“My Hero” dari Kota Pahlawan

stasiun gubeng

pernah sekali aku pergi
dari jakarta ke surabaya
untuk menengok nenek disana
mengendarai kereta malam

cuk kicak kicuk kicak kicuk
kereta berangkat
cuk kicak kicuk kicak kicuk
hatiku gembira

cuk kicak kicuk kicak kicuk
kereta berangkat
cuk kicak kicuk kicak kicuk
hatiku gembira

kebetulan malam itu
cuacanya terang bulan
kumelihat kiri kanan
oh indahnya pemandangan

sayang tak lama
kantukku datang
hingga tertidur nyenyak sekali

wahai ketika aku terbangun
rupanya haripun sudah pagi
hingga tiada aku sadari
aku tlah tiba di surabaya

cuk kicak kicuk kicak kicuk
kereta berhenti
cuk kicak kicuk kicak kicuk
hatiku gembira

cuk kicak kicuk kicak kicuk
kereta berhenti
cuk kicak kicuk kicak kicuk
hatiku gembira

Akhir-akhir ini lagu “Kereta Api Malam” sering terdengar diberbagai stasiun radio dan televisi. Lagu lawas milik penyanyi dangdut Elvy Sukaesih ini kembali naik daun. Sebuah lagu yang bercerita tentang perjalanan ke Surabaya menggunakan kereta api. Postingan akang kali ini juga berkisah tentang perjalanan ke Surabaya menggunakan kereta api malam walaupun tidak sama persis seperti isi lagu tersebut. Berawal dari istri akang yang mendapat tugas untuk mengikuti sebuah kegiatan di Surabaya, akang terpaksa harus cuti untuk menemaninya. Pemberitahuan yang mendadak membuat akang kelimpungan mencari petugas pengganti selama harus meninggalkan pekerjaan. Setelah mendapat petugas pengganti, akang juga harus mencari tiket perjalanan ke Surabaya.

Entah karena seringnya akang mendengar lagu “Kereta Api Malam”, tiba-tiba saja akang ingin sekali merasakan perjalanan ke Surabaya menggunakan kereta api. Terakhir kali akang merasakan perjalanan jauh menggunakan kereta adalah ketika liburan sekolah tahun 1993. Ketika itu layanan kereta api belum sebaik saat ini. Untuk mendapatkan kereta tujuan Jogjakarta, akang bersama teman harus rela menginap semalam di stasiun Bandung. “Menginap” di stasiun bukan jaminan akan mendapat tiket duduk untuk perjalanan tersebut. Calon penumpang harus antri di depan gerbang yang bahkan belum dibuka oleh petugas.

kereta bima1

Perjuangan menginap di stasiun untuk mendapatkan tiket kereta api kini hanya tinggal cerita. Membeli tiket kereta api saat ini benar-benar semudah “membeli permen”. Bagaimana tidak, akang hanya tinggal membeli tiket di toko ritel yang bertebaran dimana-mana. Hanya dengan menyebutkan nama dan nomor KTP kita bisa memesan tiket kereta secara on-line. Di stasiun, tiket on line akan ditukar dengan tiket kereta setelah diperiksa juga identitas penumpang. Berangkat dari stasiun Gambir tanggal 12 maret pukul 17.00 dan direncanakan tiba di Stasiun Gubeng Surabaya pukul 05.15 keesokan harinya.

kereta bima2

Perjalanan selama 12 jam tentu saja dapat menimbulkan kebosanan. Oleh karena itu pihak kereta api membuat pelayanan yang bisa mengurangi kebosanan penumpang. Kursi penumpang pijakan kaki yang lebar membuat kaki bisa selonjoran dengan nyaman. Tak lupa juga hiburan televisi dan selimut yang siap menghadang rasa dingin didalam ruangan ber-AC. Satu hal saja yang mengganjal perasaan dari perjalanan menggunakan kereta malam ini adalah akang tidak bisa melihat keadaan diluar. Bagi akang yang jarang melakukan perjalanan jauh, menikmati suasana sepanjang perjalanan adalah sebuah “hiburan” tersendiri. Pandangan mata melalui jendela kereta tentu akan berbeda dengan pandangan yang sehari-hari dibatasi oleh “jendela” komputer dan smartphone.

surabaya1

O iya, sebagai seorang yang belum pernah menginjakkan kaki di kota Surabaya tentunya akang berusaha mencari informasi apapun yang diperlukan. Sebelum keberangkatan tidak lupa akang mencari sahabat blogger yang tinggal disana. Dan “korban” yang terpilih menjadi pihak yang direpotkan oleh akang adalah Asmie . Blogger asal kota pahlawan ini membuat perjalanan akang selama di Surabaya tak menemui hambatan apapun. Bahkan Asmie rela menunggu akang di stasiun Gubeng pukul lima pagi disaat banyak orang masih tidur lelap. Setelah menitipkan berang di hotel, akang dan istri yang kelaparan setelah menempuh perjalanan langsung diajak ke tempat makan yang seleranya “maknyus”. Alhasil hari pertama akang dan istri di Surabaya dimulai dengan perut yang kenyang. Dan tidak hanya itu, akang pun dibekali oleh-oleh seabrek (betul2 seabrek lho…!) serta bingkisan buat Gilang. Apa yang dilakukan Asmie justru membuat akang malu dan merasa berhutang banyak kepadanya.

Bagi sahabat blogger yang belum mengenal Asmie bisa lihat langsung di blognya. Asmie adalah inisiator “proyek” bantuan untuk seorang penyandang Cerebral Palsy bernama Wildan. Inisiatif Asmie memberikan hadiah kepada Wildan ternyata banyak membuat pihak lain terprovokasi. Hingga akhirnya Wildan bisa mendapat sebuah kursi roda yang sangat dibutuhkannya. Cerita selengkapnya bisa sahabat baca disini dan disini.

* Terima kasih ya Asmie atas segala bantuannya selama di Surabaya. Asmie benar-benar jadi “Hero” buat akang dan istri. Kapan-kapan semoga bisa berjumpa sama Gilang yaa🙂 .

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

18 Balasan ke “My Hero” dari Kota Pahlawan

  1. aqied berkata:

    waah jd kangen naik kereta. terakhir keretaan dari jakarta ke surabaya 27 Mei 2013. hampir setahun yaa.

  2. lieshadie berkata:

    Akang kapan kopdar ke Jogja ?

    Salut buat Asri..semoga banyak teman blogger yang mengikuti jejakmu…

  3. araaminoe berkata:

    Ah akang.. Tidak akan pernah ada hutang kok buat akang sama teteh..
    Smoga lain waktu kita bisa kopdaran lagi ya.. Amiin..🙂

    Salam untuk Gilang dan Akbar serta keluarga disana ya..

  4. eda berkata:

    wah…abi gilang dari surabaya ya… ga kabar2😦
    kmrn taunya dr blognya asmie😀

    • abi_gilang berkata:

      Iya, akang cuma sempet ketemu Asmie doank. Waktunya sempit jadi ga bisa ketemu sama yang lainnya blogger di Surabaya. Mudah2an dilain kesempatan kita bisa kopdar yaa🙂

  5. Enaknya jadi Blogger ya kang, punya teman di mana pun. Hehe

  6. Masya berkata:

    wah aku pengen bgt deh ke surabaya naek kereta akang

  7. Chrismana"bee" berkata:

    jadi ceritanya nyanyi kereta malam dulu baru cerita, hehhee,… duhhh saya jadi mupeng nih pengen cepet2 pulang juga,… naik kereta bangunkarta😀

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s