang Gunung Kelud dan Kumbang

  1. Ika Koentjoro berkata:

    Pengen coba bikin mainan gitu Kang. Anak-anak pasti suka tuh

  2. Oooh..itu kartu permainan jaman dulu. kalau di bali kartu bergambar dan dipotong-potong itu banyaknya gambar wayang ,kang..he jadi kangen kartu-kartu itu lagi..

  3. lieshadie berkata:

    Iya kalo mendengar gunung kelud pasti teringatnya gambar – gambar itu dan buku tulis cap gunung kelud..

    Mainan itu mah masih ada di tempatku..🙂

  4. duniaely berkata:

    itu mainan ada nggak kang yg bukan kumbang tapi tikus kecil ?🙄

  5. Ingat masa kecil krn pernah main gambar trsbt

  6. tuaffi berkata:

    itu juga mainan saya waktu kecil!😀 hhoho..

  7. nengwie berkata:

    Waaaah masih aya nya Kang maenan ieu..muhun emut jaman nuju alit.
    Disadana teh..seeeeeerrr…seeeer…:)

  8. affajri berkata:

    ane juga sempet koleksi beberapa kartu bergambar dari pt gunung kelud pas tk dulu. tapi sekarang enyah entah kemana hehehehe…..btw maenan kumbangnya nais juga

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s