Keluarga Cemara : Mendadak Aktor

Keluarga-Cemara

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah

Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti

Agil sama Ara! Teteh mau jualan opak dulu ya
Ya Teh…
Jangan lupa bilang sama Abah ya!
Ya Teh…

Ya,
Mau permen…
Permen, permen apa?
Permen apa aja…
A.., Teteh berangkat dulu ya…
Ya Teh…

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah

Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti

Lirik lagu diatas rasanya banyak yang tahu ya!. Soundtrack dari serial Keluarga Cemara ini memang sangat terkenal di era-nya. Menurut info Wikipedia ternyata serial televisi ini diproduksi mulai tahun 1996 dan berakhir tahun 2005. Sungguh suatu prestasi yang pantas dibanggakan. Menurut pendapat akang sendiri, serial ini terasa lebih alami menggambarkan kehidupan sehari-hari. Jauh terasa perbedaannya jika dibandingkan dengan sinteron yang biasa wara-wiri disemua televisi sekarang ini. Nggak bakalan deh ditemukan tokoh antagonis yang bikin makar yang berlebihan. Tak akan ada cerita tukar menukar anak gara-gara tertukar sampel rambut saat tes DNA. Pokoknya cerita yang ada benar-benar terasa menceritakan “manusia”. Begitulah pendapat akang tentang serial keluarga cemara ini, dan memang tulisan kali ini bukan untuk me-review tentangnya.

“… Andai suatu saat akang menerima Piala Citra kategori Pemeran Utama terbaik atau mendapat penghargaan Forum Film Bandung juga untuk kategori Pemeran Utama Terpuji. Pasti akan disebutkan bahwa karir akang didunia sinematografi dimulai dari serial televisi Keluarga Cemara…”

“Maksud si akang ini apa sih?”

Pasti itulah yang ada dibenak sahabat pembaca kan? (ngaku aja deeh…!)

Jadi begini ceritanya…jreng…jreng

Akhir tahun 1998 akang mulai bekerja di kota Sukabumi tepatnya disebuah Rumah Sakit Umum Daerah yang bernama RS Rd. Syamsudin SH namun lebih dikenal dengan sebutan Rumah Sakit Bunut. Ketika itu serial televisi Keluarga Cemara memang banyak menggunakan lokasi pengambilan gambar di kota tersebut. Salahsatunya adalah di rumah sakit tempat akang bekerja. Bangunan rumah sakit yang modelnya “jadul”, dengan selasar panjang, beralas tegel dan mempunyai jendela yang tinggi-tinggi menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai orang kampung yang belum pernah melihat bagaimana proses sebuah syuting berlangsung,kegiatan ini tentu saja membuat akang penasaran.

Siang itu seharusnya akang pulang setelah menyelesaikan pekerjaan. Namun karena penasaran akang langsung melihat suasana syuting yang berlangsung disebuah ruang perawatan. Ternyata bukan akang saja yang penasaran, banyak diantara teman sejawat akang yang juga menyaksikan pengambilan gambar tersebut. Barulah akang menyaksikan sendiri bagaimana sebuah proses pengambilan gambar untuk sebuah serial televisi. Lampu-lampu yang menyilaukan memenuhi ruangan perawatan yang besarnya tidak seberapa. Make-up artist yang tak lepas memperhatikan penampilan para pemain sebelum pengambilan gambar dilakukan. Diruangan lain tampak kostum-kostum yang hendak dikenakan para pemain disiapkan. Para pemain tak henti menghapalkan dialog sambil tak lepas mengenggam naskah dialog.

Ditengah hiruk pikuk pengambilan gambar tiba-tiba salah seorang kru menghampiri para penonton yang kebanyakan petugas rumah sakit. Dia meminta petugas yang masih memakai seragam untuk menjadi figuran. Ada perawat, petugas kebersihan dan beberapa pengunjung lain yang dipilih. Dan akang adalah salahseorang yang dipilih kru tersebut. Perasaan kaget dan ragu langsung menyergap perasaan akang. Terpikir sejenak apakah ini langkah awal akang untuk mengarungi jalan menjadi aktor terkenal? (Sound lebay ya:mrgreen: ). Padahal motivasi utama ketika itu adalah siapa tahu wajah akang bisa nampang close up di televisi bersama Novia Kolopaking, idola akang dalam sandiwara Brama Kumbara. Dan kalau hal ini terjadi dipastikan akan ada hajatan tujuh hari rujuh malam dikampung akang.

Sesaat pengambilan gambar hendak dimulai akang mulai sedikit merasa tegang. Akang dipisahkan dari teman-teman akang yang lain. Mereka disuruh mondar-mandir dibelakang para pemain utama yang sedang melakukan dialog. Sementara itu akang malah disuruh masuk keruangan perawatan. Perasaan tegang dan kamar kecil yang dipenuhi lampu sorot membuat keringat akang tak henti bercucuran. Adegan yang diambil adalah saat salah seorang pemeran sedang dirawat setelah tertabrak angkot dijalan. Didalam ruang perawatan tersebut terdapat dua buah tempat tidur. Pemeran utama berbaring disalahsatu tempat tidur dengan riasan memar diwajahnya. Pemeran lainnya mengenakan pakaian lusuh dan compang-camping. Seorang wanita cantik berseragam perawat telah siap beraksi. Sementara itu akang disuruh tiduran ditempat tidur lainnya. Dua kameramen siap mendengarkan arahan sutradara, seorang kameramen didalam kamar sementara seorang lainnya menodongkan kamera dari jendela luar.

Seorang kru memberi arahan kepada akang bahwa tugas akang hanya tiduran. Akang pun hanya mengangguk mendengar intruksi tersebut sambil berkata dalam hati apa susahnya tinggal berbaring dan kemudian tampil di televisi. Selama berbaring tubuh akang ditutupi selimut hingga dada. Action… begitulah sutradara memulai sebuah adegan. Satu adegan ternyata harus diulang berkali-kali. Salah dialog, salah ekpspresi dan lain-lain menjadi alasan sutradara untuk mengulang adegan yang dianggapnya belum sempurna. Akang masih saja berkeringat didalam kamar yang dipenuhi lampu-lampu sorot. Hingga akhirnya sutradara menganggap pengambilan gambar telah selesai, akang pun keluar menghampiri teman lainnya. Saat itulah salah seorang teman akang memberikan selembar uang pecahan 50 ribu rupiah. Jumlah yang sama juga diterima semua teman yang terlibat pengambilan gambar tersebut. Begitu senangnya akang menerima honor pertama dari dunia film, bayangkan saja uang sejumlah itu masih bisa dipakai buat makan seminggu waktu itu.

Selain honor pertama yang membuat gembira, tentu saja mengetahui bakal muncul di televisi adalah alasan utamanya. Salah seorang kru mengatakan bahwa kemungkinan ditayangkannya adegan diambil adalah beberapa minggu kemudian. Waktu menunggu serasa sangat panjang bagi akang dan teman akang lainnya. Setiap tayang tak pernah ketinggalan menonton serial keluarga cemara. Hingga suatu ketika alur cerita mengarah kepada adegan yang akang terlibat didalamnya. Dilayar televisi muncul suasana rumah sakit yang memang tak asing bagi akang. Hati deg-degan menunggu munculnya penampakan akang ditelevisi. Teman yang menjadi figuran sontak menunjuk layar ketika sesosok bayangan yang diyakini adalah dirinya terlihat sekilas dilayar. Tiba-tiba muncul adegan seorang perawat sedang memeriksa pasien. Dari sudut kamera yang tampak hanya wajah hingga dada, selanjutnya kamera mengikuti perawat tersebut memutar badan menuju tempat tidur yang lainnya. Barulah tampak wajah seseorang dengan memar diwajahnya diikuti dialog dan seterusnya…danseterusnya…dan seterusnya.Tanpa secuil pun wajah akang muncul dilayar

Bayangan wajah akang bisa muncul “close up” di televisi, bersama Novia Kolopaking kini hanya tinggal impian.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

18 Balasan ke Keluarga Cemara : Mendadak Aktor

  1. gaoes1980 berkata:

    jdi kangen sinetron nya

  2. lazione budy berkata:

    keluarga Cemara ini film seri #legenda!

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s