Peringatan Telak

IMG_20140201_150111_0

Tak ada satupun berita kematian yang tidak mengejutkan. Bahkan bagi orang yang sedang sakit berat sekalipun. Kematian adalah kepastian yang datangnya menjadi rahasia besar bagi tiap manusia. Seminggu yang lalu seorang rekan kerja akang meninggal dunia pada jumat malam pukul 23:30.Sebut saja namanya Mas Nur. Akang sendiri mendapat kabar hari sabtu dini hari pukul 01:00. Ketika mendengar kabar tersebut akang merasa kaget. Masih lekat diingatan, 13 jam sebelumnya akang duduk bersebalahan dengan Mas Nur selama sholat jumat berlangsung. Hanya saja ketika Mas Nur mengajak akang untuk makan siang bareng akang tidak bisa memenuhinya. Ada pekerjaan yang memaksa akang menunda makan siang saat itu.

Mas Nur meninggal terkena serangan jantung saat bermain badminton tak jauh dari tempat tinggalnya didaerah kampung rambutan. Badminton adalah kegiatan yang semula dimaksudkan hanya untuk mengisi waktu luang dan “cari keringat”. Setelah sekian lama dijalani dan menghasilkan banyak prestasi yang bisa dibanggakan, badminton telah membuat Mas Nur “kecanduan”. Bukan sekali dua kali kami membaca curhatan istri Mas Nur bernada “protes” di socmed karena merasa di dua-kan dengan raket. Namun Mas Nur hanya tersenyum menanggapi ocehan sang istri di socmed.

Jika mengingat masa dua minggu terakhir sungguh banyak hal yang membuahkan penyesalan dari apa yang terjadi terhadap Mas Nur. Sebelumnya Mas Nur menerima hasil Medical Check Up yang memang rutin dilakukan setiap tahun. Dari hasil MCU tersebut dinyatakan Mas Nur harus konsultasi ke dokter jantung karena ada tanda yang menunjukkan terdapat masalah dijantungnya. Pemeriksaan yang lebih spesifik dilakukan oleh dokter jantung. Hasilnya sungguh mengejutkan, terdapat sumbatan di pembuluh darah koroner. Yang lebih mengagetkan lagi sumbatannya hanya menyisakan 25 persen dari kondisi normal seharusnya.

Kondisi ini mengharuskan dipasang “ring” pada pembuluh darah koroner tersebut. Dokter menyarankan agar Mas Nur sesegera mungkin menjalani prosedur pemasangan ring. Rekan-rekan sekantor tentu saja turut kaget mendengar apa yang dialami Mas Nur. Bahkan salah seorang rekan sempat mengatakan agar Mas Nur menyiapkan surat wasiat untuk istri dan anak-anaknya. Sebuah candaan yang dimaksudkan agar Mas Nur merasa terhibur dan sedikit mengurangi beban pikirannya. Candaan yang terasa menyakitkan manakala kematian Mas Nur menjadi kenyataan.

Masih ingat postingan akang tentang sebuah tindakan operasi jantung?. Mas Nur adalah salah seorang petugas yang juga beberapa kali terlibat dalam tindakan operasi jantung. Pengalamannya terlibat dalam sebuah operasi jantung tidak membuatnya lebih mudah menerima saran dokter jantung. Sebagai seorang tenaga medis, Mas Nur juga lebih faham resiko apa yang harus dihadapi dari sebuah tindakan “medis” terhadap jantung. Walau sesungguhnya prosedur pemasangan “ring” tidak sesulit operasi jantung yang biasa dilihatnya. Saat ini prosedur pemasangan ring pada pembuluh darah koroner bahkan nyaris tanpa tindakan bedah. Dari sisi psikologis, keengganan Mas Nur juga bisa disebut sebuah proses penyangkalan terhadap vonis dokter. Seperti kebanyakan orang jika menerima kabar buruk biasanya akan melalui tahap penyangkalan, kemarahan, mencari kambing hitam sebelum tercapainya tahap penerimaan.

Setelah kematiannya barulah istri Mas Nur bercerita alasan utama atas keengganan Mas Nur segera melakukan pemasangan ring. Sebuah alasan yang samasekali tak membuat akang dan rekan lainnya kaget yaitu BADMINTON. Mas Nur sempat curhat kepada dokter jantung akan hobinya bermain badminton. Dokter langsung melarang keras dan meminta Mas Nur menggantikannya dengan olahraga lain yang lebih “low impact”. Istri Mas Nur juga mencoba membujuk agar Mas Nur menuruti apa yang dikatakan dokter.
“Kalau kamu melarang saya bermain badminton itu sama saja dengan membunuhku”
Kalimat itulah yang dikatakan Mas Nur kepada istrinya manakala diingatkan oleh istrinya. Sebuah kalimat yang membuat istri Mas Nur tak kuat menahan air mata ketika menceritakannya.

Mas Nur merasa kondisi dirinya segar bugar bahkan hampir tanpa keluhan apapun sebelumnya. Sepertinya, harus kehilangan badminton merupakan harga yang tak sebanding bagi kondisinya yang terasa baik-baik saja. Bukan alasan resiko medis, bukan pula ketakutan menjalani prosedur pemasangan ring namun harus “kehilangan hobi” yang membuat Mas Nur tak segera menjalani pemasangan ring. Kecintaannya pada badminton menjadi pertaruhan yang mahal karena serangan jantung datang lebih cepat daripada kesiapannya membuang “cinta” pada badminton.

Kehilangan orang yang sehari-hari bertemu terasa lebih berat bahkan daripada saudara yang lama tidak berjumpa. Sebagai rekan kerja kami bisa bersama 8 hingga 14 jam sehari. Kebersamaan yang terkadang lebih lama daripada dengan keluarga. Akang pernah ditinggal mati oleh saudara kandung yang tak berjumpa lebih dari setahun. Ketika berita kematiannya datang, hanya kenangan masa lalu yang bisa diingat. Kematian Mas Nur yang masih bersama sehari, dua hari, seminggu, sebulan sebelumnya sungguh merupakan peringatan telak terhadap pusat kesadaran diri bahwa kematian adalah teman kita yang paling dekat.

Selamat jalan Mas Nur, semoga segala amal baikmu diterima disisi-Nya dan diampuni segala dosa-dosanya. Amiin yaa Alloh yaa Robbal ’Alamiin.

*Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari postingan kali ini.”

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

7 Balasan ke Peringatan Telak

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akang…

    Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Demikianlah Allah memanggil hamba-NYA dengan sebab musabab yang tidak terbayang oleh kta sehingga beberapa jam sebelum ‘keberangkatan’ kita tidak bisa mengesannya. Malan memang tidak berbau, apatah lagi kematian yang tidak pernah berbicara. Semoga Mas Nur dimasukkan di kalangan hamba yang beriman di sisi-NYA. Kita yang hidup tetap dismeai dengan kenangan yang tidak terlupakan.

    Turut berduka cita kerana kita juga akan melalui hal yang sama, cuma tidak tahu kapan, di mana dan keadaannya. Wallahu’alaam.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.😀

  2. duniaely berkata:

    Turut berduka cita kang, semoga diberi ketabahan ya

  3. Iwan Yuliyanto berkata:

    Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.
    Sungguh kematian adalah pengingat yang baik.

  4. danirachmat berkata:

    Tueut berduka cita Kang
    terimakasih juga sudah diingatkan.

  5. Ryan berkata:

    Turut berduka mas atas kepergian Mas Nur.
    Sedih juga sih membayangkannya. Kehilangan hobi yang disuka tapi hidup lebih lama atau…😦

  6. BuPeb berkata:

    **Kehilangan orang yang sehari-hari bertemu terasa lebih berat bahkan daripada saudara yang lama tidak berjumpa. **
    Iya banget. Turut berduka cita ….

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s