Malang Kena Batu-nya

malang4

Malang menjadi tujuan akang dan istri setelah selesai acara di Surabaya. Pemilihan Malang menjadi tujuan perjalanan akang sungguh diluar rencana. Sebuah kota yang namanya begitu indentik dengan kata “bakso” di benak akang. Tahu kan maksud akang ? Itu tuh jajanan yang populer dengan sebutan bakso Malang. Entah mengapa ketika akang bertanya kepada beberapa orang tentang tujuan wisata yang pantas dikunjungi, mereka menjawab Malang adalah tempat yang harus akang kunjungi. Perjalanan menuju Malang ditempuh dalam waktu 2.5 jam menggunakan bus antar kota. Cukup membayar 25 ribu rupiah untuk menaiki bus yang berangkat dari stasiun bus Purbaya ini hingga ke kota Malang. Selama perjalanan di dalam bus akang tidak bisa maksimal menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Keberangkatan yang mendadak membuat akang tidak sempat mencari hotel tempat menginap. Beruntungnya, saat ini internet sangat bisa diandalkan untuk mengatasi kesulitan seperti ini.

malang5

Sebelum tiba di Malang akang telah mendapatkan sebuah hotel untuk menginap. Setelah mempertimbangkan banyak hal seperti harga sewa kamar dan lokasinya akhirnya akang memilih Hotel Solaris Malang sebagai tempat menginap. Letaknya yang berada dipinggir jalan utama Malang-Surabaya menjadi alasan utama dipilihnya hotel tersebut. Akang tak perlu menaiki bus hingga terminal karena bus melintas didepan hotel tersebut. Dari jendela hotel akang bisa melihat padatnya arus lalu lintas yang menghubungkan kota Malang-Surabaya. Kedatangan akang di kota Malang disambut dengan awan mendung yang menggantung dilangit. Bahkan hujan sempat mengguyur dengan derasnya ketika bus memasuki wilayah Lawang. Namun ketika bus memasuki Malang hujan telah berhenti, seolah menyambut akang yang baru pertama kali tiba di Malang.

malang3

Tiba di hotel akang langsung membersihkan diri dan sejenak menghilangkan penat setelah menempuh perjalanan Surabaya – Malang. Selepas Maghrib langsung meluncur kearah alun-alun kota untuk melihat-lihat suasana sekaligus mencari tempat makan malam. Satu hal yang cukup menarik buat akang adalah kode yang digunakan untuk membedakan trayek angkot. Selama ini yang akang tahu biasanya kode angkot itu menggunakan nomor. Misalnya ditempat akang sendiri, angkot Depok – Parung kodenya 03, Meromini Blok M – Ciledug kodenya 69, Kopaja Kebayoran Lama – Pasar Minggu kodenya 614. Nah, di Malang kode angkot menggunakan inisial huruf awal dari nama-nama terminal.

Perhatikan gambar diatas yang didalam kotak merah, jika dibaca dari arah belakang kode tersebut adalah ADL. Kode ADL berarti angkot tersebut mempunyai trayek Arjosari – Dinoyo – Landung Sari. Sementara kode LDG yang tampak pada angkot di belakangnya berarti Landung Sari – Dinoyo – Gadang. Nah bagi sahabat yang hendak jalan-jalan ke kota Malang tanpa membawa kendaraan sendiri, hal seperti ini harus diperhatikan untuk kelancaran perjalanan anda.

malang1

Bagi akang yang jarang bertamasya keluar kota, menikmati suasana kota yang baru didatanginya saja sudah serasa berwisata. Kesejukan kota Malang dan segala aktifitas yang bisa dinikmati melalui jendela angkot mampu menghilangkan kejenuhan. Hal ini juga bisa meningkatkan sensitifitas pikiran. Contohnya adalah ketika akang melihat seorang penumpang wanita yang membawa helm. Jika hanya seorang saja wanita yang akang lihat membawa helm ketika naik angkot mungkin tak akang mengundang banyak pertanyaan. Bisa jadi wanita tersebut diantar suaminya menggunakan motor kemudian motornya mogok. Bisa jadi wanita tersebut janjian di suatu tempat dengan temannya yang mengendarai motor. Banyak alasan lain yang bisa dikatakan untuk situsi seperti ini.

malang8

Namun dalam satu hari ngangkot (naik angkot) di Malang, akang menemui tiga orang wanita yang naik angkot sambil membawa-bawa helm. Hal inilah yang mengundang banyak pertanyaan akang. Apakah di Malang tukang ojek tak menyediakan helm untuk penumpangnya? Kalau pembonceng kedapatan tak mengenakan helm kemudian ditangkap polisi, apakah bukan pengendaranya yang ditilang? Pertanyaan-pertanyaan pun muncul dibenak akang setelah melihat hal demikian. Hal ini pula yang membuat akang memperhatikan para pengendara motor di Malang. Menurut pengamatan akang para pengendara motor di Malang lebih patuh dalam penggunaan helm. Bahkan dijalanan sepi yang menurut akang berada dipinggiran kota, pengendara motor tetap patuh menggunakan helm. Sebuah kesimpulan yang tak pernah dikonfirmasi kepihak manapun.

malang7

Banyak yang bilang “belum ke Malang jika belum ke Batu-nya”. Pernyataan yang membuat akang jadi penasaran. Memang cukup sering akang melihat di televisi atau postingan blogger tentang tempat yang satu ini. Konon, apel malang yang terkenal itu banyak dihasilkan dari tempat yang disebut “Batu” ini. Ketika bertanya kepada petugas hotel akang disarankan untuk menggunakan taksi jika hendak mengunjungi kota wisata Batu.  Namun dalam rangka menghemat dan lebih meresapi suasana perjalanan, akang lebih memilih naik angkot. Didalam angkot akang bisa bertanya-tanya kepada penumpang lain. Bertanya kepada mereka yang sepertinya tak bisa menghilangkan hurup “m” didepan kata “batu”, sehingga yang terdengar ditelinga akang adalah kata “mbatu”.

Tidak seperti kebanyakan pelancong yang mengunjungi kota Batu. Akang samasekali tidak sempat mendatangi satu pun tempat wisata yang bertebaran di wilayah ini. Keterbatasan waktu memaksa akang untuk tidak mendatangi tempat-tempat tersebut kali ini. Walaupun akang telah berusaha berangkat dari hotel jam 7 pagi menuju Batu, tetap saja menurut perhitungan tak akan sempat untuk menikmati salah satu objek wisata di Batu. Jam 1 siang akang harus sudah cek out dari hotel dan harus tiba di bandara Abdul Rachman Saleh pada pukul 2 siang.  Alhasil akang hanya muter-muter didalam kota Batu. Sebagai bukti keberadaan akang di kota Batu ini, akang hanya sempat memotret plang penunjuk jalan dan berfoto didepan terminal kota Batu. Tak ketinggalan pula akang membeli oleh-oleh khas Batu berupa keripik apel beserta souvenir lainnya. Mungkin di postingan ini saja sahabat blogger membaca cerita tentang kota Batu Malang tanpa foto Jatim Park I dan II, Malang Secret Zoo dan Batu Night Spectacular. Oleh karena itu mohon maaf bagi pembaca yang merasa kecewa:mrgreen: .

Kendati demikian sedikit pun akang tak merasa kecewa dengan perjalanan akang di Batu Malang kali ini. Cuaca kota Batu yang sejuk bahkan lebih sejuk dari Kota Malang sendiri membayar tuntas semua rasa penasaran akang terhadap kota Batu. Akang membandingkan kota Batu dengan keadaan Puncak di Bogor yang selalu mejadi tujuan wisata warga Jakarta dan sekitarnya. Hampir disepanjang jalan menuju Puncak pasti ditemui wisma-wisma yang ternyata dimiliki oleh berbagai departemen pemerintahan. Sebut saja nama salahsatu departemen pemerintahan pasti mempunyai sebuah wisma atau tempat di Puncak. Entah dengan alasan digunakan sebagai tempat rapat, litbang dan berbagai alasan lainnya. Namun hal yang sama tidak akang lihat di wilayah Batu Malang ini, entahlah jika akang tinggal lebih lama lagi mungkin memang hal serupa juga terjadi disini.

malang6

Akang memutuskan untuk pulang menggunakan pesawat setelah istri akang merasakan home sicknes. Sejak selesai acara di Surabaya keinginan untuk segera pulang mulai muncul. Dan sejujurnya keberangkatan ke Malang lebih karena alasan penasaran saja mendengar cerita dari orang lain. Lagipula menurut mereka jarak Surabaya – Malang tidak terlalu jauh. Tiket pesawat untuk kepulangan ke Jakarta pun telah kami pesan sejak berangkat dari Surabaya.  Akang mengerti perasaan istri akang yang memang jarang meninggalkan rumah dalam waktu lama. Rencana awal yang akan kembali ke Jakarta di minggu sore langsung berubah. Untung saja hal ini telah diantisipasi sejak keberangkatan. Akang tidak memesan tiket pulang sejak keberangkatan dari Jakarta.

Bayangan Gilang dan Akbar terus saja membayangi pikiran. Tak sabar rasanya mendengar teriakan mereka menyambut akang dipintu kedatangan bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya akang sengaja meminta salah seorang adik ipar untuk menjemput kami di bandara dengan mengajak Gilang dan Akbar. Akbar yang memang menyukai gambar pesawat terbang pasti akan merasa senang jika bisa melihat langsung wujud aslinya pesawat terbang. Anggap saja hal ini sebagai hadiah pengobat rindu setelah ditinggal oleh akang dan istri selama 4 hari.

kaos batu

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

28 Balasan ke Malang Kena Batu-nya

  1. Hartomo berkata:

    wuihh ngeliat nih postingan jadi kepengen ngerasain udara di kota batu,sejuk kali ya hehehe

  2. Ditter berkata:

    Wah, udah lama pengen ke Batu. Tapi masih belum kesampaian nih, hehe…. Kayaknya asyik banget, ya. Teman-teman saya juga pada bilang kalau wisata ke sana sangat menyenangkan, dan biayanya cukup terjangkau🙂

  3. zainal berkata:

    wah, menyenangkan ya Kang bisa jalan2 keluar kota bersama istri…

  4. Titik Asa berkata:

    Saya belum pernah main ke Malang nih Kang.
    Konon daerah Batu itu sejuk seperti di Puncak ya Kang?
    Selamat pulang kembali, selamat berkumpul lagi bersama keluarga di rumah tercinta.

    Salam,

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s