Dalam Dekapan Laila

Laila
Dalam dekapmu
Angin dan dingin bersekutu
Mencipta embun diujung daun
Menetes ditanah berpagar tinggi
Meresap kedalam gelapnya waktu
Menggelitik benih segera bertunas
Mengabulkan harap dan asa

Laila
Dalam dekapmu
Pagar bergetar pertanda kabar
Bergoyang riuh bersuka cita
Merenggang riang memberi ruang
Bagi tunas yang kian berbayang
Menggeliat tenang memenuhi ruang
Membawa asa kian terbang

Laila
Dalam dekapmu
Prahara bertahta bersama gulita
Lebih dalam dari akar menghunjam
Menghisap habis harap dan asa
Pada tunas yang tiba-tiba layu
Semakin kering hingga menghilang
Kembali ke tanah bernama rahim
Dalam dekapmu
Laila

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag . Tandai permalink.

7 Balasan ke Dalam Dekapan Laila

  1. Orin berkata:

    Laila teh saha Akaaaaang? :))

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akang….

    Puisi nan puitis yang mencurah segala rasa di hati buat Laila, si jantung malam yang membawa resah menjadi tenang dan damai. Dekapan Laila bisa mengubah segala derita. Untung Laila menjadi cerita jiwa di sini.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂

  3. Ida Ramadhan berkata:

    jadi inget buku yg lagi dibaca nih.. Dalah Dekapan Ukh..🙂

  4. Ditter berkata:

    Hebat sekali dekapan Laila ini….

  5. ysalma berkata:

    Laila aku juga ingin di dekap.

  6. Dunia Ely berkata:

    Ah .. Laila …😛

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s