Kolesterol, Berjalan, Motor dan Kejutan

minggu pagi 2

KOLESTEROL

Dengan membaca judul diatas tentunya sahabat pembaca sudah bisa menebak mengenai apa postingan akang kali ini. Masalah kesehatan yang banyak dihadapi oleh pria diatas 30 tahun salahsatunya adalah tentang tingginya kadar lemak tubuh. Sebagai orang yang bekerja di bidang medis, akang tidak bisa begitu saja mengabaikan masalah ini. Pada tiga kali general check terakhir selalu mendapatkan hasil kolesterol diatas nilai normal. Hal ini membuat akang berusaha melakukan berbagai usaha untuk menurunkan kadar kolesterol. Dari mulai diet makanan yang rendah lemak hingga berusaha menambah porsi olah raga. Harus diakui untuk melakukan semua itu butuh niat yang kuat dan konsistensi.

BERJALAN
Meluangkan waktu sekitar 30 menit dalam sehari untuk berolah-raga sepertinya resep yang mudah dikatakan. Ternyata dalam kenyataan hal tersebut

sangat sulit diterapkan. Memasuki bulan mei ini akang bekerja dengan jam kerja normal seperti kebanyakan orang lain. Masuk kerja jam 7.30 pagi hingga jam 16.00 di sore hari. Dengan jadwal seperti ini otomatis tak ada waktu yang bisa diluangkan untuk melakukan olah raga. Alih-alih melakukan olah raga selama 30 menit, akang malah sering terlambat untuk tidur.
Untuk mengatasi kesulitan ini, salahsatu cara yang dilakukan adalah dengan banyak berjalan dalam melakukan kegiatan. Sebelumnya akang biasa memakai motor untuk berangkat ke masjid yang berjarak sekitar 500 meter. Kini akang berusaha untuk melakukannya dengan berjalan. Selain lebih irit dan sehat mudah2an dengan berjalan akan lebih berpahala. Dihari libur, membeli bubur ayam di pagi hari dilakukan juga dengan berjalan. Dengan jarak satu kilometer, acara membeli bubur ayam dipagi hari cukup membuat jantung sedikit bekerja keras. Saat hendak bepergian tanpa menggunakan kendaraan kini akang lebih memilih berjalan untuk mencapai jalan yang dilalui angkot. Dengan berbagai usaha seperti itu akang berharap “berjalan” kembali menjadi kebiasaan. Dan dengan kebiasaan ini diharapkan kadar lemak dalam tubuh akang menjadi normal kembali.

MOTOR
Mengubah kebiasaan memang harus dengan kebiasaan baru. Sepuluh atau dua puluh tahun lalu mungkin tak akan menjadi aneh melihat banyak orang mondar-mandir berjalan kaki. Namun rasanya saat ini hal tersebut mengalami perubahan. Sejak terjadinya booming penggunaan motor terutama di Jabodetabek, kebiasaan orang-orang pun ikut berubah. Coba saja perhatikan di lingkungan sekitar kita dalam satu rumah banyak yang memiliki motor lebih dari satu buah. Apa yang banyak dikatakan para ahli ekonomi bahwa di Indonesia sedang tumbuh “golongan menengah” mungkin ada benarnya. Bahkan saat ini seseorang yang bisa digolongkan sebagai orang miskin pun bisa saja memiliki kendaraan roda dua. Banyaknya lembaga pembiayaan yang menawarkan kepemilikan motor juga menjadi salah satu faktor begitu mudahnya mendapatkan motor walau dengan cara menyicil.
Dampak “revolusi motor” memang banyak terjadi baik dampak positif maupun yang negatif. Bagaimanapun dengan mudahnya mendapatkan motor akan mempermudah akses masyarakat kecil pada sumber2 kegiatan ekonomi. Sedangkan dampak negatif yang bisa dirasakan adalah semakin buruknya kualitas udara diperkotaan. Dampak langsung yang akang rasakan saat ini adalah saat berjalan selalu saja ada tukang ojek yang nawarin jasanya. Jika berjalan dari dari rumah ke jalan raya yang berjarak 1.5 kilometer saja maka akang akan ditawarin jasa ojek 3 hingga 5 kali dalam sekali perjalanan. Terkadang akang merasa bosan juga saat ditawarin tukang ojek. Ketika menolak mungkin mereka berpikir bahwa akang berjalan karena tak punya uang untuk sekedar membayar ongkos ojek.

KEJUTAN
Sub judul ini akang buat dalam rangka sedikit lebay dan membuat penasaran. Bukankah anda juga merasa penasaran? (kalau benar anda hanya perlu sedikit senyum tapi kalau salah anda boleh tertawa sambil guling2 koq:mrgreen: ). Beberapa hari yang lalu akang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah. Di pinggir jalan raya seperti biasa banyak tukang ojek yang menawarkan jasanya kepada akang yang baru saja turun dari angkot. Akang pun menolak tawaran mereka sambil terus berjalan menuju rumah. Ditengah perjalanan akang sempat membeli suatu keperluan di toko yang akang lewati. Seusai membeli keperluan akang kembali berjalan menuju rumah. Tiba-tiba terdengar suara motor menghampiri disebelah akang. Akang langsung berpikir pengendara maotor adalah tukang ojek yang akan menawarkan jasanya seperti biasa. Bisa juga seseorang yang sedang mencari alamat didaerah tersebut. Ternyata pengendara motor adalah seorang pria berbadan tegap yang bertanya tujuan perjalanan akang. Akang pun menjawab hendak pulang ke rumah yang gerbang kompleknya hanya beberapa meter lagi didepan.
Pengendara kemudian menawarkan tumpangan kepada akang yang segera menjawab bahwa akang tak memerlukan jasa ojek. Dia juga bukan penghuni komplek tempat akang tinggal. Walau tak kenal semua penghuni komplek tapi akang hapal wajah semua penghuni komplek tempat akang tinggal. Dia berkata dirinya bukan seorang pengojek. Menurutnya saat berada berada dipertokoan dipinggir jalan raya sempat melihat akang berjalan. Ternyata ketika menuju rumahnya masih saja melihat akang berjalan kaki. Karena merasa kasihan maka dia menawarkan tumpangan kepada akang. Mendengar penuturannya akang pun mengucapkan rasa terima kasih atas kebaikannya dan tetap menolak tawarannya karena memang akang hampir sampai ditempat tujuan.
Akang melanjutkan perjalanan sambil berpikir apakah sekarang ini orang yang berjalan kaki terlihat begitu menyedihkan sehingga bisa memancing rasa iba orang lain. Terpikirkan juga ternyata masih banyak orang yang rela berbagi kebaikan bahkan kepada orang yang tak dikenalnya. Sementara itu akang sendiri merasa tak banyak melakukan kebaikan kepada orang lain. Sungguh kejadian yang baru saja dialami menjadi pelajaran berharga buat direnungkan.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

18 Balasan ke Kolesterol, Berjalan, Motor dan Kejutan

  1. lieshadie berkata:

    Abiii…kalo aku jalan paginya kan di persawahan, jadi kadang yang nawarin pake sepeda kumbang…hihihihi…malah jadi asik, mbonceng gitu !

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akang…

    Benar, dengan adanya motor sudah jarang melihat orang berjalan kaki. Tetapi memang bagus berjalan kaki ini agar kita dapat mengeluarkan peluh dan tubuh jadi sihat. Biasanya saya akan berjalan kaki di waktu sore. Bimbang juga jika mengalami kolestrol dan lain-lain penyakit yang tidak kita sadari bisa hadir menjemput.

    Terima kasih kongsiannya kang. Mudahan bermanfaat.
    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂

  3. aqied berkata:

    Dulu pas kuliah seriing ditawarin boncengan sama mbak mbak yg pke jilbab juga. Kalo searah, dianterin smp depan kos. Kalo gak searah, turun di gang terdekat..
    Saya juga lagi pengen banyak jalan nih, Kang. Pengen bisa treking lagi kaya jaman dulu. Awal april lalu saya cm treking Ijen sampe ngos2an. Pdhl dulu treking lebih jauh, lancar2 n hepi hepi aja

  4. duniaely berkata:

    Pernah juga mengalami kang, aku pas jalan kaki di pagi hari hbs subuhan, ditawari cowok buat mbonceng, padahal khan aku lagi olah raga ya, jd kasihan mnrt dia🙂

  5. syuri berkata:

    sudah lama juga neh ga olah raga ^_^ salam

  6. Putri berkata:

    hidup sehat dengan berolahraga ^_^

  7. Chrismana"bee" berkata:

    Jalan sehat ?? boleh sihh tapi susaahh bangun pagi, abis subuh tidur lagi

  8. ysalma berkata:

    sama dengan kejadian yang dialami ibu saya beberapa waktu lalu,
    sepulang dari masjid shalat dzuhur, jalan kaki pulang, secara jaraknya dekat,
    cuma cuaca kan lagi panas-panasnya, ditawarin tumpangan sama yang lewat pakai motor🙂
    *keanehan ada, empati untungnya juga masih ada.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s