Teledor

LogoRCP1

Bagi sahabat blogger tentunya sering menemui blogger yang mempunyai dua atau lebih blog sebagai tempatnya beraktifitas di dunia maya. Bagi akang sendiri hal tersebut cukup membuat kagum. Bagaimana tidak, memiliki satu akun blog saja akang tak bisa mengurusnya secara konsisten. Apalagi memiliki dua blog atau lebih pasti membutuhkan usaha yang cukup keras agar tidak menelantarkan salahsatunya. Anehnya, akang yang merasa tidak sanggup mengurus sebuah blog dengan baik malah membuat sebuah blog lain. Bukan blog gratisan dengan berbeda platform seperti blogspot. Sudah tiga akun blogspot akang miliki dan semuanya bernasib sama. Terlantar.

Sebuah blog berbayar akang buat sebagai sarana berbagi pengalaman bagi para orang tua yang mempunyai anak penyandang Cerebral Palsy. Platform-nya masih menggunakan wordpress dengan maksud biar akang tidak canggung menjalankannya. Seorang blogger sahabat akang yang baik hati dan tidak sombong yaitu Idah ceris yang berperan besar dalam lahirnya blog ini. Akang hanya mentransfer dana yang dibutuhkan ke nomor rekening yang ditunjukkan oleh Idah. Setelah transfer selesai Idah langsung membereskan urusan lainnya sehingga akang tinggal ongkang-ongkang kaki menerima sebuah akun blog berbayar yang sudah jadi. Sebuah blog bernama rumahcerebralpalsy[dot]com pun menjadi tempat lain bagi aktifitas akang didunia blogging.

Blog tersebut akang dedikasikan bagi sebuah yayasan yang didirikan sebagai ajang komunikasi para orang tua dari anak penyandang Cerebral Palsy. Sebelumnya mereka telah intens menggunakan media sosial facebook sebagai sarana untuk berkomunikasi. Rekan-rekan akang di grup FB memberi apresiasi yang cukup antusias dengan adanya blog ini. Sehingga trafik kunjungan ke blog tersebut didominasi oleh kunjungan dari situs media social tersebut. Sayangnya akang bukan seorang yang aktif menggunakan facebook sebagai tempat untuk beraktifitas di dunia maya. Sementara itu kebanyakan rekan lain malah jarang yang mengetahui tentang blog. Hal ini membuat komunikasi akang dengan pembaca blog menjadi “kurang nyambung”. Komentar tentang sebuah tulisan malah lebih banyak muncul di Facebook daripada di blognya sendiri. Namun akang sendiri tak menganggap hal tersebut sebagai suatu yang perlu dibikin pusing.

Penyakit blogger kambuhan akhirnya juga menyerang akang. Malasnya akang mencari sumber tulisan dan kesibukan lainnya membuat blog mulai terlantar. Ternyata membuat blog yang mempunyai tema khusus tak segampang mengisi tulisan di blog pribadi. Butuh sumber tulisan yang akurat jika ingin membuat sebuah postingan. Kalaupun akan bercerita tentang keseharian Gilang, akang pun harus membuka-buka catatan terdahulu dan membutuhkan waktu lebih lama. Begitulah satu-dua alasan yang terus bertambah membuat blog benar-benar terlantar bahkan hingga akang melupakan password-nya. Mungkin akan terdengar konyol bagi pembaca, bagaimana mungkin akang bisa melupakan password dari sebuah blog apalagi yang berbayar. Sebuah kekonyolan yang akang sendiri tak akan mendebatnya dengan banyak alasan tak berguna.

Biasanya akang menggunakan sebuah laptop untuk mengelola blog. Password blog akan direkam otomatis dalam laptop sehingga menjadikan akang hanya perlu mengisi kolom user ketika hendak membuka blog. Namun terakhir kali akang mencoba membuka blog dari laptop ternyata kolom password tak terisi secara otomatis. Akang pun kelimpungan mencoba mengingat passwordnya. Berbagai kata yang biasa akang gunakan sebagai kata kunci coba dimasukan namun tak pernah cocok. Setelah merasa kehabisan akal, dengan rasa malu akang mencoba menanyakan kembali password ke Idah. Kebayang aja jika Idah ada didepan akang saat itu sambil bilang
“what? kagak salah nih? blog punya elo…password punya elo… koq malah nanya Gue?”
Untung saja itu hanya bayangan karena aslinya sih Idah bersedia membantu akang. Tak lupa Idah juga sedikit memberi wejangan agar akang selalu mencatat password sehingga gampang mencari jika lupa. Setelah kembali mendapatkan password yang sempat hilang akang pun langsung mencatatnya. Sambil berharap ini adalah kejadian terakhir kalinya akang harus bertanya kepada Idah tentang password blog.

#Terima kasih Idah atas kebaikannya, jangan kapok yaa!!!!

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

10 Balasan ke Teledor

  1. Ryan berkata:

    Selamat ya untuk rumah barunya itu. nanti berkunjung dan bantu promo deh.🙂

  2. lieshadie berkata:

    Selamat ya Kang…..mudah2an Blog Rumah Celebral Palsynya membawa manfaat dan berkah bagi orang banyak…idenya inspiratif Abi…🙂

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb. Akang….

    Memang kerja “rumit” untuk mengeglola banyak blog, ya. Saya hanya ada satu blog sahaja dan merasa susah utnuk dikendalikan setiap hari. Mungkin masa juga boleh dijadikan alasan selain mendapat bahan untuk menulis seperti yang Akang jelaskan di atas. namun, usaha Akang mencoba sudah dikira bagus daripada hanya mendengar dari orang lain.

    Iya, setuju dengan Idah… simpan lho nomor passwordnya agar mudah disemak di kemudian hari. Untung si idah itu baik ati dan murah senyumannya, hati resah bisa cair. Selamat ngeblog dan semoga usaha blog Rumah Celebral Palsy mendapat tempat di hati mereka yang berkenaan.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂

    • abi_gilang berkata:

      Terima kasih sudah mengingatkan akang untuk selalu menjaga password. InsyaAlloh mulai saat ini akang akan berusaha menjaga password dengan sebaik-baiknya. Melihat tulisan Mba Siti nampaknya sudah pantas untuk dijadikan sebuah buku. Tapi jangan lupa andai sudah terbit bukunya akang dikirimi juga ya🙂

  4. Titik Asa berkata:

    Saya mah gak kebayang bagaimana ngurus lebih dari satu blog, Kang.
    Saat ini masih setia dgn sisihidupku, entah kedepannya apa mau ikutan Akang bikin blog yg spesifik tentang pengetahuan yg saya miliki, misalnya.
    Tapi masih enjoy ngeblog apa saja sesuai keinginan hati di blog pribadi kayaknya sih…

    Salam,

    • abi_gilang berkata:

      Punya blog pribadi memang lebih leluasa dalam mengelolanya. TApi mempunyai blog ber”tema” juga punya tantangan tersendiri. Nuhun masih setia berkunjung🙂

  5. wah..saya rasanya serupa dengan akang nih.. suka lupa..

  6. Pursuingmydreams berkata:

    Saya sih belum sanggup punya blog lebih dari satu kang😀 ga bisa bagi waktu untuk ngupdatenya hehe.

    Wah spt adik saya yg sering kali nanyain password dia, email dia, saya buatkan sudah saya kasih tahu passwordnya, lama ga dibuka, lupa password, sayapun sbg pembuat ya lupa krn hanya bertugas membuatkan saja😆 .

  7. Mabk idah nya baik ya, gak marah kala akang lupa passwordnya… Hahay

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s