Tak Aneh

libur 1

Liburan disaat hari kerja adalah hal yang biasa akang jalani sebagai tenaga medis disebuah rumah sakit. Jadwal kerja shift memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan akang sehari-hari. Alloh SWT memang telah menciptakan siang untuk bekerja mencari nafkah dan malam sebagai waktu untuk manusia beristirahat. Namun demikian bukan berarti bekerja dimalam hari itu dilarang. Bisa kita bayangkan andai tak ada manusia yang bersedia bekerja di malam hari. Siapa yang akan memastikan lampu dirumah kita tetap menyala dimalam hari jika tak ada petugas PLN yang mengabdikan dirinya untuk tetap berjaga di gardu-gardu listrik. Siapa yang akan kita panggil saat tiba-tiba saja didekat rumah kita terjadi kebakaran jika bukan petugas pemadam kebakaran yang selalu siap membantu bahkan ber-pantang pulang sebelum padam. Siapa yang menjaga keamanan jalanan dan lingkungan sekitar kita jika tak ada para polisi dan petugas keamanan lainnya yang siap selalu untuk berjaga. Bahkan bisa dikatakan jika keberlangsungan kehidupan kita disiang hari adalah hasil kerja keras manusia-manusia yang rela bekerja di malam harinya. Jika terdengar berlebihan harap dimaklum mengingat akang sendiri dalam posisi manusia2 yang dituntut sebagai pekerja malam hari🙂 .

Seperti pagi ini disaat para tetangga lain berangkat kerja, akang langsung mengisi waktu dengan bersih-bersih halaman. Tak ketinggalan juga mencuci mobil yang berdebu cukup tebal beberapa hari belakangan ini. Ketika akang sedang sibuk inilah Akbar bangun dari tidurnya. Tanpa basa-basi akbar langsung “ikutan sibuk” bermain air. Rasanya tak tega melarang Akbar untuk bermain air hanya dengan alasan jorok dan takut kotor. Biarlah kali ini Akbar bermain sesuai keinginannya walau hal ini akan membuat kegiatan akang mencuci mobil jadi lebih lama. Disaat asyik bermain air datanglah Agis yang memang adalah soulmate Akbar. Agis baru saja selesai mandi dengan wajah yang masih tampak berbedak. Pada awalnya Agis hanya berdiri menyaksikan Akbar bermain air. Lama kelamaan Agis sepertinya tak tahan untuk turut serta bermain air bersama Akbar. Merasa kasihan melihat Agis, akang langsung saja menyuruh
Agis membuka pakaiannya. Biarlah nanti akang yang memberi alasan kepada ibunya Agis jika memang nanti melihat apa yang dilakukan anaknya.

libur2

Sambil terus membersihkan mobil akang hanya tersenyum-senyum melihat kelakuan dua bocah kecil didepan akang. Teringat bagaimana akang yang lebih jorok daripada apa yang mereka lakukan saat ini. Bermain lumpur disawah atau mengacak-acak pasir milik tetangga yang sedang merenovasi rumah adalah kelakuan akang disaat kecil. Merasa puas bermain air akhirnya akbar dan agis minta dimandikan. Sebagai bentuk pertanggung-jawaban akang yang telah menjadi provokator, akang pun memandikan Agis dan Akbar sebersih-bersihnya. Selesai mandi Agis pun pulang sendiri kerumahnya sambil menenteng pakainnya. Entah apa yang dipikirkan ibunya melihat Agis pulang kerumah dalam keadaan berbasah-basah. Akbar tak mau ketinggalan segera berpakaian sesaat ditinggal Agis pergi. Mereka kembali bermain bersama setelah melewati pagi yang basah. Sambil berharap esok hari Tante Eno yang tinggal dirumah seberang memperbolehkan mereka bermain air dirumahnya seperti biasa saat mengepel rumahnya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

17 Balasan ke Tak Aneh

  1. tryout online berkata:

    tak di kolemrenang di bagarsi pun jadi berenang asal ada airnya hehehe

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s