Raket Untuk Akbar

raket akbar

Memahami pikiran anak kecil kadang mebuat bingung. Banyak hal yang kita pandang bagus di mata kita ternyata tak berarti di mata mereka. Suatu ketika kami sekeluarga baru pulang kerumah dari sebuah perjalanan. Ketika sampai di rumah tiba-tiba mata akbar tertuju pada sebuah “shutlecock” (kami biasa menyebutnya “kok”) bekas di halaman rumah.

Banyak anak yang biasa bermain badminton didepan rumah saat sore menjelang. Sepertinya kok tersebut melintasi pagar dan masuk ke halaman rumah. Pagar rumah yang terkunci membuat anak-anak tak bisa mengambilnya. Bisa jadi mereka enggan mengambilnya karena memang kok-nya sudah jelek.

Ternyata kok yang tampak jelek itu begitu menarik perhatian Akbar. Dipungutnya kok tersebut dan serta merta memperlihatkannya kepada semua orang yang ada disekitarnya. Dengan bangga dia mengatakan bahwa kok itu adalah miliknya, mungkin karena merasa dialah yang menemukannya. Akang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah akbar. Akang sempat menawarkan untuk membeli kok baru agar akbar mau membuang kok yang dipegangnya. Usaha akang sia-sia karena akbar tak ingin membuang barang temuannya. Yang membuat akang makin keheranan akbar langsung minta dibelikan “tepok-tepokan”. Akang memahami yang dimaksud akbar adalah raket. Kebiasaan akbar memperhatikan anak-anak yang usianya lebih besar bermain badminton membuatnya tahu benda apa yang diinginkannya. Hanya saja akang menjanjikan untuk membeli raket keesokan harinya sepulang kerja.

Pada waktu yang dijanjikan akang sengaja tidak segera membeli raket pesanan akbar. Akang khawatir keinginan Akbar hanya keinginan sesaat saja. Sambil berharap setelah sehari berlalu akbar telah melupakan keinginannya. Namun akang salah mengira karena begitu akang tiba dirumah sepulang kerja maka pertanyaan pertama yang keluar dari mulutnya adalah pesanan raketnya. Akang pun menyerah dan mengajak akbar untuk membeli raket disebuah pertokoan yang tak jauh dari rumah. Sebuah raket mainan akang tawarkan kepada akbar, namun akbar menolak. Bentuk raket mainan yang tak sama dengan yang biasa dipakai anak-anak lain bermain badminton membuatnnya menolak tawaran akang. Sebelumnya akang khawatir jika raket yang hendak berikan kepada akbar berharga mahal. Terbayang jika sebuah raket dipegang anak seusia akbar pastinya hanya akan jadi alat pukul tak karuan. Akhirnya akang menemukan raket yang diinginkan akbar dan beruntung harganya ternyata hanya sebesar delapan ribu rupiah. Akbar yang tahu permainan badminton dimainkan berpasangan tak mau hanya dibelikan sebuah raket. Akang pun semakin dibuat geleng-geleng kepala mendengarnya. Dalam perjalanan pulang akang sempat berpikir andai saja yang ditemukan akbar adalah sepasang raket tentunya tak akan se-repot ini untuk membeli sebuah kok.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

16 Balasan ke Raket Untuk Akbar

  1. Nurimzaidin berkata:

    bentar lagi akbar minta dibeliin sepatu ama net nya sekalian tuh. *penerus topik hidayat*😀

  2. Ryan berkata:

    Akang… pa kabar? hehehehe. baru nongol lagi saya.
    Akbar usia berapa kang? Dah pinter minta raketnya. Moga jadi pemain badminton andalan Indonesia.

    • abi_gilang berkata:

      Eh ada tamu jauh nih dari “benua hitam”. Sehat Mas Ryan? Akang dan keluarga juga dalam keadaan sehat wal afiat. Akbar skrng tiga tahun🙂 makasih udah mampir🙂

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akang …

    Hadir menyapa untuk memaklumkan ada hadiah award (3) LIEBSTER AWARD buat Akang di laman saya.

    http://webctfatimah.wordpress.com/2014/06/06/ct255-meraikan-award-2/

    Semoga sudi menerimanya sebagai tanda penghargaan dan persahabatan di dunia maya.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂
    SITI FATIMAH AHMAD

  4. Pendar Bintang berkata:

    Xixixi
    Yang penting sekarang udah punya sepasang sehingga bisa ajak akang bertanding😀

  5. duniaely berkata:

    Yang penting Akbar dah punya raket skrg ya kang😀

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akang….

    Alhamdulillah, itu perkembangan yang bagus buat anak yang sedang membesar. Sifat aktif anak-anak harus didorong kerana tumbesaran mereka yang melibatkan kognitif (pemikiran), afektif (perasaan) dan psikomotor (pergerakan) seharusnya dipupuk sejak kecil agar anak menjadi cergas dan cerdas.

    Anak-anak seusia Akbar memang selalu membuat orang tua pusing dengan sikap mereka yang tidak mahu mengalah. Mudahan Akbar menjadi anak yang cerdas cergas. Aamiin.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂

  7. Dengan delapan ribu rupiah akhirnya Akbar kini berlatih ya, Kang. Semoga sehat selalu.

  8. Pursuingmydreams berkata:

    Semoga suatu hari nanti Akbar bisa jadi atlit bulutangkis nasional ya kang, jd berlatih dulu sejak kecil😉 .

  9. ysalma berkata:

    sebentar lagi akbar minta raket yang harganya ratusan ribu Kang, udah tau raket bagus.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s