Dibatas Hujan

hujan1

Akhir-akhir ini cuaca di Jakarta dan sekitarnya bisa berubah dalam waktu yang cepat. Seringkali perjalanan berangkat ke tempat kerja yang “hanya” berjarak 25 kilometer bisa melalui tiga kondisi. Satu waktu akang berangkat dinas siang dari rumah didaerah Sawangan Depok dalam keadaan panas terik. Memasuki daerah Cinere tiba-tiba rintik hujan mulai turun. Padahal sinar matahari masih tampak terlihat diatas sana. Para pengendara motor pun segera menepi mencari tempat berteduh. Sebagian langsung mengenakan pelindung hujan berupa mantel dan melanjutkan lagi perjalanan. Tak sedikit pula yang hanya bisa menunggu hujan berhenti karena tak membawa jas hujan. Akang sendiri langsung melanjutkan perjalanan setelah sebelumnya mengenakan jas hujan.

Hujan semakin deras mengguyur jalanan, kecepatan motor pun terpaksa harus diturunkan untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diharapkan. Beruntung saat tengah hari kepadatan kendaraan jauh berkurang dibandingkan saat jam berangkat dan pulang kerja. Ternyata akang berkendara dalam keadaan

hujan tak berlangsung lama. Memasuki daerah Pondok Indah hujan telah reda. Bahkan beberapa saat kemudian jalanan yang akang lalui tak menampakkan tanda-tanda tersiram air hujan. Terik matahari kembali terasa menyengat disekujur tubuh yang masih saja memakai jas hujan. Sebagian pengendara motor yang sebelumnya kehujanan kembali menepi. Kali ini untuk membuka kembali jas hujan atau mantel yang dikenakannya. Sebagian pengendara tak melakukannya. Mereka terus saja melaju walau tampak ganjil seseorang mengenakan jas hujan dicuaca yang panas terik. Sedangkan akang sendiri beralasan tak melepaskan jas hujan karena takut telat dan sekalian “menjemur” jas hujan biar kering.

hujan-2

Perubahan cuaca bisa berubah dengan cepat dari panas menjadi hujan ataupun sebaliknya. Dalam satu kesempatan akang mengalami kejadian yang langka. Gambar diatas akang ambil seminggu yang lalu. Ketika itu akang dalam perjalanan berangkat kerja. Disekitar daerah lebak bulus tiba-tiba akang dapati banyak pengendara motor bertepi disisi jalan. Padahal tak tampak tanda-tanda sedang hujan. Namun baru saja akang hendak melewati mereka mendadak akang mendapati pemandangan yang mengagetkan. Dalam jarak 20-30 meter didepan akang tampak hujan yang bergitu deras. Anehnya ditempat akang berdiri samasekali tak tersentuh air hujan. Memang dijalanan terlihat bekas siraman air hujan, namun ketika akang tiba disana tak ada guyuran hujan. Biasanya seorang pengendara motor yang kehujaan akan menepikan motornya ditempat yang teduh untuk kemudian mengenakan jas hujan. Namun saat itu sebagian pengendara malah tampak ragu mengenakan jas hujan. Mungkin mereka menganggap hujan yang tampak didepan mata bakal turun sebentar saja sehingga akan melanjutkan perjalanan saat hujan reda. Sebagian pengendara tampak memutar motor menuju jalan lain yang dianggap tak terkena air hujan.

Akang berdiri sekitar 4-5 menit menyaksikan kejadian yang jarang dialami tersebut. Begitu juga dengan pengendara motor lainnya. Mereka hanya berdiri menonton hujan yang berjarak tak jauh dihadapannya.
Diantara mereka juga ada yang langsung mengenakan jas hujan sambil tetap menikmati pemandangan langka yang ada. Akang pun segera mengeluarkan ponsel dan mencoba menangkap gambaran keadaan disekitar. Beberapa kali akang mengambil gambar hingga mendapat gambar yang dianggap cukup bisa menceritakan keadaan disana. Sayangnya kamera ponsel akang kurang mendukung untuk mendapat gambar yang akang inginkan. Namun demikian tak menyurutkan niat akang untuk mengunggahnya di blog tercinta ini. Menceritakan pengalaman akang berada dibatas hujan.

Selamat berakhir pekan sahabat…..keep blogging🙂 Jaga kesehatan yaa….!

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Dibatas Hujan

  1. duniaely berkata:

    pernah mengalami hal serupa juga kang🙂

  2. pursuingmydreams berkata:

    Hehe bener juga si Akang, tidak melepas jas hujan sekalian menjemur sambil bermotor😀 .
    Apesnya klo jalan kaki lalu hujan deras, ga bawa payung, sampai ditujuan ditertawakan orang2 krn basah kunyup😆 .

  3. erdidik berkata:

    dan diajarkan untuk bersabar Mas.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s